RIOKASYTERWANDRA, S.Sos, MM Kasatpol PP, Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Kuantan Singingi

BANTATAN KASUS PEMERASAN: KOORDINATOR PT SMU SANGKAL TUDUHAN, AKUI ANTAR KE TERMINAL TAPI TAK ADA INTIMIDASI

- Penulis

Sabtu, 18 April 2026 - 12:18

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

DOMPU, NTB //TintaPos.Com// – Menanggapi pemberitaan dan tudingan yang beredar terkait dugaan pemerasan terhadap empat Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI), pihak manajemen PT Sukses Mandiri Utama (SMU) akhirnya buka suara.

Melalui perwakilannya, H. Muhrim, SH selaku Koordinator PT SMU wilayah Bima dan Dompu, ia membantah keras seluruh tuduhan yang menyebutkan adanya praktik pemerasan, pencaci-makian, hingga pengusiran secara tidak manusiawi terhadap korban bernama Rugaya dan ketiga temannya.

Menurut Pak Muhrim, kronologi yang disampaikan oleh pihak korban dan keluarga tidak sesuai dengan fakta yang sebenarnya terjadi.

“Saya Sendiri yang Antar ke Terminal”

Dalam keterangannya, Muhrim membeberkan fakta bahwa dirinya sendiri yang secara langsung menjemput dan mengantar keempat CPMI tersebut menuju terminal bus.

“Saya tegaskan, tidak ada kejadian seperti yang diberitakan. Bahkan pada saat mereka memutuskan untuk pulang, saya sendiri yang mengantar mereka sampai ke terminal, memastikan mereka naik ke Bus Rasa Sayang dengan aman dan selamat,” ujar Muhrim dengan tegas.

Ia menegaskan, selama proses pengantaran tersebut, suasana berjalan kondusif dan tidak ada sedikitpun tanda-tanda kekerasan, intimidasi, atau teriakan sebagaimana yang dituduhkan. Jika benar terjadi perlakuan semena-mena atau paksaan membayar uang jutaan rupiah, tentu hal tersebut akan terlihat dari kondisi fisik atau sikap mereka saat diantar.

Baca Juga:  Ikatan Mahasiswa Tigo Lurah Audiensi Bersama Bupati Solok, Soroti Ketimpangan Pendidikan di Daerah Terpencil

Tidak Ada Unsur Paksaan

Muhrim juga menekankan bahwa keputusan keempat CPMI tersebut untuk kembali ke Bima adalah murni keinginan sendiri, bukan karena diusir atau dipaksa keluar secara kasar.

Ia mempertanyakan logika tuduhan yang menyebutkan bahwa mereka baru berada satu hari lalu dipaksa bayar Rp8 juta. Menurutnya, mekanisme perusahaan memiliki standar operasional prosedur (SOP) yang jelas, dan hal-hal seperti biaya administrasi atau ganti rugi biasanya dibicarakan secara transparan, bukan dengan cara mengintimidasi sampai menangis.

“Kami sangat menjaga nama baik perusahaan dan citra dunia penempatan TKI. Tidak mungkin kami melakukan tindakan yang merugikan dan menyakiti masyarakat yang sebenarnya ingin kami bantu,” tambahnya.

Hingga saat ini, pihak PT SMU menyatakan siap untuk mempertanggungjawabkan segala hal terkait operasional mereka dan berharap masalah ini bisa diselesaikan dengan cara musyawarah atau melalui jalur hukum yang benar, bukan melalui pemberitaan yang dinilai tidak sesuai fakta.

Red.

Berita Terkait

Polda Sumsel Distribusikan 100 Jerigen Cairan Pemadam X-Fire ke 11 Polres
Masyarakat Desak Kapolres Sijunjung Tuntaskan Aktivitas PETI, Jangan Tunggu Bencana, “Jaga Alam Maka Alam Akan Jaga Kita”
Aktivitas PETI di Sijunjung Tak Terbendung, Adanya Dugaan Oknum Polisi Jadi Pemodal
Masyarakat Koto Baru Menanti Keadilan, Pemkab Kuansing Gelar Rapat Penyelesaian Persoalan dengan PT RAPP
RIBUAN MASYARAKAT DAN LEMBAGA ADAT KOTO BARU TANAM BIBIT SAWIT DI LAHAN ULAYAT YANG DIKUASAI PT RAPP
WARGA LAPORKAN DUGAAN PENCEMARAN SUNGAI AMUT OLEH LIMBAH CAIR PKS PT MAS DI TANJUNG PAUH
Kunjungi Posko Karhutla 04 Sako, Kapolres Banyuasin Beri Dukungan dan Apresiasi kepada Petugas
Pangdam XIX Tuanku Tambusai Tinjau Jembatan Perintis Garuda, Perkuat Akses Warga Rohil
Berita ini 56 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 7 September 2026 - 11:13

Polda Sumsel Distribusikan 100 Jerigen Cairan Pemadam X-Fire ke 11 Polres

Rabu, 2 September 2026 - 01:39

Aktivitas PETI di Sijunjung Tak Terbendung, Adanya Dugaan Oknum Polisi Jadi Pemodal

Senin, 31 Agustus 2026 - 11:28

Masyarakat Koto Baru Menanti Keadilan, Pemkab Kuansing Gelar Rapat Penyelesaian Persoalan dengan PT RAPP

Minggu, 30 Agustus 2026 - 07:32

RIBUAN MASYARAKAT DAN LEMBAGA ADAT KOTO BARU TANAM BIBIT SAWIT DI LAHAN ULAYAT YANG DIKUASAI PT RAPP

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 12:56

WARGA LAPORKAN DUGAAN PENCEMARAN SUNGAI AMUT OLEH LIMBAH CAIR PKS PT MAS DI TANJUNG PAUH

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 10:55

Kunjungi Posko Karhutla 04 Sako, Kapolres Banyuasin Beri Dukungan dan Apresiasi kepada Petugas

Kamis, 27 Agustus 2026 - 14:50

Pangdam XIX Tuanku Tambusai Tinjau Jembatan Perintis Garuda, Perkuat Akses Warga Rohil

Kamis, 27 Agustus 2026 - 05:44

Kaposek Kuantan Hilir Lakukan Restorative Justice (RJ) Kedua Belah Pihak Sepakat Berdamai

Berita Terbaru