Sulut //TintaPos.Com// – Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Bhayangkara ke-80 Tahun 2026 sekaligus mengamalkan nilai-nilai spiritual “Jumat Berkah”, Direktorat Polisi Perairan dan Udara (Ditpolairud) Polda Sulawesi Utara menggelar bakti sosial yang berbeda.
Bukan sekadar membagi bantuan dari darat, rombongan dipimpin langsung oleh Direktur Polairud, Kombes Pol Bayuaji Yudha Prajas, S.H., M.H., menembus laut menggunakan Kapal Polisi XV SBU 2002 buatan Amerika Serikat yang mampu melaju hingga 47 knot.
Kapal patroli canggih ini, dikemudikan oleh Kapten Kapal Bripka Muhammad Arwan, menjadi simbol bahwa teknologi kepolisian maritim tidak hanya digunakan untuk penegakan hukum, tetapi juga sebagai sarana mendekatkan diri kepada masyarakat pesisir yang hidup di kepulauan.
Tepat pukul 13.30 WITA, kapal bersandar di Dermaga Perjuangan, Kelurahan Papusungan, dan disambut hangat oleh Forkopimca, perangkat kelurahan, serta warga setempat. Kehadiran polisi di atas kapal patroli bukan untuk mengawasi, melainkan untuk melayani dengan sepenuh hati.
Suasana haru biru sekaligus penuh keberkahan menyelimuti perairan Kecamatan Lembeh Selatan, Kota Bitung, pada Jumat (03/07/2026).
Bakti sosial kali ini memiliki sentuhan khusus yang sangat relevan dengan kondisi geografis Lembeh. Selain menyerahkan tali asih berupa sembako kepada lansia dan warga kurang mampu, Ditpolairud Polda Sulut memberikan kursi roda yang difungsikan secara spesifik sebagai alat bantu mobilitas bagi para lansia saat naik-turun kapal atau perahu.
Di wilayah kepulauan di mana transportasi laut adalah urat nadi kehidupan sehari-hari, aksesibilitas menjadi tantangan nyata. Bantuan ini bukan sekadar donasi, melainkan solusi praktis yang lahir dari pemahaman mendalam terhadap kebutuhan konkret masyarakat pesisir.
“Kegiatan ini merupakan wujud kedekatan antara Polri dan masyarakat yang harus terus kita pererat. Berbagi sedekah di hari Jumat sangat dianjurkan karena pahalanya dilipatgandakan, namun lebih dari itu, kami ingin memastikan bahwa Polri selalu hadir di tengah masyarakat kapan pun dibutuhkan,” ujar Kombes Pol Bayuaji Yudha Prajas saat menyerahkan bantuan.
Ia menekankan bahwa bantuan diberikan dengan keikhlasan, dan pesan utamanya adalah: “Jangan lihat apa yang ada di dalam paket bantuan, tapi rasakan kehadiran kami sebagai pelindung dan pelayan yang siap siaga.”
Selain bantuan material, personel Ditpolairud juga melakukan penyuluhan keselamatan berlalu lintas di perairan kepada masyarakat setempat. Materi disampaikan dengan bahasa yang sederhana dan empatik, mengingat banyak nelayan dan warga pesisir yang bergantung pada laut untuk mencari nafkah.
Pendekatan humanis ini membuat edukasi tidak terasa menggurui, melainkan seperti nasihat dari kakak yang peduli pada keselamatan adiknya.
Sementara itu, Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Kecamatan Lembeh, Tirso Mamadoa, menyampaikan ucapan terima kasih yang mendalam.
Ia menyebut momen ini sebagai “berkah luar biasa” bagi para lansia di Dermaga Perjuangan. “Bantuan kursi roda ini sangat berarti karena memudahkan mereka beraktivitas di dermaga.
Kami berharap kolaborasi baik ini tidak berhenti di Papusungan, tetapi merambah ke seluruh kelurahan pesisir di Pulau Lembeh. Ini adalah bukti bahwa polisi benar-benar memahami kehidupan kami,” ungkapnya dengan nada penuh syukur.
Kegiatan ini dihadiri oleh sejumlah pejabat kunci, termasuk Kasubdit Polairud Kompol Karel Tangay, Komandan Kapal Kresna 7004 Mabes Polri Kompol Rudy Sanjaya, Kepala Tim SAR Kompol Thalib, Kapolsek Lembeh AKP Demron Talolang, Kasat Polairud Polres Bitung IPDA Johnny Marisi, serta Camat Lembeh Selatan Raples Paulus Masoara. Kehadiran tokoh-tokoh ini merupakan bahwa pelayanan kemanusiaan di wilayah perairan adalah tanggung jawab kolektif yang membutuhkan sinergi solid antar-instansi.
Melalui bakti sosial di Lembeh Selatan ini, Ditpolairud Polda Sulut mengirimkan pesan kuat bahwa transformasi kepolisian maritim masa depan adalah institusi yang tangguh secara operasional namun tetap lembut di hati.
Penggunaan kapal patroli berteknologi tinggi untuk misi kemanusiaan, pemberian kursi roda berbasis kebutuhan lokal, dan edukasi keselamatan yang empatik adalah trilogi pelayanan yang mencerminkan esensi sejati “Polri Untuk Masyarakat”.
Di usia ke-80 tahun Bhayangkara, aksi nyata di perairan Lembeh ini membuktikan bahwa kekuatan terbesar Polri terletak pada kemampuannya merangkul, memahami, dan mencintai masyarakat tanpa syarat.
Selamat HUT Bhayangkara ke-80! Teruslah berlayar membawa harapan dan kehangatan ke setiap sudut Nusantara.





















