RIOKASYTERWANDRA, S.Sos, MM Kasatpol PP, Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Kuantan Singingi

Mengerikan Walikota Bekasi Nyaris di Serang Warga Pakai Golok Saat Menertibkan Pedagang Kaki Lima

- Penulis

Senin, 9 Februari 2026 - 02:14

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kota Bekasi Jawa Barat //TintaPos.Com// – Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto merespons terkait video dirinya mendapatkan ancaman golok dari warga saat menertibkan pedagang kaki lima (PKL).

Peristiwa yang terjadi di wilayah Teluk Pucung, Bekasi Utara pun viral, Tri menegaskan, pihaknya telah memberikan imbauan kepada pedagang sebelum penertiban dilakukan.

Dalam kesempatan itu, Tri hadir bersama Kapolres Metro Bekasi Kota Kombes Kusumo Wahyu Bintoro.

“Tentu sudah ada imbauan sebelumnya petugas jadi kami minta untuk dapat melakukan secara persuasif,” ucap Tri, Minggu (8/2/2026).

Terkait ancaman golok dari warga, Tri mengaku tidak terlalu khawatir. Dia lebih khawatir saat pelanggaran yang dilakukan masyarakat justru sengaja dibiarkan.

Baca Juga:  KELUARGA TOLAK BANTAHAN! TASRIF: ITU BUKAN BANTUAN, ITU BUKTI MEREKA DIPAKSA PULANG!

“Saya bukan khawatir kepada goloknya tetapi khawatir jika masyarakat sering melanggar peraturan dan ini akan menjadi kebiasaan. Lama-lama jadi pembiaran, akhirnya para pelanggar merasa dirinya paling benar,” ucapnya.

Politisi PDIP itu mengatakan, kemarahan yang muncul dari pria dalam video tersebut merupakan bentuk akumulasi, yang pada akhirnya dilakukan penindakan. Sebab, selama ini para pelanggar dengan nyaman tidak dilakukan penindakan padahal telah melanggar aturan.

“Nah kemarahan ini lah bentuk akumulasi pembiaran selama bertahun-tahun ketika nggak pernah ditindak,” katanya.

(Sunardi TP)

Berita Terkait

Aktivitas PETI di Sijunjung Tak Terbendung, Adanya Dugaan Oknum Polisi Jadi Pemodal
Masyarakat Koto Baru Menanti Keadilan, Pemkab Kuansing Gelar Rapat Penyelesaian Persoalan dengan PT RAPP
RIBUAN MASYARAKAT DAN LEMBAGA ADAT KOTO BARU TANAM BIBIT SAWIT DI LAHAN ULAYAT YANG DIKUASAI PT RAPP
WARGA LAPORKAN DUGAAN PENCEMARAN SUNGAI AMUT OLEH LIMBAH CAIR PKS PT MAS DI TANJUNG PAUH
Kunjungi Posko Karhutla 04 Sako, Kapolres Banyuasin Beri Dukungan dan Apresiasi kepada Petugas
Pangdam XIX Tuanku Tambusai Tinjau Jembatan Perintis Garuda, Perkuat Akses Warga Rohil
Kaposek Kuantan Hilir Lakukan Restorative Justice (RJ) Kedua Belah Pihak Sepakat Berdamai
Aktivitas PETI Merajalela, Kapolres Pasaman Barat Masih Diam Saat Dikonfirmasi
Berita ini 28 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 31 Agustus 2026 - 11:28

Masyarakat Koto Baru Menanti Keadilan, Pemkab Kuansing Gelar Rapat Penyelesaian Persoalan dengan PT RAPP

Minggu, 30 Agustus 2026 - 07:32

RIBUAN MASYARAKAT DAN LEMBAGA ADAT KOTO BARU TANAM BIBIT SAWIT DI LAHAN ULAYAT YANG DIKUASAI PT RAPP

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 12:56

WARGA LAPORKAN DUGAAN PENCEMARAN SUNGAI AMUT OLEH LIMBAH CAIR PKS PT MAS DI TANJUNG PAUH

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 10:55

Kunjungi Posko Karhutla 04 Sako, Kapolres Banyuasin Beri Dukungan dan Apresiasi kepada Petugas

Kamis, 27 Agustus 2026 - 14:50

Pangdam XIX Tuanku Tambusai Tinjau Jembatan Perintis Garuda, Perkuat Akses Warga Rohil

Kamis, 27 Agustus 2026 - 05:44

Kaposek Kuantan Hilir Lakukan Restorative Justice (RJ) Kedua Belah Pihak Sepakat Berdamai

Kamis, 27 Agustus 2026 - 05:04

Aktivitas PETI Merajalela, Kapolres Pasaman Barat Masih Diam Saat Dikonfirmasi

Kamis, 27 Agustus 2026 - 04:40

Ikhtiar Hadapi Kemarau dan Ancaman Karhutla, Polda Sumsel Gelar Sholat Istisqo

Berita Terbaru