RIOKASYTERWANDRA, S.Sos, MM Kasatpol PP, Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Kuantan Singingi

Mudik Lebaran 2026, Pemkab Banyuwangi Siapkan 10 Pos Kesehatan di Jalur Strategis

- Penulis

Selasa, 17 Maret 2026 - 01:02

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Banyuwangi //TintaPos.Com// – Pemkab Banyuwangi menyediakan pos kesehatan pada 10 titik, ditempatkan di kawasan yang banyak diakses warga.
Pemkab Banyuwangi
Pemerintah Kabupaten Banyuwangi menyiapkan sepuluh pos kesehatan di sejumlah titik strategis selama arus mudik Lebaran 2026. Pos layanan ini disediakan untuk membantu masyarakat, pemudik, hingga pengemudi yang membutuhkan pemeriksaan kesehatan selama perjalanan.

Mujiono Wakil Bupati Banyuwangi mengatakan, pos kesehatan tersebut beroperasi mulai 13 hingga 25 Maret 2026 dan ditempatkan di lokasi-lokasi yang banyak dilalui masyarakat.

Pada mudik Lebaran tahun 2026 ini, disediakan pos kesehatan pada sepuluh titik, ditempatkan di kawasan yang banyak diakses warga. Kami juga sediakan di wilayah perbatasan seperti di Kalibaru, Wongsorejo hingga Paltuding Ijen,” kata Mujiono dalam keterangan resmi yang diterima Tintapos.com, Senin (16/3/2026).

Sepuluh titik pos kesehatan tersebut tersebar di berbagai simpul transportasi dan ruang publik. Lokasinya antara lain Terminal Rogojampi, Terminal Gambiran, Pelabuhan Ketapang, Stasiun Ketapang, Bandara Banyuwangi, serta pusat Kecamatan Genteng.

Selain itu, pos kesehatan juga ditempatkan di Masjid Baiturrohman Kalibaru, Ruang Terbuka Hijau (RTH) Kalibaru, Taman Sritanjung yang menjadi posko gabungan bersama Polresta Banyuwangi, serta kawasan Paltuding Ijen yang menjadi jalur wisata populer.

“Selain itu di Masjid Baiturrohman Kalibaru, RTH Kalibaru, Taman Sritanjung posko gabungan bersama Polresta, juga Paltuding Ijen juga kami tempatkan pos kesehatan,” jelas Mujiono.

Baca Juga:  Aneh...!!! Istri Perangkat Desa dan BPD Desa di Kuansing Terima BLT Kesra, PJ Kades Bilang Gak Tau

Amir Hidayat Kepala Dinas Kesehatan Banyuwangi menambahkan, pos kesehatan tersebut menyediakan berbagai layanan medis dasar. Layanan yang diberikan meliputi pemeriksaan kesehatan, konsultasi medis, pertolongan pertama pada kondisi darurat, stabilisasi pasien sebelum dirujuk, hingga rujukan ke fasilitas kesehatan terdekat.

“Tenaga kesehatan yang bertugas berasal dari rumah sakit, puskesmas, dan klinik di Banyuwangi,” ujar Amir.

Selain membuka pos kesehatan di jalur mudik, pemerintah daerah juga menyiagakan fasilitas kesehatan yang ada di wilayah Banyuwangi. Sebanyak 13 unit gawat darurat (UGD) rumah sakit dan 18 puskesmas rawat inap disiapkan untuk tetap beroperasi selama 24 jam.

Langkah tersebut dilakukan agar penanganan kegawatdaruratan dapat dilakukan dengan cepat dan terkoordinasi selama periode mudik dan libur Lebaran.

Untuk memastikan layanan kesehatan tetap dapat diakses masyarakat, Dinas Kesehatan Banyuwangi juga membuka 13 puskesmas rawat jalan siaga selama hari libur dengan jam operasional pukul 08.00 hingga 14.00 WIB.

“Melalui langkah ini, Pemkab Banyuwangi berkomitmen memastikan selama periode arus mudik dan libur Lebaran masyarakat tetap memperoleh akses pelayanan kesehatan yang cepat, aman, dan responsif, serta mampu mengantisipasi berbagai potensi kejadian kegawatdaruratan di jalur perjalanan maupun di lingkungan masyarakat,” kata Amir. (Tim)

Berita Terkait

Pemerintah Kuansing Bentuk Tim Penyelesaian Sengketa Lahan Antara Masyarakat Koto Baru dengan PT. RAPP
Dukung Asta Cita Presiden, Panen Raya Jagung di Sikakak Hasilkan 1 Ton
Polda Sumsel Distribusikan 100 Jerigen Cairan Pemadam X-Fire ke 11 Polres
Masyarakat Desak Kapolres Sijunjung Tuntaskan Aktivitas PETI, Jangan Tunggu Bencana, “Jaga Alam Maka Alam Akan Jaga Kita”
Aktivitas PETI di Sijunjung Tak Terbendung, Adanya Dugaan Oknum Polisi Jadi Pemodal
Masyarakat Koto Baru Menanti Keadilan, Pemkab Kuansing Gelar Rapat Penyelesaian Persoalan dengan PT RAPP
RIBUAN MASYARAKAT DAN LEMBAGA ADAT KOTO BARU TANAM BIBIT SAWIT DI LAHAN ULAYAT YANG DIKUASAI PT RAPP
WARGA LAPORKAN DUGAAN PENCEMARAN SUNGAI AMUT OLEH LIMBAH CAIR PKS PT MAS DI TANJUNG PAUH
Berita ini 17 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 7 September 2026 - 15:17

GAZALI TEGAS TIDAK DIAM LAGI: DIGEROGOTI RENTENIR TOFAN RATUSAN JUTA, TIGA LAPORAN DIAJUKAN SEKALIGUS

Senin, 7 September 2026 - 11:46

Teror Dan Ancam Polisi: Rentenir Guru P3K di Bima Terancam di Pecat dan mendekam di penjara.

Senin, 7 September 2026 - 07:28

KETUA BAZNAS NTB SERING TIDAK DI KANTOR, BANTUAN BEROBAT TERUS TERTUNDA — KELUARGA PASIEN KELUAR BIAYA RATUSAN RIBU TANPA HASIL

Minggu, 6 September 2026 - 09:15

ALIANSI MASYARAKAT BERSATU KOTA & KABUPATEN BIMA AKAN GELAR AKSI DAMAI: TOLAK RENTENIR ILEGAL, TEGAKKAN KEADILAN & LINDUNGI MARTABAT WARGA

Kamis, 3 September 2026 - 14:29

BUKAN SATU KORBAN SAJA! Rentenir Tofan Ternyata Teror Banyak Keluarga — Ibu Esti Juga Dihina Kata Kasar & Diancam, Siap Laporkan Tofan Ke Polisi.

Kamis, 3 September 2026 - 07:04

DI HARI YANG SAMA, DUA LAPORAN GEMPARKAN POLRES BIMA KOTA — Istri Korban Laporkan Pemerasan & Pengancaman, DPP BAPEKA-NTB Bongkar Rentenir Ilegal Seorang Guru  

Rabu, 2 September 2026 - 16:46

RUSTAM, SH. (PENASEHAT HUKUM BAPEKA-NTB): PRAKTIK PEMERASAN RENTENIR OLEH SEORANG ABDI NEGARA DI KOTA BIMA — MENCORONG NAMA BAIK INSTITUSI PENDIDIKAN

Rabu, 2 September 2026 - 06:53

BAPEKA-NTB AKAN LAPORKAN “TFN” (LAMPE) KE POLRES BIMA KOTA — RENTENIR YANG MANFAATKAN MEDIA SOSIAL UNTUK MEMERAS DAN MEMPERMALUKAN WARGA

Berita Terbaru