RIOKASYTERWANDRA, S.Sos, MM Kasatpol PP, Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Kuantan Singingi

Kepemimpinan Tanpa Retorika: Bang YD Hadir dan Bertindak di Saat Duka

- Penulis

Selasa, 5 Mei 2026 - 07:13

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gunungsitoli, //TintaPos.Com// – 5 Mei 2026, Ketika banyak pemimpin memilih hadir di panggung seremonial, Bang Yusman Dawolo (Bang YD) justru memilih hadir di tempat yang paling sunyi: rumah duka.

Senin (4/5/2026), Bang YD melalui jajaran DPD Ormas Gerakan Peduli Kota Gunungsitoli mendatangi kediaman almarhumah Marniati Telaumbanua (Ina Uci) di Jalan Golkar, Fadoro Lasara, Dusun V, Kota Gunungsitoli.

Kehadiran ini bukan agenda protokoler. Tidak ada panggung, tidak ada sorotan berlebih. Yang ada hanyalah empati, kepedulian, dan tindakan nyata.
Di tengah suasana haru, Bang YD tidak hanya menyampaikan belasungkawa, tetapi juga menghadirkan dukungan konkret melalui bantuan tali kasih, sebuah pesan kuat bahwa kepemimpinan sejati tidak berhenti pada kata-kata.

Langkah ini sekaligus mempertegas karakter Bang YD sebagai figur yang konsisten hadir di titik-titik krisis masyarakat: saat duka datang, saat rakyat sakit, ketika anak terancam putus sekolah, hingga saat warga kecil berjuang memenuhi kebutuhan hidup.

Di saat sebagian tokoh sibuk membangun citra, Bang YD justru membangun kepercayaan langsung di tengah rakyat.

Dewan Pakar Gerakan Peduli Kota Gunungsitoli, Ir. Armin Telaumbanua, dalam kesempatan tersebut menyampaikan pesan penguatan kepada keluarga agar tidak larut dalam kesedihan dan mampu menemukan harapan di balik duka.

Sementara itu, Sekretaris DPD, Famos Harefa, menegaskan bahwa kehadiran mereka adalah bentuk tanggung jawab moral, bukan sekadar kegiatan organisasi. Penyerahan bantuan oleh Bendahara Yustina Halawa menjadi simbol bahwa kepedulian harus diwujudkan dalam aksi, bukan retorika.

Baca Juga:  Perempuan Ditemukan Meninggal di Muaradua, Polisi Dalami Penyebab Kematian

Bang YD sendiri menegaskan arah gerakan yang ia bangun:
“Gerakan ini adalah rumah bersama. Ketika rakyat sakit, kita hadir. Ketika rakyat berduka, kita tidak boleh absen. Perjuangan itu bukan soal bicara di luar, tetapi sejauh mana kita hadir dan memberi dampak nyata.”

Pernyataan ini menjadi garis tegas yang membedakan antara politik yang sekadar wacana dengan kepemimpinan yang berorientasi tindakan.
Bagi keluarga duka, kehadiran tersebut bukan hanya bantuan, tetapi penguat moral di tengah kehilangan.

“Kami sangat terharu. Kehadiran ini bukan hanya membantu, tetapi menguatkan kami. Ini bukti kepedulian yang tulus,” ungkap keluarga dengan penuh haru.

Di tengah realitas sosial yang sering dipenuhi janji, momen ini menjadi pengingat bahwa kepercayaan publik tidak dibangun dari kata-kata, melainkan dari konsistensi tindakan.

Apa yang dilakukan Bang YD hari ini melalui jajarannya mungkin sederhana, datang, mendengar, membantu. Namun dalam lanskap kepemimpinan, justru di situlah letak pembeda: hadir saat rakyat benar-benar membutuhkan. Dan di titik itu, pemimpin yang peduli menemukan makna paling hakiki, melayani. (Deni Zega)

Berita Terkait

Pemerintah Kuansing Bentuk Tim Penyelesaian Sengketa Lahan Antara Masyarakat Koto Baru dengan PT. RAPP
Dukung Asta Cita Presiden, Panen Raya Jagung di Sikakak Hasilkan 1 Ton
Polda Sumsel Distribusikan 100 Jerigen Cairan Pemadam X-Fire ke 11 Polres
Masyarakat Desak Kapolres Sijunjung Tuntaskan Aktivitas PETI, Jangan Tunggu Bencana, “Jaga Alam Maka Alam Akan Jaga Kita”
Aktivitas PETI di Sijunjung Tak Terbendung, Adanya Dugaan Oknum Polisi Jadi Pemodal
Masyarakat Koto Baru Menanti Keadilan, Pemkab Kuansing Gelar Rapat Penyelesaian Persoalan dengan PT RAPP
RIBUAN MASYARAKAT DAN LEMBAGA ADAT KOTO BARU TANAM BIBIT SAWIT DI LAHAN ULAYAT YANG DIKUASAI PT RAPP
WARGA LAPORKAN DUGAAN PENCEMARAN SUNGAI AMUT OLEH LIMBAH CAIR PKS PT MAS DI TANJUNG PAUH
Berita ini 7 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 7 September 2026 - 15:17

GAZALI TEGAS TIDAK DIAM LAGI: DIGEROGOTI RENTENIR TOFAN RATUSAN JUTA, TIGA LAPORAN DIAJUKAN SEKALIGUS

Senin, 7 September 2026 - 11:46

Teror Dan Ancam Polisi: Rentenir Guru P3K di Bima Terancam di Pecat dan mendekam di penjara.

Senin, 7 September 2026 - 07:28

KETUA BAZNAS NTB SERING TIDAK DI KANTOR, BANTUAN BEROBAT TERUS TERTUNDA — KELUARGA PASIEN KELUAR BIAYA RATUSAN RIBU TANPA HASIL

Minggu, 6 September 2026 - 09:15

ALIANSI MASYARAKAT BERSATU KOTA & KABUPATEN BIMA AKAN GELAR AKSI DAMAI: TOLAK RENTENIR ILEGAL, TEGAKKAN KEADILAN & LINDUNGI MARTABAT WARGA

Kamis, 3 September 2026 - 14:29

BUKAN SATU KORBAN SAJA! Rentenir Tofan Ternyata Teror Banyak Keluarga — Ibu Esti Juga Dihina Kata Kasar & Diancam, Siap Laporkan Tofan Ke Polisi.

Kamis, 3 September 2026 - 07:04

DI HARI YANG SAMA, DUA LAPORAN GEMPARKAN POLRES BIMA KOTA — Istri Korban Laporkan Pemerasan & Pengancaman, DPP BAPEKA-NTB Bongkar Rentenir Ilegal Seorang Guru  

Rabu, 2 September 2026 - 16:46

RUSTAM, SH. (PENASEHAT HUKUM BAPEKA-NTB): PRAKTIK PEMERASAN RENTENIR OLEH SEORANG ABDI NEGARA DI KOTA BIMA — MENCORONG NAMA BAIK INSTITUSI PENDIDIKAN

Rabu, 2 September 2026 - 06:53

BAPEKA-NTB AKAN LAPORKAN “TFN” (LAMPE) KE POLRES BIMA KOTA — RENTENIR YANG MANFAATKAN MEDIA SOSIAL UNTUK MEMERAS DAN MEMPERMALUKAN WARGA

Berita Terbaru