RIOKASYTERWANDRA, S.Sos, MM Kasatpol PP, Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Kuantan Singingi

Awal Juli 2026 Diwarnai Gempa dan Erupsi Gunung Anak Krakatau, UAR Tingkatkan Kesiapsiagaan Personel

- Penulis

Senin, 6 Juli 2026 - 03:10

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BOGOR //TintaPos.Com// – Memasuki pekan pertama Juli 2026, sejumlah aktivitas kegempaan dan vulkanik terjadi di berbagai wilayah Indonesia. BMKG mencatat gempa bumi tektonik mengguncang Halmahera Barat, Maluku Utara, dan Kabupaten Sumba Barat, Nusa Tenggara Timur. Sementara itu, Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda kembali mengalami erupsi dengan kolom abu mencapai 200 meter di atas puncak.

Gempa pertama terjadi pada Jumat (3/7/2026) pukul 09.31 WIB di wilayah Halmahera Barat, Maluku Utara. Berdasarkan analisis BMKG, gempa berkekuatan Magnitudo 6,2 tersebut berpusat di laut pada kedalaman 104 kilometer, sekitar 56 kilometer barat daya Pulau Doi.

Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG, Dr. Wijayanto, menjelaskan gempa tersebut merupakan gempa menengah yang dipicu aktivitas deformasi batuan di dalam lempeng Laut Maluku dengan mekanisme pergerakan geser naik (oblique thrust fault).

“Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami,” jelas Wijayanto dalam keterangan resminya, Jumat.

Getaran gempa dirasakan dengan intensitas III-IV MMI di Halmahera Utara, III MMI di Ternate, Tidore, Sanana, dan Morotai, serta II-III MMI di Manado, Kota Gorontalo, Gorontalo Utara, dan Bone Bolango.

Masih pada hari yang sama, Jumat pukul 11.50 WIB, Gunung Anak Krakatau kembali mengalami erupsi. Berdasarkan laporan Pos Pengamatan Gunung Api Anak Krakatau, tinggi kolom abu teramati sekitar 200 meter di atas puncak atau sekitar 357 meter di atas permukaan laut.

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menyatakan bahwa saat ini Gunung Anak Krakatau masih berada pada Status Level III (Siaga). Masyarakat, wisatawan, maupun pendaki direkomendasikan tidak mendekati kawasan gunung atau melakukan aktivitas dalam radius 3 kilometer dari kawah aktif demi menjaga keselamatan.

Selanjutnya, pada Sabtu (4/7/2026) pukul 00.14 WIB atau 01.14 WIT, gempa bumi kembali terjadi di wilayah Kabupaten Sumba Barat, Nusa Tenggara Timur. BMKG memperbarui parameter gempa menjadi Magnitudo 4,8 dengan pusat gempa berada sekitar 8 kilometer timur laut Waikabubak pada kedalaman 9 kilometer. Gempa dangkal tersebut dipicu oleh aktivitas sesar aktif.

Baca Juga:  Gudang di kecamatan Matuari, Diduga Dijadikan Tempat Penimbunan BBM Ilegal, Inisial RI : Saya Pemilik Gudang, Unit, Tandon Dan Drom Bos Nya Bukan Saya

Kepala Stasiun Geofisika Kupang, Arief Tyastama, mengatakan gempa dirasakan di Sumba Barat, Sumba Tengah, Sumba Timur, dan Tambolaka dengan intensitas III MMI. “Hingga saat ini belum ada laporan mengenai kerusakan bangunan sebagai dampak gempabumi tersebut,” ujar Arief Tyastama dalam keterangan resminya. BMKG juga memastikan gempa di Sumba tidak berpotensi tsunami dan hingga pukul 01.44 WIB belum terpantau adanya gempa susulan.

UAR Tingkatkan Kesiapsiagaan

Menyikapi meningkatnya aktivitas kebencanaan di berbagai daerah tersebut, Pengurus Pusat Ukhuwah Al-Fatah Rescue (UAR) mengingatkan kembali kepada seluruh pengurus dan anggota Koordinator Wilayah (Korwil) UAR se-Indonesia agar meningkatkan kesiapsiagaan personel dan peralatan.

‘Kami minta seluruh Korwil meningkatkan pemantauan terhadap perkembangan informasi kebencanaan dari BMKG, PVMBG, BNPB maupun BPBD setempat. Cek kesiapan personel, sarana-prasarana, peralatan penyelamatan dan komunikasi, serta memastikan koordinasi internal tetap berjalan apabila sewaktu-waktu dibutuhkan untuk mendukung operasi kemanusiaan,” ujar Ketua Umum UAR H. Endang Sudrajat di Bogor, Sabtu (4/7/2026)

Selain itu, seluruh anggota UAR diimbau untuk tidak mudah menyebarkan informasi yang belum terverifikasi, tetap mengutamakan keselamatan personel dalam setiap aktivitas, serta siap memberikan dukungan kemanusiaan apabila terjadi kondisi darurat di wilayah masing-masing sesuai SOP yan sudah ditetapkan.

Dengan meningkatnya aktivitas gempa bumi dan vulkanik pada awal Juli ini, kesiapsiagaan seluruh elemen, baik pemerintah, masyarakat maupun organisasi relawan, menjadi bagian penting dalam upaya meminimalkan risiko serta mempercepat respons apabila terjadi bencana.[AM]

Berita Terkait

Polda Sumsel Distribusikan 100 Jerigen Cairan Pemadam X-Fire ke 11 Polres
Masyarakat Desak Kapolres Sijunjung Tuntaskan Aktivitas PETI, Jangan Tunggu Bencana, “Jaga Alam Maka Alam Akan Jaga Kita”
Aktivitas PETI di Sijunjung Tak Terbendung, Adanya Dugaan Oknum Polisi Jadi Pemodal
Masyarakat Koto Baru Menanti Keadilan, Pemkab Kuansing Gelar Rapat Penyelesaian Persoalan dengan PT RAPP
RIBUAN MASYARAKAT DAN LEMBAGA ADAT KOTO BARU TANAM BIBIT SAWIT DI LAHAN ULAYAT YANG DIKUASAI PT RAPP
WARGA LAPORKAN DUGAAN PENCEMARAN SUNGAI AMUT OLEH LIMBAH CAIR PKS PT MAS DI TANJUNG PAUH
Kunjungi Posko Karhutla 04 Sako, Kapolres Banyuasin Beri Dukungan dan Apresiasi kepada Petugas
Pangdam XIX Tuanku Tambusai Tinjau Jembatan Perintis Garuda, Perkuat Akses Warga Rohil
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 7 September 2026 - 11:13

Polda Sumsel Distribusikan 100 Jerigen Cairan Pemadam X-Fire ke 11 Polres

Rabu, 2 September 2026 - 01:39

Aktivitas PETI di Sijunjung Tak Terbendung, Adanya Dugaan Oknum Polisi Jadi Pemodal

Senin, 31 Agustus 2026 - 11:28

Masyarakat Koto Baru Menanti Keadilan, Pemkab Kuansing Gelar Rapat Penyelesaian Persoalan dengan PT RAPP

Minggu, 30 Agustus 2026 - 07:32

RIBUAN MASYARAKAT DAN LEMBAGA ADAT KOTO BARU TANAM BIBIT SAWIT DI LAHAN ULAYAT YANG DIKUASAI PT RAPP

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 12:56

WARGA LAPORKAN DUGAAN PENCEMARAN SUNGAI AMUT OLEH LIMBAH CAIR PKS PT MAS DI TANJUNG PAUH

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 10:55

Kunjungi Posko Karhutla 04 Sako, Kapolres Banyuasin Beri Dukungan dan Apresiasi kepada Petugas

Kamis, 27 Agustus 2026 - 14:50

Pangdam XIX Tuanku Tambusai Tinjau Jembatan Perintis Garuda, Perkuat Akses Warga Rohil

Kamis, 27 Agustus 2026 - 05:44

Kaposek Kuantan Hilir Lakukan Restorative Justice (RJ) Kedua Belah Pihak Sepakat Berdamai

Berita Terbaru