RIOKASYTERWANDRA, S.Sos, MM Kasatpol PP, Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Kuantan Singingi

Keseruan Balap Dokar,Ingatkan Kejayaan Transportasi Masa Lampau

- Penulis

Rabu, 15 April 2026 - 00:40

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jember //TintaPos.Com// – Debu tipis terangkat setiap roda kayu berputar semakin cepat, derap kaki kuda terdengar berat namun teratur, menarik dokar melaju cepat di lintasan. Roda kayu berputar tanpa henti, berpikir bahwa kendaraan tradisional selalu identik dengan perjalanan lambat.

Dokar tak lagi sekadar alat angkut masa lalu. Melalui aduan yang memacu adrenalin, kendaraan tradisional itu kembali dihadirkan sebagai pengingat sejarah transportasi yang pernah menghidupi masyarakat.

Dalam dua kali perjalanan, kecepatan justru menjadi cara baru menghadirkan kembali ingatan lama tentang moda transportasi masa lalu. Sekilas, aduan dokar memang tampak seperti hiburan semata.

Namun dibalik itu, dokar bukan sekedar tontonan, melainkan simbol perjalanan sejarah masyarakat dalam bertransportasi.

“Kami di Pordasi tidak hanya konsentrasi ke atlet saja. Tapi bagaimana mengenalkan kuda menjadi satu bagian penting dalam kehidupan masyarakat,” papar Rahaditha Viraq Prakasa Pengurus Persatuan Olahraga Berkuda Seluruh Indonesia (Pordasi) Jember.

Menurutnya, kendaraan bertenaga kuda ini pernah menjadi bagian penting kehidupan sehari-hari. Sebelum kendaraan mendominasi jalanan, dokar menjadi sarana utama mengangkut orang maupun barang.

Ia hadir di pasar, jalan desa, hingga pusat kota, menghubungkan aktivitas ekonomi dan sosial warga. Kini, fungsi tersebut memang sudah banyak tergantikan.

Namun melalui aduan dokar, keberadaannya kembali diingatkan. Radit, sapaan akrab Rahaditha ini menjabarkan, aduan dokar juga menunjukkan bahwa mengendalikan kendaraan tradisional memerlukan keterampilan khusus.

Baca Juga:  NADIELA GLOW BAGI-BAGI REWARD, DIREKTUR MENGHARGAI SETIAP TETES KERINGAT PARA RESELER

Kusir harus memahami karakter kuda, menjaga ritme langkah, sekaligus memastikan gerobak tetap stabil. Harmoni antara tenaga kuda dan kendali manusia menjadi kunci utama.

Tak hanya kemampuan kusir, kondisi dokar juga menentukan performa. Berat rangka, putaran roda, hingga keseimbangan beban berpengaruh terhadap kecepatan. Detail teknis tersebut menunjukkan bahwa dokar bukan kendaraan sederhana tanpa perhitungan.

Ia juga menilai aduan dokar memiliki peran penting sebagai ruang pelestarian budaya. Menurutnya, kegiatan tersebut bukan semata perlombaan, melainkan cara mengenalkan kembali transportasi tradisional kepada masyarakat modern.

“Dokar ini bagian dari sejarah transportasi. Lewat aduan seperti ini, masyarakat bisa kembali melihat bahwa kendaraan tradisional masih punya nilai dan cerita,” ujarnya.

Ia menambahkan, keberadaan dokar perlu terus diberi ruang agar tidak sekadar menjadi kenangan.

Pada akhirnya, derap kuda dan putaran roda dokar bukan hanya soal adu cepat. Justru menjadi pengingat bahwa transportasi tradisional memiliki nilai sejarah dan identitas budaya yang layak dijaga, agar jejak masa lalu tetap hidup di tengah laju zaman yang terus berubah.

Dengan menghadirkannya dalam event olahraga maupun budaya, generasi muda diharapkan mengenal fungsi dan filosofi kendaraan tersebut, sekaligus memahami hubungan erat antara manusia, kuda, dan lingkungan pada masa lampau.(pal)

Berita Terkait

Pemerintah Kuansing Bentuk Tim Penyelesaian Sengketa Lahan Antara Masyarakat Koto Baru dengan PT. RAPP
Dukung Asta Cita Presiden, Panen Raya Jagung di Sikakak Hasilkan 1 Ton
Polda Sumsel Distribusikan 100 Jerigen Cairan Pemadam X-Fire ke 11 Polres
Masyarakat Desak Kapolres Sijunjung Tuntaskan Aktivitas PETI, Jangan Tunggu Bencana, “Jaga Alam Maka Alam Akan Jaga Kita”
Aktivitas PETI di Sijunjung Tak Terbendung, Adanya Dugaan Oknum Polisi Jadi Pemodal
Masyarakat Koto Baru Menanti Keadilan, Pemkab Kuansing Gelar Rapat Penyelesaian Persoalan dengan PT RAPP
RIBUAN MASYARAKAT DAN LEMBAGA ADAT KOTO BARU TANAM BIBIT SAWIT DI LAHAN ULAYAT YANG DIKUASAI PT RAPP
WARGA LAPORKAN DUGAAN PENCEMARAN SUNGAI AMUT OLEH LIMBAH CAIR PKS PT MAS DI TANJUNG PAUH
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 7 September 2026 - 15:17

GAZALI TEGAS TIDAK DIAM LAGI: DIGEROGOTI RENTENIR TOFAN RATUSAN JUTA, TIGA LAPORAN DIAJUKAN SEKALIGUS

Senin, 7 September 2026 - 11:46

Teror Dan Ancam Polisi: Rentenir Guru P3K di Bima Terancam di Pecat dan mendekam di penjara.

Senin, 7 September 2026 - 07:28

KETUA BAZNAS NTB SERING TIDAK DI KANTOR, BANTUAN BEROBAT TERUS TERTUNDA — KELUARGA PASIEN KELUAR BIAYA RATUSAN RIBU TANPA HASIL

Minggu, 6 September 2026 - 09:15

ALIANSI MASYARAKAT BERSATU KOTA & KABUPATEN BIMA AKAN GELAR AKSI DAMAI: TOLAK RENTENIR ILEGAL, TEGAKKAN KEADILAN & LINDUNGI MARTABAT WARGA

Kamis, 3 September 2026 - 14:29

BUKAN SATU KORBAN SAJA! Rentenir Tofan Ternyata Teror Banyak Keluarga — Ibu Esti Juga Dihina Kata Kasar & Diancam, Siap Laporkan Tofan Ke Polisi.

Kamis, 3 September 2026 - 07:04

DI HARI YANG SAMA, DUA LAPORAN GEMPARKAN POLRES BIMA KOTA — Istri Korban Laporkan Pemerasan & Pengancaman, DPP BAPEKA-NTB Bongkar Rentenir Ilegal Seorang Guru  

Rabu, 2 September 2026 - 16:46

RUSTAM, SH. (PENASEHAT HUKUM BAPEKA-NTB): PRAKTIK PEMERASAN RENTENIR OLEH SEORANG ABDI NEGARA DI KOTA BIMA — MENCORONG NAMA BAIK INSTITUSI PENDIDIKAN

Rabu, 2 September 2026 - 06:53

BAPEKA-NTB AKAN LAPORKAN “TFN” (LAMPE) KE POLRES BIMA KOTA — RENTENIR YANG MANFAATKAN MEDIA SOSIAL UNTUK MEMERAS DAN MEMPERMALUKAN WARGA

Berita Terbaru