RIOKASYTERWANDRA, S.Sos, MM Kasatpol PP, Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Kuantan Singingi

Banjir Melanda Desa Glundengan Dan Terendam Cukup Parah

- Penulis

Senin, 2 Maret 2026 - 08:08

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jember //TintaPos.Com// – Hingga Minggu (1/3) pagi kemarin, air luapan dari sungai masih menggenangi halaman rumah dan jalan.
Akibat hujan deras dan lama Dusun Sumberejo, Desa Glundengan, Kecamatan Wuluhan banjir Sabtu (28/2) malam.

Banjir di lokasi ini menggenangi tiga RT dan tiga RW. Masing-masing di RT 035 RW 011, RT 036 dan 037 RW 012, Dusun Sumberejo, desa setempat.

Curah hujan tinggi di Jember dan sekitarnya mengakibatkan banjir di Kecamatan Ajung, Jenggawah, Wuluhan, dan Kecamatan Ambulu.

Kapolsek Wuluhan Iptu Handoko Dhardak Saputro mengatakan, banjir sudah surut setelah sempat menggenangi banyak lokasi.

“Untuk banjir akibat hujan deras pada Sabtu (28/2) tidak separah sebelumnya. Karena meskipun hujan deras tidak selama sebelumnya. Kini hanya terjadi genangan tetapi tidak separah awal bulan Februari lalu,” imbuhnya.

Baca Juga:  Tangkap Pelaku Pemurnian emas ilegal Terbesar di Desa Petai, Merupakan Biang Kerok Pencemaran Lingkungan

Untuk ketinggian air pada Minggu (1/3) masih setinggi lutut orang dewasa. “Biasanya banjir besar itu kalau air sungai Bedadung banjir. Hingga mengakibatkan anak sungai bedadung meluap dan meluber ke rumah warga dan jalan,” pungkasnya.
Dhardak mengimbau kepada warga untuk tetap waspada ketika terjadi hujan deras dan lama.

“Dikhawatirkan ada banjir kiriman dari bagian hulu. Karena kalau wilayah hulu hujan deras maka banjir bisa datang secara tiba-tiba,” kata Kapolsek Wuluhan.

“Ketinggian air yang menggenangi halaman rumah dan jalan sudah mulai surut di banding ketinggian air pada Sabtu malam,” katanya kemarin.Warga sekitar pun mulai bersih-bersih begitu air surut.(pal)

Berita Terkait

Pemerintah Kuansing Bentuk Tim Penyelesaian Sengketa Lahan Antara Masyarakat Koto Baru dengan PT. RAPP
Dukung Asta Cita Presiden, Panen Raya Jagung di Sikakak Hasilkan 1 Ton
Polda Sumsel Distribusikan 100 Jerigen Cairan Pemadam X-Fire ke 11 Polres
Masyarakat Desak Kapolres Sijunjung Tuntaskan Aktivitas PETI, Jangan Tunggu Bencana, “Jaga Alam Maka Alam Akan Jaga Kita”
Aktivitas PETI di Sijunjung Tak Terbendung, Adanya Dugaan Oknum Polisi Jadi Pemodal
Masyarakat Koto Baru Menanti Keadilan, Pemkab Kuansing Gelar Rapat Penyelesaian Persoalan dengan PT RAPP
RIBUAN MASYARAKAT DAN LEMBAGA ADAT KOTO BARU TANAM BIBIT SAWIT DI LAHAN ULAYAT YANG DIKUASAI PT RAPP
WARGA LAPORKAN DUGAAN PENCEMARAN SUNGAI AMUT OLEH LIMBAH CAIR PKS PT MAS DI TANJUNG PAUH
Berita ini 13 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 7 September 2026 - 15:17

GAZALI TEGAS TIDAK DIAM LAGI: DIGEROGOTI RENTENIR TOFAN RATUSAN JUTA, TIGA LAPORAN DIAJUKAN SEKALIGUS

Senin, 7 September 2026 - 11:46

Teror Dan Ancam Polisi: Rentenir Guru P3K di Bima Terancam di Pecat dan mendekam di penjara.

Senin, 7 September 2026 - 07:28

KETUA BAZNAS NTB SERING TIDAK DI KANTOR, BANTUAN BEROBAT TERUS TERTUNDA — KELUARGA PASIEN KELUAR BIAYA RATUSAN RIBU TANPA HASIL

Minggu, 6 September 2026 - 09:15

ALIANSI MASYARAKAT BERSATU KOTA & KABUPATEN BIMA AKAN GELAR AKSI DAMAI: TOLAK RENTENIR ILEGAL, TEGAKKAN KEADILAN & LINDUNGI MARTABAT WARGA

Kamis, 3 September 2026 - 14:29

BUKAN SATU KORBAN SAJA! Rentenir Tofan Ternyata Teror Banyak Keluarga — Ibu Esti Juga Dihina Kata Kasar & Diancam, Siap Laporkan Tofan Ke Polisi.

Kamis, 3 September 2026 - 07:04

DI HARI YANG SAMA, DUA LAPORAN GEMPARKAN POLRES BIMA KOTA — Istri Korban Laporkan Pemerasan & Pengancaman, DPP BAPEKA-NTB Bongkar Rentenir Ilegal Seorang Guru  

Rabu, 2 September 2026 - 16:46

RUSTAM, SH. (PENASEHAT HUKUM BAPEKA-NTB): PRAKTIK PEMERASAN RENTENIR OLEH SEORANG ABDI NEGARA DI KOTA BIMA — MENCORONG NAMA BAIK INSTITUSI PENDIDIKAN

Rabu, 2 September 2026 - 06:53

BAPEKA-NTB AKAN LAPORKAN “TFN” (LAMPE) KE POLRES BIMA KOTA — RENTENIR YANG MANFAATKAN MEDIA SOSIAL UNTUK MEMERAS DAN MEMPERMALUKAN WARGA

Berita Terbaru