JAKARTA //TintaPos.Com// – Ukhuwah Al-Fatah Rescue (UAR) Korda Jakarta Utara menunjukkan kepeduliannya terhadap para pengungsi mancanegara yang terlantar di sekitar Kantor Komisioner Tinggi PBB untuk Pengungsi (UNHCR) Jakarta Selatan. Rabu (22/7/2026) Tim UAR Korda tersebut menyantuni para pengungsi dengan memberikan makan berupa nasi hangat sebanyak 30 box.
Penyantunan konsumsi tersebut dilakukan oleh Tim UAR yang terdiri Ali Aceng, Purwandi dan Farhan. Mereka tiba di lokasi sekitar pukul 17.00 WIB dan langsung berkoordinasi dengan Indra, petugas keamanan UNHCR.
“Saat kami datang tidak banyak pengungsi yang berada di sekitar kantor UNHCR. Beberapa di antara mereka sedang tidur. Sebagian nasi box langsung kami bagikan kepada para pengungsi yang berkemah di sana. Sebagian lagi untuk para pengungsi yang masih berada di tempat lain,” ujar Ali Aceng, Ketua Tim UAR Jakarta Utara dalam Laporannya, Kamis (23/7/2026).
Untuk memastikan santunan makan dapat diterima para pengungsi, Tim UAR bersama petugas keamanan UNHCR menyusuri sejumlah masjid di sekitar lokasi, di antaranya Masjid Al-Ikhsan dan Masjid Al-Bayinah. Namun, para pengungsi tidak ditemukan di kedua lokasi tersebut.
Setelah berkosolidasi, Tim UAR dan pihak keamanan UNHCR akhirnya sepakat sisa nasi box dibagikan sekitar pukul 21.00 hingga 22.00 WIB oleh pihak keamanan, saat diperkirakan para pengungsi kembali berkumpul di lokasi.
“Kegiatan sosial ini merupakan bentuk kepedulian berkelanjutan Ukhuwah Al-Fatah Rescue terhadap para pengungsi mancanegara yang menghadapi keterbatasan tempat tinggal dan kebutuhan dasar,” kata Ali Aceng.
Sebelumnya, UAR Korda Jakarta Barat, dan Jaktimsel juga telah menyalurkan bantuan makan kepada para pengungsi di sekitar Kantor UNHCR Jakarta. Menurut Pembina UAR Wilayah Jabodetabek Banten, Edy Siswanto, sore ini (23/7/2026) giliran UAR Korda Bekasi akan membagikan nasi box kepada para pengungsi.
“Bantuan tersebut merupakan wujud nyata semangat kemanusiaan Ukhuwah Al-Fatah Rescue dan kepedulian terhadap sesama, tanpa membedakan latar belakang maupun kewarganegaraan,” ujar Edy Siswanto.
Melalui kegiatan tersebut, UAR berharap bantuan sederhana berupa makanan dapat sedikit meringankan beban para pengungsi sekaligus menjadi bagian dari ikhtiar membangun kepedulian sosial di tengah masyarakat.
Berdasarkan data UNHCR Indonesia per April 2026, sebanyak 12.261 pengungsi dan pencari suaka terdaftar di Indonesia. Mereka berasal dari berbagai negara, dengan kelompok terbesar dari Afghanistan, Myanmar, dan Somalia.
Komposisi tersebut terdiri atas 68 persen orang dewasa, 30 persen anak-anak, dan 2 persen lansia. Di antara kelompok dewasa, 69 persen merupakan laki-laki dan 31 persen perempuan.
Saat berkunjung ke Kantor UNHCR Jakarta Jum’at pekan lalu, Pembina UAR Pusat Drs. Asep Faturahman mendapat informasi dari petugas UNHCR, sekitar 30 pengungsi hampir setiap hari berkemah di trotoar sekitar Kantor UNHCR. (AM)





















