RIOKASYTERWANDRA, S.Sos, MM Kasatpol PP, Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Kuantan Singingi

Dody Fitrawan, S.A.P,. M.M Plt. Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Kabupaten Kuantan Singingi

Amankan 125 Juta Hektare Lahan,Indonesia Butuh 70 Ribu Polisi

- Penulis

Kamis, 26 Maret 2026 - 06:05

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jember //TintaPos.Com//– Dari sekitar 125 juta hektare hutan nasional, hanya 4.800 polisi hutan (polhut) yang bertugas mengawasi.

Rasio tersebut,membuat satu petugas rata-rata harus menjaga lebih dari 26 ribu hektare. Sayangnya, untuk membendung itu semua sang penjaga hutan atau polisi hutan di Indonesia jumlahnya sangat sedikit dan tidak sebanding dengan luas hutan yang ada.

Hutan mempunyai peran yang sangat penting bagi kehidupan, bukan hanya untuk alam tapi juga manusia. Namun, tidak sedikit hutan rusak juga karena ulah manusia.

“Indonesia mempunyai otoritas untuk mengamankan hutan seluas 125 juta hektar di Indonesia.Tetapi jumlah polhutnya hanya 4.800 orang. Bagaimana mungkin kita bisa mengawasi terjadinya pembalakan liar ?” ucap Raja Juli, Menteri Kehutanan RI saat mengisi kajian Ramadhan di Universitas Muhammadiyah Jember

Raja Juli menyebut Indonesia menghadapi ketimpangan serius antara luas kawasan hutan dan jumlah petugas penjaga.

Ia mencontohkan kondisi serupa di berbagai daerah untuk menggambarkan betapa beratnya tugas pengawasan.

Di Aceh, 3,5 juta hektar hutan hanya dijaga 64 personel. Sementara di Sumatera Utara, dari luas 3 juta hektar hutan seluas 240 personel.

Dengan kondisi seperti itu, pembalakan liar, kebakaran hutan, hingga perburuan satwa liar sulit dikendalikan secara efektif.

“Bayangkan, 3,5 juta hektar hutan hanya diperuntukkan bagi 64 orang. Ini adalah sebuah kebodohan. Ini adalah sebuah kegilaan ,” ujarnya.

Menurutnya permasalahan nasional tersebut juga relevan bagi daerah seperti Jember yang memiliki kawasan hutan produksi dan lindung yang cukup luas.

Baca Juga:  WARISAN BUDAYA DAN SILATURAHMI: LOMBA TARI ADAT KECICERAN 2 SAWAL 1447 HIJRIAH MERIAHKAN IDUL FITRI DI PEKON TANJUNG WAYBATANG

Oleh karena itu ia mendorong reformasi tata kelola kehutanan secara menyeluruh. “Ini bukan sekedar soal angka, tapi keselamatan ekosistem dan warga sekitar hutan,” ujarnya.

Pemerintah menargetkan rasio ideal seorang polhut menjaga 2.000 hingga 2.500 hektare kawasan. Artinya Indonesia membutuhkan puluhan ribu personel tambahan untuk mencapai standar tersebut.

“Kalau pakai angka itu, Indonesia butuh tambahan minimal 20.000 polisi hutan.Tetapi, usulan Presiden bahkan lebih ketat sehingga kebutuhan bisa mencapai sekitar 70 ribu personel,” jelasnya.

Selain menambah petugas, pengawasan juga akan dimodernisasi dengan teknologi patroli cerdas.

Kemenhut menyiapkan penggunaan drone dan pesawat ringan untuk mendeteksi dini kebakaran dan pembalakan pembohong.

Langkah itu diharapkan memperkuat perlindungan hutan, termasuk di wilayah Jawa Timur dan Jember. “Deteksi dini harus lebih cepat agar kerusakan tidak meluas,” tambahnya.

Sementara itu, untuk menjaga hutan di Jember terbagi di tiga instansi. Taman Nasional Meru Betiri (TNMB) yang memiliki kawasan hutan di ujung Tenggara Jember, yaitu di Bandealit, Kecamatan Tempurejo.

Selain itu, juga Perhutani dan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA).

Lokasi yang dikawal mulai dari Suaka Marga Satwa Pulau Nusa Barong hingga Cagar Alam Curah Manis Sempolan.Sedangkan Polhut di wilayah Perhutani mencapai 50 orang. “Polhut dan Polhuter di wilayah Perhutani Jember ada 50 orang,” ucap Administratur KPH Perhutani Jember Eko Teguh Prasetyo.

Risiko bencana ekologis akan meningkat jika pengawasan lemah. Sebab kerusakan hutan berdampak langsung pada masyarakat sekitar. (pal)

Berita Terkait

KETUA UMUM GANISA: Mengajak Seluruh Masyarakat Indonesia Peduli Generasi Penerus Bangsa Bersama kita Wujudkan Indonesia Emas
BAZNAS Kota Padang Buka Program Bantuan Penyelesaian Tugas Akhir bagi Mahasiswa
Aktivitas PETI Menggunakan Alat Berat di Kelurahan Muara Lembu, diduga Milik Rauf Tak Tersentu Hukum, APH Diminta Tindak Tegas..
Membongkar Skandal Pajak ‘Siluman’ BPKAD Kota Bima: Diduga Jadi Modus Amankan Mafia Tanah Reklamasi Amahami!.p
LPPK-NTB AKSI DI BRI CABANG BIMA: TOLAK PRAKTIK ASURANSI YANG TAK BERDASAR HUKUM DAN MERUGIKAN MASYARAKAT ,HANYA MENGUNTUNGKAN BANK
Pengurus Pusat UAR Tegaskan Pembentukan Satgas Nasional Penanggulangan Bencana Kekeringan
Direktur Adomart Yudi Siswanto Resmikan Cabang Ketiga di Jati, Perluas Layanan untuk Masyarakat Kota Padang
Berita ini 10 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 22 Juli 2026 - 07:55

KETUA UMUM GANISA: Mengajak Seluruh Masyarakat Indonesia Peduli Generasi Penerus Bangsa Bersama kita Wujudkan Indonesia Emas

Rabu, 22 Juli 2026 - 07:51

H. Muharlion, S.Pd: Pengawasan Orang Tua dan Sekolah Harus Diperkuat Pascainsiden Dugaan Percobaan Pembuatan Bom oleh Pelajar

Selasa, 21 Juli 2026 - 13:03

Aktivitas PETI Menggunakan Alat Berat di Kelurahan Muara Lembu, diduga Milik Rauf Tak Tersentu Hukum, APH Diminta Tindak Tegas..

Minggu, 19 Juli 2026 - 13:40

Membongkar Skandal Pajak ‘Siluman’ BPKAD Kota Bima: Diduga Jadi Modus Amankan Mafia Tanah Reklamasi Amahami!.p

Sabtu, 18 Juli 2026 - 16:57

Jumat, 17 Juli 2026 - 12:43

LPPK-NTB AKSI DI BRI CABANG BIMA: TOLAK PRAKTIK ASURANSI YANG TAK BERDASAR HUKUM DAN MERUGIKAN MASYARAKAT ,HANYA MENGUNTUNGKAN BANK

Jumat, 17 Juli 2026 - 09:38

Pengurus Pusat UAR Tegaskan Pembentukan Satgas Nasional Penanggulangan Bencana Kekeringan

Jumat, 17 Juli 2026 - 09:18

Direktur Adomart Yudi Siswanto Resmikan Cabang Ketiga di Jati, Perluas Layanan untuk Masyarakat Kota Padang

Berita Terbaru