RIOKASYTERWANDRA, S.Sos, MM Kasatpol PP, Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Kuantan Singingi

Dody Fitrawan, S.A.P,. M.M Plt. Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Kabupaten Kuantan Singingi

3 Tradisi Unik di Banyuwangi yang Hanya Ada Saat Lebaran, Masyarakat Adat Banyuwangi Punya Atraksi Seni Budaya Tahunan yang Digelar Khusus Menyambut Lebaran

- Penulis

Rabu, 18 Maret 2026 - 11:28

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Banyuwangi //Tintapos.com// – Momen libur Lebaran menjadi waktu yang dinanti untuk berkumpul bersama keluarga sekaligus berwisata. Bagi Anda yang sedang berada di ujung timur Pulau Jawa, Banyuwangi menawarkan paket lengkap destinasi yang tak hanya memanjakan mata, tapi juga kaya akan nilai budaya.

Mulai dari wisata alam yang eksotis hingga kuliner yang menggugah selera, semua tersedia di Bumi Blambangan. Namun, ada yang spesial di tahun ini. Masyarakat adat Banyuwangi telah menyiapkan atraksi seni budaya tahunan yang digelar khusus menyambut hari kemenangan.

Berikut adalah rekomendasi tradisi unik yang bisa Anda saksikan selama libur Lebaran di Banyuwangi:

1. Ritual Barong Ider Bumi (2 Syawal)

Terletak di Desa Kemiren, Kecamatan Glagah, ritual ini merupakan simbol bersih desa dan tolak bala oleh Suku Osing. Tradisi yang eksis sejak tahun 1800-an ini digelar setiap hari kedua Idul Fitri.

Warga akan mengarak Barong keliling desa sambil diiringi musik rancak khas Banyuwangi. Menariknya, ritual ini ditutup dengan selamatan massal menyantap hidangan Pecel Pitik, kuliner khas kebanggaan warga Kemiren.

2. Seblang Olehsari (4 – 10 Syawal)

Tradisi Seblang Olehsari, Banyuwangi.
Bergeser ke Desa Olehsari, pengunjung bisa menyaksikan Seblang, ritual kuno tolak bala yang sarat akan nuansa magis. Penari Seblang adalah seorang gadis terpilih yang memiliki garis keturunan leluhur penari sebelumnya.

Sang penari akan menari dalam kondisi trance (tidak sadar) selama tujuh hari. Dengan mahkota berupa omprok dari daun pisang muda dan bunga, ritual ini menjadi magnet kuat bagi wisatawan yang ingin merasakan sisi mistis budaya Osing.

Baca Juga:  Kunjungan Kerja Menko Polkam RI ke Kampung Nelayan Merah Putih Sungsang IV: Wujud Nyata Program Prioritas Presiden untuk Kesejahteraan Nelayan dan Ketahanan Pangan Nasional

3. Puter Kayun (10 Syawal)

Tradisi Puter Kayun, Kelurahan Boyolangu, Kecamatan Giri, Banyuwangi.
Memasuki hari ke-sepuluh Lebaran, warga Boyolangu, Kecamatan Giri, menggelar Puter Kayun. Ini adalah tradisi napak tilas sebagai bentuk syukur dan penghormatan kepada leluhur yang telah berjasa membuka akses jalan di utara Banyuwangi. Warga akan beriringan dari Kelurahan Boyolangu menuju Pantai Watu Dodol.

Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, menyebut bahwa libur Lebaran merupakan momentum besar bagi pergerakan ekonomi daerah.

Libur lebaran menjadi momentum penggerak perekonomian. Selain bersilaturahmi, tentunya para pemudik juga ingin berwisata dengan keluarga. Maka, Banyuwangi menyiapkan sejumlah atraksi seni yang bisa ditonton, selain destinasi wisata yang bisa dikunjungi,” ujar Ipuk, Rabu (18/3/2025).

Tak hanya ritual adat, Pemkab Banyuwangi juga akan menggelar Diaspora Banyuwangi pada 23 Maret mendatang. Acara ini menjadi ajang temu kangen bagi para perantau asal Banyuwangi yang pulang kampung dari berbagai belahan dunia.

Ini ajang untuk memperkuat silaturahmi warga Banyuwangi dari berbagai kota di Indonesia dan belahan dunia. Kami ajak kumpul, saling lepas kangen, dan kami berharap bisa saling sharing dan tukar ide bagaimana untuk bisa tandang bareng membangun Banyuwangi,” kata Ipuk.(Tim)

Berita Terkait

Dugaan Korupsi Alat Berat Dinas PUPR Kabupaten Bima: Rugikan Daerah Rp 3,89 Miliar, Pelapor Lengkapi Keterangan di Polres
Pernyataan Abu Janda Dinilai Keliru, Ketua PW GP Ansor Sumbar: Minangkabau Adalah Penjaga Peradaban
PETANI SAWIT MENJERIT, HARGA TBS “TERJUN” DINAS PERKEBUNAN KUANSING DIDUGA LEMAH DALAM PENGAWASAN HARGA TBS
Polsek Kuantan Hilir Lakukan Pengecekan Tanaman Jagung Pipil di Wilkumnya, Tanaman Jagung Tumbuh Subur dan Bagus
Imaam Yakhsyallah Mansur: Kehormatan Masjidil Haram dan Masjidil Aqsa Harus Dijaga Bersama
PO Bus Tanpa Legalitas Jadi Atensi Utama LKPM-NTB di Kota Bima, Ancam Lapor Penipuan Negara
Riki Rizo Namzah Ketua GP Ansor Kabupaten Solok Sembelih Sapi Kurban
UAR – YEIF Bagikan Hewan Qurban untuk Masyarakat Terdampak Bencana di Aceh dan Sumatera Utara
Berita ini 9 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 30 Mei 2026 - 04:48

Dugaan Korupsi Alat Berat Dinas PUPR Kabupaten Bima: Rugikan Daerah Rp 3,89 Miliar, Pelapor Lengkapi Keterangan di Polres

Sabtu, 30 Mei 2026 - 04:46

Pernyataan Abu Janda Dinilai Keliru, Ketua PW GP Ansor Sumbar: Minangkabau Adalah Penjaga Peradaban

Sabtu, 30 Mei 2026 - 02:46

PETANI SAWIT MENJERIT, HARGA TBS “TERJUN” DINAS PERKEBUNAN KUANSING DIDUGA LEMAH DALAM PENGAWASAN HARGA TBS

Jumat, 29 Mei 2026 - 09:04

Polsek Kuantan Hilir Lakukan Pengecekan Tanaman Jagung Pipil di Wilkumnya, Tanaman Jagung Tumbuh Subur dan Bagus

Kamis, 28 Mei 2026 - 17:22

Imaam Yakhsyallah Mansur: Kehormatan Masjidil Haram dan Masjidil Aqsa Harus Dijaga Bersama

Kamis, 28 Mei 2026 - 15:57

Riki Rizo Namzah Ketua GP Ansor Kabupaten Solok Sembelih Sapi Kurban

Kamis, 28 Mei 2026 - 12:25

UAR – YEIF Bagikan Hewan Qurban untuk Masyarakat Terdampak Bencana di Aceh dan Sumatera Utara

Kamis, 28 Mei 2026 - 05:09

Yayasan GANISA Hadiri Pembinaan Ormas di Kabupaten Bekasi, Perkuat Sinergi Demi Wilayah Kondusif

Berita Terbaru