RIOKASYTERWANDRA, S.Sos, MM Kasatpol PP, Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Kuantan Singingi

Aksi 1.000 Lilin dan Napak Tilas Jilid VI Digelar, Keluarga dan Aliansi Tuntut Keadilan untuk Lucky dan Delfi

- Penulis

Senin, 9 Maret 2026 - 21:39

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kupang //Tintapos.Com// – Keluarga korban bersama Aliansi Keadilan untuk Lucky & Delfi menggelar Aksi 1.000 Lilin dan Napak Tilas Jilid VI untuk mengenang dua tahun kematian Lucky Renaldy Kristian Sanu alias Lucky Sanu dan Delfi Yuliana Susana Foes alias Delfi Foes, Senin (9/3/2026). 🕯️

Aksi tersebut dilakukan dengan menyalakan lilin di sejumlah titik yang berkaitan dengan peristiwa kematian kedua korban. Rangkaian kegiatan dimulai dari makam Lucky Sanu, kemudian dilanjutkan ke tempat kejadian perkara (TKP), dan diakhiri di makam Delfi Foes.

Meski diguyur hujan, keluarga korban dan massa aksi tetap mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan penuh haru dan tekad. Hujan tidak menyurutkan langkah mereka untuk terus menyuarakan tuntutan keadilan bagi kedua korban.

Aksi ini menjadi momen refleksi sekaligus pengingat bahwa kasus kematian Lucky Sanu dan Delfi Foes tidak boleh dilupakan hingga keadilan benar-benar ditegakkan.

Dalam orasinya, Aktivis Pemuda Mahasiswa sekaligus penggiat sosial, Sandiang Kaya Ndapa Namung, menegaskan bahwa aksi tersebut bukan sekadar berkumpul, melainkan bentuk perjuangan untuk menuntut keadilan.

“Hari ini kita berdiri bukan hanya berkumpul, tetapi kita hadir untuk menuntut keadilan atas kematian Lucky dan Delfi. Yang menjadi pertanyaan publik adalah siapa saja pelaku utama dalam kasus ini yang sampai sekarang belum terungkap sepenuhnya,” tegasnya.

Ia juga menyampaikan kritik terhadap Polda Nusa Tenggara Timur (NTT) yang dinilai belum sepenuhnya membuka fakta kasus secara transparan kepada publik. Menurutnya, masyarakat berhak mengetahui perkembangan penanganan perkara tersebut agar tidak menimbulkan kecurigaan terhadap proses hukum yang sedang berjalan.

Sandiang menilai gerakan yang dilakukan oleh keluarga korban dan aliansi bukan hanya untuk mengenang kedua korban, tetapi juga menjadi simbol perjuangan keadilan di Nusa Tenggara Timur, sekaligus ujian bagi penegakan hukum agar benar-benar berpihak pada kebenaran.

Selain itu, ia menuntut agar para pelaku yang telah ditetapkan sebagai tersangka dijatuhi hukuman berat sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku sehingga memberikan efek jera.

Ia juga mendesak Polda NTT untuk terus mengusut tuntas kasus tersebut, termasuk membuka kemungkinan adanya tersangka baru agar seluruh pihak yang terlibat dapat dimintai pertanggungjawaban secara hukum.

Sementara itu, Ketua Aliansi Keadilan untuk Lucky & Delfi, Andi Sanjaya, menyampaikan bahwa pihaknya menerima informasi terbaru terkait perkembangan penanganan kasus tersebut.

Baca Juga:  SHOWROOM JOKOWI MOBIL DI LAPORKAN KE POLSEK RAMBIPUJI DAN POLRES JEMBER

Menurutnya, Polda NTT saat ini sedang menyiapkan surat perintah baru yang membuka kemungkinan adanya tersangka lain dalam kasus pembunuhan Lucky dan Delfi.

“Informasi yang kami terima, Polda NTT sementara menyiapkan surat perintah baru yang mengarah pada kemungkinan bahwa bukan hanya dua orang saja yang menjadi tersangka dalam kasus pembunuhan Lucky dan Delfi,” ujarnya.

Andi mengajak masyarakat untuk terus mengawal proses hukum agar seluruh pihak yang diduga terlibat dapat segera ditangkap dan diproses sesuai hukum yang berlaku.

Ia menegaskan bahwa aksi seribu lilin dan napak tilas tersebut bukan sekadar kegiatan simbolis, tetapi menjadi peringatan bagi aparat penegak hukum agar mempercepat penuntasan kasus tersebut.

“Jika dalam waktu dekat tidak ada perkembangan signifikan, keluarga korban bersama aliansi akan menggelar aksi yang lebih besar di depan Polda NTT,” katanya.

Pada kesempatan yang sama, Koordinator Umum Ikatan Paguyuban Flitirosa (IPF), Sherly Tade, menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah hadir dan memberikan dukungan kepada keluarga korban.

Ia juga meminta agar pemberitaan terkait kasus ini terus disuarakan sehingga masyarakat mengetahui bahwa kematian Lucky Sanu dan Delfi Foes bukan karena kecelakaan, melainkan pembunuhan.

Sherly menambahkan bahwa keluarga korban telah menunggu kepastian hukum selama dua tahun terakhir sejak peristiwa tersebut terjadi.

“Sudah dua tahun berlalu sejak 9 Maret 2024 sampai hari ini. Kami berharap Polda NTT benar-benar berjalan maju dalam menangani kasus ini, bukan berjalan di tempat, apalagi mundur,” ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa keluarga korban akan kembali menggelar aksi yang lebih besar apabila dalam waktu dekat tidak ada perkembangan berarti dalam penanganan perkara tersebut.

Suasana aksi semakin haru ketika kakak kandung Lucky Sanu membacakan puisi untuk mengenang adiknya. Dengan suara bergetar dan air mata yang tak terbendung, ia menyampaikan kerinduan serta harapan agar keadilan segera ditegakkan bagi Lucky Sanu dan Delfi Foes.

Aksi 1.000 lilin dan napak tilas Jilid VI tersebut kemudian ditutup dengan doa bersama di makam Delfi Foes.

Dalam kesempatan itu juga disampaikan bahwa rekonstruksi kasus direncanakan berlangsung pada 13 Maret 2026, dengan titik awal di Terminal Oebufu dan berakhir di lokasi kejadian di Jalan Sam Ratulangi, Kota Kupang.

Berita Terkait

Pemerintah Kuansing Bentuk Tim Penyelesaian Sengketa Lahan Antara Masyarakat Koto Baru dengan PT. RAPP
Dukung Asta Cita Presiden, Panen Raya Jagung di Sikakak Hasilkan 1 Ton
Polda Sumsel Distribusikan 100 Jerigen Cairan Pemadam X-Fire ke 11 Polres
Masyarakat Desak Kapolres Sijunjung Tuntaskan Aktivitas PETI, Jangan Tunggu Bencana, “Jaga Alam Maka Alam Akan Jaga Kita”
Aktivitas PETI di Sijunjung Tak Terbendung, Adanya Dugaan Oknum Polisi Jadi Pemodal
Masyarakat Koto Baru Menanti Keadilan, Pemkab Kuansing Gelar Rapat Penyelesaian Persoalan dengan PT RAPP
RIBUAN MASYARAKAT DAN LEMBAGA ADAT KOTO BARU TANAM BIBIT SAWIT DI LAHAN ULAYAT YANG DIKUASAI PT RAPP
WARGA LAPORKAN DUGAAN PENCEMARAN SUNGAI AMUT OLEH LIMBAH CAIR PKS PT MAS DI TANJUNG PAUH
Berita ini 39 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 7 September 2026 - 15:17

GAZALI TEGAS TIDAK DIAM LAGI: DIGEROGOTI RENTENIR TOFAN RATUSAN JUTA, TIGA LAPORAN DIAJUKAN SEKALIGUS

Senin, 7 September 2026 - 11:46

Teror Dan Ancam Polisi: Rentenir Guru P3K di Bima Terancam di Pecat dan mendekam di penjara.

Senin, 7 September 2026 - 07:28

KETUA BAZNAS NTB SERING TIDAK DI KANTOR, BANTUAN BEROBAT TERUS TERTUNDA — KELUARGA PASIEN KELUAR BIAYA RATUSAN RIBU TANPA HASIL

Minggu, 6 September 2026 - 09:15

ALIANSI MASYARAKAT BERSATU KOTA & KABUPATEN BIMA AKAN GELAR AKSI DAMAI: TOLAK RENTENIR ILEGAL, TEGAKKAN KEADILAN & LINDUNGI MARTABAT WARGA

Kamis, 3 September 2026 - 14:29

BUKAN SATU KORBAN SAJA! Rentenir Tofan Ternyata Teror Banyak Keluarga — Ibu Esti Juga Dihina Kata Kasar & Diancam, Siap Laporkan Tofan Ke Polisi.

Kamis, 3 September 2026 - 07:04

DI HARI YANG SAMA, DUA LAPORAN GEMPARKAN POLRES BIMA KOTA — Istri Korban Laporkan Pemerasan & Pengancaman, DPP BAPEKA-NTB Bongkar Rentenir Ilegal Seorang Guru  

Rabu, 2 September 2026 - 16:46

RUSTAM, SH. (PENASEHAT HUKUM BAPEKA-NTB): PRAKTIK PEMERASAN RENTENIR OLEH SEORANG ABDI NEGARA DI KOTA BIMA — MENCORONG NAMA BAIK INSTITUSI PENDIDIKAN

Rabu, 2 September 2026 - 06:53

BAPEKA-NTB AKAN LAPORKAN “TFN” (LAMPE) KE POLRES BIMA KOTA — RENTENIR YANG MANFAATKAN MEDIA SOSIAL UNTUK MEMERAS DAN MEMPERMALUKAN WARGA

Berita Terbaru