RIOKASYTERWANDRA, S.Sos, MM Kasatpol PP, Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Kuantan Singingi

Dody Fitrawan, S.A.P,. M.M Plt. Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Kabupaten Kuantan Singingi

Gustami Hidayat Perkuat Peran Tokoh Adat Lewat Bimtek Kebudayaan Minangkabau

- Penulis

Kamis, 14 Mei 2026 - 02:56

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Padang //TintaPos.Com// — Anggota DPRD Provinsi Sumatera Barat Fraksi PKS, H. Gustami Hidayat, S.Pt., M.P., terus menunjukkan komitmennya dalam menjaga dan melestarikan budaya Minangkabau melalui kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Penguatan Peran Tokoh Adat yang digelar bekerja sama dengan Dinas Kebudayaan Provinsi Sumatera Barat, Kamis (14/5/2026), di Rocky Hotel Padang.

Kegiatan tersebut diikuti oleh sekitar 100 tokoh adat se-Kota Padang. Bimtek ini menjadi salah satu upaya memperkuat peran ninik mamak dan tokoh adat di tengah perkembangan zaman yang semakin modern, sehingga nilai-nilai adat dan budaya Minangkabau tetap terjaga serta diwariskan kepada generasi muda.

Dalam masyarakat Minangkabau, tokoh adat memiliki posisi yang sangat penting sebagai pemimpin kaum atau ninik mamak yang bertugas menjaga nilai-nilai adat, menyelesaikan persoalan masyarakat melalui musyawarah, serta menjadi panutan di tengah kehidupan sosial masyarakat.

Dalam sambutannya, H. Gustami Hidayat menyampaikan bahwa kegiatan hari ketiga tersebut menghadirkan para tokoh adat Minangkabau yang memiliki tanggung jawab besar dalam menjaga kelangsungan budaya dan adat istiadat di tengah masyarakat.

“Kami berharap melalui kegiatan ini para tokoh adat dapat terus memperkuat perannya dalam menjaga budaya Minangkabau serta memberikan pemahaman kepada anak kamanakan di tengah masyarakat nantinya,” ujar Gustami Hidayat.

Ia juga menegaskan bahwa adat Minangkabau merupakan warisan budaya yang memiliki nilai luhur dan harus terus dipertahankan sepanjang masa.

“Adat Minang itu tidak lakang dek paneh, indak lapuak dek hujan. Nilai-nilai adat harus tetap hidup dan diwariskan kepada anak cucu serta generasi muda kita,” tuturnya.

Menurut Gustami, perkembangan teknologi dan arus globalisasi saat ini menjadi tantangan tersendiri bagi keberlangsungan budaya lokal. Karena itu, peran tokoh adat sangat dibutuhkan untuk membimbing generasi muda agar tetap memahami identitas budaya Minangkabau dan menjaga norma-norma adat dalam kehidupan sehari-hari.

Baca Juga:  Hujan Deras dan Angin Kencang, Sejumlah Rumah di Bondowoso Rusak, BPBD Langsung Turun Tangan

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Sumatera Barat, Syaiful Bahri, melalui Dr. Tuti Alawiyah, S.E., S.Pd.I., M.A., selaku UPTD Museum Adityawarman, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut diikuti oleh 100 orang tokoh adat dari berbagai wilayah di Kota Padang.

Dalam sambutannya, Dr. Tuti Alawiyah menjelaskan bahwa kegiatan ini dilatarbelakangi oleh pentingnya memperkuat eksistensi tokoh adat di tengah perubahan sosial dan perkembangan zaman yang begitu cepat.

“Di tengah perkembangan zaman saat ini, peran tokoh adat sangat dibutuhkan dalam menjaga kelestarian budaya Minangkabau. Tokoh adat menjadi salah satu garda terdepan dalam mempertahankan nilai-nilai budaya dan adat istiadat di tengah masyarakat,” ungkapnya.

Ia menambahkan bahwa kegiatan bimtek tersebut bertujuan meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap nilai-nilai budaya Minangkabau sekaligus memperkuat sinergi antara pemerintah, tokoh adat, generasi muda, dan unsur Bundo Kanduang dalam menjaga budaya daerah.

Dr. Tuti juga menjelaskan bahwa kegiatan ini telah dilaksanakan dalam tiga angkatan dengan peserta dari berbagai unsur masyarakat, mulai dari Bundo Kanduang, generasi muda, hingga tokoh adat. Angkatan kali ini menjadi angkatan terakhir dari rangkaian kegiatan yang telah dilaksanakan.

“Kami mengucapkan ribuan terima kasih kepada bapak dewan, H. Gustami Hidayat, yang telah mempercayai kami untuk melaksanakan kegiatan ini. Semoga kegiatan ini memberikan manfaat besar bagi pelestarian budaya Minangkabau ke depan,” tutupnya.

Berita Terkait

Dugaan Korupsi Alat Berat Dinas PUPR Kabupaten Bima: Rugikan Daerah Rp 3,89 Miliar, Pelapor Lengkapi Keterangan di Polres
Pernyataan Abu Janda Dinilai Keliru, Ketua PW GP Ansor Sumbar: Minangkabau Adalah Penjaga Peradaban
PETANI SAWIT MENJERIT, HARGA TBS “TERJUN” DINAS PERKEBUNAN KUANSING DIDUGA LEMAH DALAM PENGAWASAN HARGA TBS
Polsek Kuantan Hilir Lakukan Pengecekan Tanaman Jagung Pipil di Wilkumnya, Tanaman Jagung Tumbuh Subur dan Bagus
Imaam Yakhsyallah Mansur: Kehormatan Masjidil Haram dan Masjidil Aqsa Harus Dijaga Bersama
PO Bus Tanpa Legalitas Jadi Atensi Utama LKPM-NTB di Kota Bima, Ancam Lapor Penipuan Negara
Riki Rizo Namzah Ketua GP Ansor Kabupaten Solok Sembelih Sapi Kurban
UAR – YEIF Bagikan Hewan Qurban untuk Masyarakat Terdampak Bencana di Aceh dan Sumatera Utara
Berita ini 27 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 30 Mei 2026 - 04:48

Dugaan Korupsi Alat Berat Dinas PUPR Kabupaten Bima: Rugikan Daerah Rp 3,89 Miliar, Pelapor Lengkapi Keterangan di Polres

Sabtu, 30 Mei 2026 - 04:46

Pernyataan Abu Janda Dinilai Keliru, Ketua PW GP Ansor Sumbar: Minangkabau Adalah Penjaga Peradaban

Sabtu, 30 Mei 2026 - 02:46

PETANI SAWIT MENJERIT, HARGA TBS “TERJUN” DINAS PERKEBUNAN KUANSING DIDUGA LEMAH DALAM PENGAWASAN HARGA TBS

Jumat, 29 Mei 2026 - 09:04

Polsek Kuantan Hilir Lakukan Pengecekan Tanaman Jagung Pipil di Wilkumnya, Tanaman Jagung Tumbuh Subur dan Bagus

Kamis, 28 Mei 2026 - 17:22

Imaam Yakhsyallah Mansur: Kehormatan Masjidil Haram dan Masjidil Aqsa Harus Dijaga Bersama

Kamis, 28 Mei 2026 - 15:57

Riki Rizo Namzah Ketua GP Ansor Kabupaten Solok Sembelih Sapi Kurban

Kamis, 28 Mei 2026 - 12:25

UAR – YEIF Bagikan Hewan Qurban untuk Masyarakat Terdampak Bencana di Aceh dan Sumatera Utara

Kamis, 28 Mei 2026 - 05:09

Yayasan GANISA Hadiri Pembinaan Ormas di Kabupaten Bekasi, Perkuat Sinergi Demi Wilayah Kondusif

Berita Terbaru