Ternyata Ini Pola Penyaluran LPG yang Sebabkan Kelangkaan – Hasil Klarifikasi Agen dan Pangkalan

- Penulis

Rabu, 24 Juni 2026 - 01:52

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KOTA BIMA – //Tintapos.com// – Selasa, 23 Juni 2026 -Kelangkaan dan mahalnya harga gas LPG bersubsidi di wilayah Lelamase diduga bukan karena pasokan terputus, melainkan disebabkan pola penyaluran yang tidak sesuai aturan dan penyimpangan dalam pembagian kuota. Hal ini terungkap setelah dilakukan klarifikasi langsung ke pihak pangkalan dan agen penyalur.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, pasokan LPG tidak diantarkan langsung ke lokasi pangkalan resmi, melainkan diambil di pinggir jalan pada malam hari. Pihak pangkalan juga mengemukakan alasan tidak bisa menjual sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET), yaitu harus menanggung biaya operasional tambahan di luar ketentuan resmi, salah satunya menyebutkan membayar biaya jasa pengangkut sebesar Rp1.000 per tabung.

Menyikapi hal tersebut, saat dikonfirmasi kepada Pak Agus, perwakilan PT Bima Indah Gemilang selaku perusahaan agen resmi yang melayani wilayah Lelamase, Nitu, dan Oi Fo’o, ia memberikan penjelasan lengkap.

Menurutnya, kendaraan pengangkut dinilai tidak bisa mencapai lokasi pangkalan secara langsung karena dianggap berbahaya, sehingga pola penyerahan di jalan tersebut sudah disepakati sejak awal. Terkait biaya Rp1.000 per tabung, Pak Agus menegaskan: “Hal itu wajar diberikan untuk para pengangkut, yang penting biaya itu tidak dimintai oleh sopir dari pihak kami. Kami juga memahami kondisi di lapangan terkait hal ini.”

Terkait waktunya, Pak Agus menjelaskan:

“Memang mobil pengangkut untuk wilayah Kota Bima keluar dari SPBE sebagai titik penyaluran terakhir paling lambat pukul 20.00 WITA, bahkan proses pengiriman bisa berlangsung hingga pukul 01.00 dini hari.”

Ia juga menegaskan atas nama PT Bima Indah Gemilang, bahwa distribusi dari pihak agen ke pangkalan berjalan lancar dan tidak pernah ada kekurangan pasokan dari perusahaan. Bahkan, pada hari libur pemerintah yang biasanya tidak ada alokasi, Pertamina masih memberikan kebijakan khusus agar penyaluran tetap dapat berjalan.

Baca Juga:  Posyandu ILP Tolitoli Dorong Lansia Rutin Periksa Kesehatan

Namun di sisi lain, terdeteksi dugaan penyimpangan yang lebih mendasar. Diduga kuat, sebagian besar alokasi kuota yang diterima pangkalan justru disalurkan terlebih dahulu kepada kerabat dan keluarganya sendiri. Praktik ini membuat stok untuk masyarakat umum menjadi sangat terbatas, sehingga memicu kelangkaan di tingkat konsumen, bahkan dijual dengan harga mencapai Rp30.000 per tabung, jauh melampaui harga eceran yang ditetapkan pemerintah.

Padahal, Perda secara tegas melarang penyerahan dan penjualan LPG di luar mekanisme yang telah ditetapkan.

Menyikapi rangkaian permasalahan ini, pihak LSM menegaskan bahwa peran pengawas di tingkat paling bawah tidak boleh dikesampingkan:

“RT, RW, serta Babinsa dan Babinkamtibmas tidak boleh menutup mata terhadap persoalan ini. Harus segera dilakukan evaluasi mendalam dan pengawasan ketat agar pola penyaluran kembali sesuai aturan dan hak masyarakat terpenuhi,” tegas perwakilan LSM.

Akibat pola yang terjadi saat ini, masyarakat yang berhak mendapatkan pasokan dengan harga terjangkau justru kesulitan mencarinya atau terpaksa membeli dengan harga jauh di atas HET.

Untuk mengungkap kebenaran sepenuhnya, diperlukan pengecekan resmi terhadap data jumlah kuota yang diberikan PT Bima Indah Gemilang selaku agen, serta pola pembagian stok yang dilakukan pangkalan tersebut.

Hingga berita ini diturunkan, instansi pengawas terkait belum memberikan tanggapan resmi.

Red.

Berita Terkait

Kisah Haru Perjuangan Guru di Tigo Jangko, Motor Rusak di Tengah Sulitnya Akses Jalan
GIAT JUMAT BERKAH: DIREKTUR MEDIA PATROLIKRIMINAL86.COM & TIM SALURKAN BANTUAN KE PANTI ASUHAN BAIHAQI UMAR
REMBUG STUNTING DI DESA PANGKALAN BENTENG, CAMAT TALANG KELAPA HADIRI KEGIATAN KONVERGENSI PENCEGAHAN STUNTING
Pembina Utama AWG Imbau Umat Islam Berpartisipasi Penyelenggaraan Bulan Solidaritas Palestina
Gerakan Peduli Kasih Jum’at Berkah yang di Taja Oleh PPWI Riau dan Tim Media Kembali Melaksanakan di Desa Ketaping Jaya
Ketua GP Ansor Kabupaten Solok Riki Rizo Namzah Hadiri Peringatan Hari Santri Nasional 2026 di Ponpes Darul Tauhid
Polisi Peduli Pengangguran “Bersama Polri Bangun Masa Depan” : Kapolsek Kuantan Mudik AKP Anra Nosa Hadir di Tengah Masyarakat Meretas Pengangguran
Aktivitas PETI Menggunakan Alat Berat Marak di Kelurahan Muara Lembu Kecamatan Singingi, Warga Desak Aparat Bertindak Tegas
Berita ini 32 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 02:01

Kisah Haru Perjuangan Guru di Tigo Jangko, Motor Rusak di Tengah Sulitnya Akses Jalan

Jumat, 23 Oktober 2026 - 10:24

GIAT JUMAT BERKAH: DIREKTUR MEDIA PATROLIKRIMINAL86.COM & TIM SALURKAN BANTUAN KE PANTI ASUHAN BAIHAQI UMAR

Kamis, 22 Oktober 2026 - 14:57

Pembina Utama AWG Imbau Umat Islam Berpartisipasi Penyelenggaraan Bulan Solidaritas Palestina

Kamis, 22 Oktober 2026 - 12:35

Gerakan Peduli Kasih Jum’at Berkah yang di Taja Oleh PPWI Riau dan Tim Media Kembali Melaksanakan di Desa Ketaping Jaya

Kamis, 22 Oktober 2026 - 09:46

Ketua GP Ansor Kabupaten Solok Riki Rizo Namzah Hadiri Peringatan Hari Santri Nasional 2026 di Ponpes Darul Tauhid

Kamis, 22 Oktober 2026 - 07:47

Polisi Peduli Pengangguran “Bersama Polri Bangun Masa Depan” : Kapolsek Kuantan Mudik AKP Anra Nosa Hadir di Tengah Masyarakat Meretas Pengangguran

Kamis, 22 Oktober 2026 - 04:05

Aktivitas PETI Menggunakan Alat Berat Marak di Kelurahan Muara Lembu Kecamatan Singingi, Warga Desak Aparat Bertindak Tegas

Rabu, 21 Oktober 2026 - 13:53

Lapak Baru Berdiri di Batang Arau, Padahal Ada Plang Larangan Berjualan, Kadis Pariwisata Disorot Masyarakat

Berita Terbaru