Pemprov Sumbar Ajukan Perubahan KUA-PPAS 2026, Fokus pada Pemulihan Pascabencana dan Penguatan Ekonomi Daerah

- Penulis

Selasa, 28 Juli 2026 - 11:16

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Padang- //Tintapos.com//– Pemerintah Provinsi Sumatera Barat secara resmi menyampaikan Nota Pengantar Rancangan Perubahan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Perubahan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) Tahun Anggaran 2026 dalam rapat paripurna DPRD Provinsi Sumatera Barat, Senin (27/7/2026). Penyampaian tersebut disampaikan oleh Wakil Gubernur Sumatera Barat, Vasko Ruseimy.

 

Perubahan KUA-PPAS 2026 disusun sebagai respons terhadap berbagai perkembangan strategis, di antaranya pemulihan pascabencana yang terjadi pada akhir 2025, penyesuaian terhadap visi dan misi kepala daerah, serta sinkronisasi dengan program prioritas nasional. Selain itu, penyusunan dokumen tersebut juga mengacu pada perubahan RKPD Tahun 2026 sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

 

Dalam paparannya, Wakil Gubernur menyampaikan bahwa perekonomian Sumatera Barat mulai menunjukkan tren positif. Pada Triwulan I Tahun 2026, ekonomi Sumbar tumbuh sebesar 5,02 persen (year-on-year), meningkat dibandingkan triwulan sebelumnya yang terdampak bencana hidrometeorologi. Inflasi diproyeksikan kembali berada pada kisaran sasaran nasional seiring percepatan pemulihan daerah.

 

Pemerintah Provinsi juga menyoroti sejumlah tantangan pembangunan, mulai dari peningkatan daya saing daerah, pemerataan layanan pendidikan dan kesehatan, penanganan stunting, penguatan sektor UMKM, hingga mitigasi bencana. Untuk itu, arah kebijakan pembangunan difokuskan pada percepatan pertumbuhan ekonomi, penguatan daya beli masyarakat, penurunan kemiskinan, pengembangan sektor unggulan, perluasan kesempatan kerja, serta peningkatan efisiensi belanja daerah.

Baca Juga:  Nobar Pesta bola Dunia 2026 Jadi Ajang Silaturahmi, Polsek Muara Padang Pererat Kedekatan Dengan Masyarakat

 

Dari sisi fiskal, target pendapatan daerah dalam rancangan perubahan diproyeksikan turun dari sekitar Rp6,29 triliun menjadi Rp6,27 triliun. Sementara itu, belanja daerah meningkat dari sekitar Rp6,40 triliun menjadi Rp7,08 triliun untuk mendukung berbagai program prioritas, termasuk pemulihan pascabencana dan pembangunan daerah.

 

Di sisi pembiayaan, Pemerintah Provinsi memproyeksikan masih terdapat defisit anggaran yang akan ditutup melalui pembiayaan daerah, termasuk pemanfaatan Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SiLPA) Tahun Anggaran 2025 sesuai hasil pemeriksaan BPK.

 

Pemerintah Provinsi berharap pembahasan Rancangan Perubahan KUA-PPAS 2026 bersama DPRD dapat berjalan sesuai jadwal dan menghasilkan kesepakatan yang mampu mengakomodasi kebutuhan pembangunan serta aspirasi masyarakat Sumatera Barat, dengan tetap memperhatikan kapasitas keuangan daerah(*Ziqro)

Berita Terkait

Kejanggalan Proyek di Matakando: Lokasi Berubah, Lurah Tak Tahu, Kabid PUPR: “Sudah Usulan Warga”
PMT Prof. Dr. Hamka Padang Perkuat Nilai Kepedulian, Zulkifli Aziz Jenguk Wakil Asrama Putri yang Sakit
BUKA FAKTA BARU ASET SITAAN NEGARA DI SANTI DIJUAL & DISEWAKAN-TERKAIT KASUS TPPU MANTAN KABID PNFI DIKPORA KOTA BIMA TERBENGKALAI LEBIH DARI SATU DEKADE.
Aniaya Pelajar di Bawah Umur, Anggota Buser Satresnarkoba Polres Bima Kota Dilaporkan ke Pidum dan Propam.
Sekretaris Jenderal BAPEKA‑NTB: Laporkan ke Propam & Wasidik Polda NTB — Oknum Polres Bima Kota “Ind” Diduga Jadi Tameng & Penagih Taufan, Ke Brigadir Ghazali dan Istrinya.
SERUAN AKSI “AKBAR INVALIDE”TUNTUT PEMUSNAHAN OBAT KEDALUWARSA & TRANSPARANSI PENGELOLAAN
Teror Dan Ancam Polisi: Rentenir Guru P3K di Bima Terancam di Pecat dan mendekam di penjara.
Buntut Pasca-Sidak, LATSKAR Kunci Bukti Korupsi Serasuba Tantang Kajari Bima Buka Gelar Perkara & Penetapan Tersangka Terbuka
Berita ini 17 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 21 Oktober 2026 - 14:00

Genset Mini, Rampok Miliaran: Mega Proyek RSUD, DAK 170 Miliar Di duga Seret Petinggi Daerah

Minggu, 18 Oktober 2026 - 03:27

DIDUGA PEMOTONGAN DANA P3-TGAI 2026 DI BIMA-DOMPU, LP2SDA SIAP LAPORKAN KE KEJAKSAAN AGUNG

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 05:31

Muklisin Dorong Sekolah Rakyat Jadi Jalan Anak Kuansing Raih Masa Depan Lebih Baik

Jumat, 16 Oktober 2026 - 11:29

WALAU TAK SEBESAR HARAPAN, TAPI PENUH KETULUSAN — BPJS KESEHATAN BIMA SALURKAN BANTUAN PEMUGARAN MUSHOLLAH RIADU SHOALIHIN

Kamis, 15 Oktober 2026 - 14:50

BAPEKA-NTB BUKA KAIN KAFAN ASET NEGARA YANG HILANG DI BIMA — MAHKAMAH AGUNG & KEJATI DIY SIAP TINDAK

Kamis, 15 Oktober 2026 - 11:29

BAPEMPERDA DPRD KOTA BIMA GELAR RAPAT KERJA, BAHAS RAPERDA PRAKARSA DPRD TENTANG KETERTIBAN UMUM DAN KETENTERAMAN MASYARAKAT

Senin, 12 Oktober 2026 - 05:53

Aroma Korupsi Pengadaan Genset Rp.4,8 Miliar RSUD Kota bima: Aktifis Laporkan ke Kejari Bima.

Jumat, 9 Oktober 2026 - 09:24

SKANDAL RSUD KOTA BIMA: Pengadaan Genset 4,8 Miliar Diduga “MARK’ UP” Dan Libatkan Perusahaan cangkang.!!

Berita Terbaru