Ketua Umum Kombatpol Anton Pratama Hadiri Kegiatan Bakesbangpol DKI Jakarta tentang Peningkatan Sistem Deteksi Dini dan Cegah Dini ATHG

- Penulis

Rabu, 29 Juli 2026 - 04:27

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta-//Tintapos.com//- Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Komunitas Sahabat TNI & Polri (Kombatpol) DKI Jakarta turut berpartisipasi dalam kegiatan yang diselenggarakan oleh Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Provinsi DKI Jakarta bertajuk “Peningkatan Sistem Deteksi Dini dan Cegah Dini ATHG (Ancaman, Tantangan, Hambatan, dan Gangguan)”.

 

Kegiatan yang dilaksanakan di Hotel Tavia Heritage, Cempaka Putih, Jakarta Pusat, pada Selasa (28/7/2026) ini menjadi forum strategis dalam memperkuat sinergi antara pemerintah daerah, aparat keamanan, dan organisasi kemasyarakatan dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketahanan sosial masyarakat.

 

Selain diikuti jajaran DPD DKI Kombatpol, kegiatan ini juga dihadiri oleh Ketua Umum Kombatpol, Anton Pratama, sebagai bentuk dukungan langsung terhadap penguatan sinergi antara organisasi kemasyarakatan dengan pemerintah dalam menjaga keamanan, ketertiban, dan ketahanan sosial di tengah masyarakat.

 

Acara dibuka secara resmi oleh Kepala Bakesbangpol Provinsi DKI Jakarta yang diwakili oleh Kepala Bidang Kewaspadaan Nasional dan Penanganan Konflik Bakesbangpol Provinsi DKI Jakarta, Handoko Murhesatriarso, S.STP., M.Si. Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya keterlibatan seluruh elemen masyarakat, khususnya organisasi kemasyarakatan dan komunitas, dalam membangun sistem deteksi dini yang efektif guna mengantisipasi berbagai potensi ancaman yang dapat mengganggu kehidupan bermasyarakat di Jakarta.

 

Kegiatan ini dihadiri oleh lima unsur organisasi kemasyarakatan dan komunitas yang menjadi mitra strategis Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. DPD DKI Kombatpol menjadi salah satu organisasi yang mendapatkan undangan dan mengirimkan sebanyak 18 peserta untuk mengikuti seluruh rangkaian kegiatan.

 

Pada sesi pemaparan materi, Direktur Samapta Polda Metro Jaya yang diwakili oleh AIPDA M.P. Ambarita menjelaskan pentingnya sistem deteksi dini dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. Beliau memaparkan tujuan penerapan sistem deteksi dini, metode pelaksanaannya, serta langkah-langkah pencegahan terhadap berbagai bentuk ATHG yang berpotensi terjadi di lingkungan masyarakat. Dalam paparannya, beliau juga menegaskan bahwa peran aktif organisasi kemasyarakatan, termasuk Kombatpol, sangat dibutuhkan sebagai mitra strategis dalam membantu upaya deteksi dan pencegahan dini di lapangan.

 

Sementara itu, Wisnu Permadi, Staf Khusus Gubernur DKI Jakarta Bidang Pembangunan Sumber Daya Manusia, menyampaikan materi mengenai arah kebijakan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam merancang arsitektur perlindungan masyarakat. Beliau menjelaskan konsep Jakarta yang prediktif dan partisipatif melalui penguatan sinergi antara pemerintah, aparat keamanan, dan komunitas masyarakat dalam mewujudkan keamanan publik yang responsif, inklusif, dan berkelanjutan.

Baca Juga:  KASI INTEL KEJARI BIMA BANTAH TUDUHAN KETIDAKADILAN: "PENUNTUTAN DAN PENERBITAN P-21 SUDAH SESUAI ALAT BUKTI DAN ATURAN HUKUM, BERKAS PELAKU ANAK DAN DEWASA TIDAK BISA DIGABUNG"

 

Dalam sesi diskusi dan tanya jawab, Ketua DPD DKI Kombatpol, Sirun Muyassirun, M.Pd, memperoleh kesempatan untuk menyampaikan pertanyaan terkait mekanisme pelaporan hasil deteksi dini yang dilakukan oleh organisasi kemasyarakatan kepada pemerintah maupun aparat terkait. Pertanyaan tersebut mendapat apresiasi karena menyoroti pentingnya adanya saluran komunikasi dan koordinasi yang jelas antara masyarakat dan pemerintah dalam upaya pencegahan dini terhadap berbagai potensi gangguan keamanan dan sosial.

 

Pada kesempatan yang sama, Sirun juga memperkenalkan secara singkat profil dan kiprah Kombatpol sebagai organisasi kemasyarakatan yang bergerak di bidang sosial, kemanusiaan, pendidikan, dakwah, dan kebangsaan. Ia menjelaskan bahwa Kombatpol memiliki komitmen untuk terus menjalin kerja sama dan memperkuat sinergi dengan pemerintah, TNI, dan Polri dalam berbagai program pemberdayaan masyarakat, penguatan nilai-nilai kebangsaan, serta pembinaan karakter dan kepedulian sosial.

 

Ketua Umum Kombatpol, Anton Pratama, menyampaikan bahwa keikutsertaan Kombatpol dalam kegiatan ini merupakan bentuk komitmen organisasi untuk terus mendukung program pemerintah dalam menciptakan situasi yang aman, tertib, dan kondusif melalui penguatan peran masyarakat dalam sistem deteksi dini dan pencegahan berbagai potensi gangguan.

 

Partisipasi aktif DPD DKI Kombatpol bersama Ketua Umum Kombatpol dalam kegiatan ini menjadi wujud nyata komitmen organisasi dalam mendukung program-program pemerintah di bidang ketahanan sosial dan keamanan masyarakat. Keikutsertaan peserta dari Kombatpol juga menunjukkan keseriusan organisasi dalam meningkatkan kapasitas anggotanya agar mampu berkontribusi secara positif dalam sistem deteksi dini dan cegah dini ATHG di lingkungan masing-masing.

 

Melalui kolaborasi yang erat antara pemerintah daerah, aparat keamanan, dan organisasi kemasyarakatan, diharapkan upaya mewujudkan Jakarta yang aman, tangguh, prediktif, dan partisipatif dapat terus diperkuat demi terciptanya kehidupan masyarakat yang harmonis dan kondusif.

Berita Terkait

Kejanggalan Proyek di Matakando: Lokasi Berubah, Lurah Tak Tahu, Kabid PUPR: “Sudah Usulan Warga”
PMT Prof. Dr. Hamka Padang Perkuat Nilai Kepedulian, Zulkifli Aziz Jenguk Wakil Asrama Putri yang Sakit
BUKA FAKTA BARU ASET SITAAN NEGARA DI SANTI DIJUAL & DISEWAKAN-TERKAIT KASUS TPPU MANTAN KABID PNFI DIKPORA KOTA BIMA TERBENGKALAI LEBIH DARI SATU DEKADE.
Aniaya Pelajar di Bawah Umur, Anggota Buser Satresnarkoba Polres Bima Kota Dilaporkan ke Pidum dan Propam.
Sekretaris Jenderal BAPEKA‑NTB: Laporkan ke Propam & Wasidik Polda NTB — Oknum Polres Bima Kota “Ind” Diduga Jadi Tameng & Penagih Taufan, Ke Brigadir Ghazali dan Istrinya.
SERUAN AKSI “AKBAR INVALIDE”TUNTUT PEMUSNAHAN OBAT KEDALUWARSA & TRANSPARANSI PENGELOLAAN
Teror Dan Ancam Polisi: Rentenir Guru P3K di Bima Terancam di Pecat dan mendekam di penjara.
Buntut Pasca-Sidak, LATSKAR Kunci Bukti Korupsi Serasuba Tantang Kajari Bima Buka Gelar Perkara & Penetapan Tersangka Terbuka
Berita ini 22 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 21 Oktober 2026 - 14:00

Genset Mini, Rampok Miliaran: Mega Proyek RSUD, DAK 170 Miliar Di duga Seret Petinggi Daerah

Minggu, 18 Oktober 2026 - 03:27

DIDUGA PEMOTONGAN DANA P3-TGAI 2026 DI BIMA-DOMPU, LP2SDA SIAP LAPORKAN KE KEJAKSAAN AGUNG

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 05:31

Muklisin Dorong Sekolah Rakyat Jadi Jalan Anak Kuansing Raih Masa Depan Lebih Baik

Jumat, 16 Oktober 2026 - 11:29

WALAU TAK SEBESAR HARAPAN, TAPI PENUH KETULUSAN — BPJS KESEHATAN BIMA SALURKAN BANTUAN PEMUGARAN MUSHOLLAH RIADU SHOALIHIN

Kamis, 15 Oktober 2026 - 14:50

BAPEKA-NTB BUKA KAIN KAFAN ASET NEGARA YANG HILANG DI BIMA — MAHKAMAH AGUNG & KEJATI DIY SIAP TINDAK

Kamis, 15 Oktober 2026 - 11:29

BAPEMPERDA DPRD KOTA BIMA GELAR RAPAT KERJA, BAHAS RAPERDA PRAKARSA DPRD TENTANG KETERTIBAN UMUM DAN KETENTERAMAN MASYARAKAT

Senin, 12 Oktober 2026 - 05:53

Aroma Korupsi Pengadaan Genset Rp.4,8 Miliar RSUD Kota bima: Aktifis Laporkan ke Kejari Bima.

Jumat, 9 Oktober 2026 - 09:24

SKANDAL RSUD KOTA BIMA: Pengadaan Genset 4,8 Miliar Diduga “MARK’ UP” Dan Libatkan Perusahaan cangkang.!!

Berita Terbaru