RIOKASYTERWANDRA, S.Sos, MM Kasatpol PP, Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Kuantan Singingi

ARIS MUNANDAR: KAMI LAPORKAN SECARA KUALIFIKASI! DESAK STOP PROYEK SUNGAI JATIWANGI

- Penulis

Kamis, 16 April 2026 - 13:19

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KOTA BIMA, NTB //TintaPos.Com// – Ketua Investigasi Lembaga Detektif Investigasi Indonesia (LDII), Aris Munandar, memberikan ultimatum keras kepada Lurah Jatiwangi, Kecamatan Asakota, Kota Bima. Pihaknya mendesak agar pada hari besok, Lurah segera mengambil sikap tegas untuk MEMBERHENTIKAN AKTIVITAS proyek pelebaran sungai yang dikerjakan oleh PT Brantas Abipraya dan BWS di wilayah tersebut.

Penolakan ini dilakukan karena dinilai banyak prosedur pekerjaan yang tidak berjalan sesuai aturan, serta hak-hak masyarakat setempat yang hingga kini belum diselesaikan secara adil.

ULTIMATUM: STOP PEKERJAAN, SELESAIKAN MASALAH DULU!

Dalam pernyataannya, Aris Munandar menegaskan bahwa proyek tidak boleh dilanjutkan sebelum seluruh persoalan tuntas demi keadilan masyarakat.

“Kami mendesak Lurah Jatiwangi agar kiranya besok mengambil sikap tegas terhadap PT Brantas / BWS. Kami minta aktivitas pekerjaan dihentikan dulu karena prosedur pekerjaan dan hak masyarakat setempat masih banyak yang belum diselesaikan,” tegas Aris Munandar, Rabu (16/04).

Lembaga ini juga memperingatkan bahwa jika proyek tetap dipaksakan berjalan, maka pihaknya akan memperkuat bukti-bukti hasil investigasi yang mengindikasikan adanya praktik kolusi dan nepotisme yang melibatkan berbagai pihak.

“Bila diteruskan, kami memperkuat hasil investigasi kami bahwa ada indikasi kuat kongkalikong antara oknum Lurah, oknum Aparat Penegak Hukum (APH), dan oknum preman… Besok kami turunkan kekuatan penuh!”

 

PERNYATAAN TEGAS: AKAN DILAPORKAN SECARA KUALIFIKASI

Menanggapi banyaknya kejanggalan yang terjadi, Aris Munandar menegaskan langkah hukum yang akan diambil.

“KAMI AKAN MELAPORKAN PROYEK TERSEBUT SECARA KUALIFIKASI.”

Hal ini dilakukan karena persoalan proyek yang dikerjakan oleh PT Brantas Abipraya tersebut sudah menjadi sorotan luas.

“Karena persoalan proyek yang dikerjakan PT Brantas Abipraya ini sudah menjadi sorotan oleh berbagai LSM dan NGO di Kota Bima. Alasannya jelas, karena banyak sekali penyimpangan yang merugikan masyarakat maupun anggaran negara,” tegasnya.

Baca Juga:  Satlantas Polres Bitung Selidiki Penyebab Kecelakaan yang Merenggut Nyawa

APEL KEPADA PIHAK TNI: JAGA KEDAULATAN RAKYAT

Dalam kesempatan tersebut, Aris Munandar juga menyampaikan pesan khusus kepada personel TNI dari Kompi yang ditugaskan mengawal proyek tersebut. Ia meminta agar aparat bersenjata ini berperan sesuai fungsi dan tugas pokoknya.

“Kami minta kepada teman-teman TNI dari Kompi yang mengawal langsung proyek strategis ini, untuk bersama-sama berperan untuk kepentingan masyarakat. Karena pada poinnya tugas TNI adalah menjaga kedaulatan rakyat, bukan justru meminggirkan atau merugikan warga,” tegas Aris.

Ia juga menyoroti penempatan pos pengamanan yang dinilai tidak pada tempatnya.

“Dana yang seharusnya menjadi hak masyarakat, malah dialihkan untuk pengamanan yang wilayah tugasnya bukan di area pemukiman. Tugas TNI menjaga kedaulatan, bukan menjadi alat kepentingan oknum tertentu,” tambahnya.

SEJUMLAH KELUHAN KRUSIAL

1. TIDAK ADA PEMBERDAYAAN MASYARAKAT
Masyarakat setempat merasa diabaikan dan tidak diberi kesempatan untuk terlibat dalam proyek tersebut.

2. MASALAH PEMBEBASAN LAHAN BELUM TUNTAS
Tanah milik pribadi masyarakat yang terkena dampak proyek, hingga saat ini belum mendapatkan ganti rugi yang sesuai aturan perundang-undangan.

“Tanah milik pribadi masyarakat harusnya diupayakan untuk diganti rugi sesuai aturan tata kelola pemerintahan yang baik. Jangan sampai warga yang dirugikan,” pungkasnya.

Menutup pernyataannya, Aris Munandar menegaskan kesiapan LDII untuk turun ke lapangan besok dengan kekuatan penuh guna mengawal aspirasi masyarakat dan memastikan keadilan ditegakkan.

Red.

Berita Terkait

Pemerintah Kuansing Bentuk Tim Penyelesaian Sengketa Lahan Antara Masyarakat Koto Baru dengan PT. RAPP
Dukung Asta Cita Presiden, Panen Raya Jagung di Sikakak Hasilkan 1 Ton
Polda Sumsel Distribusikan 100 Jerigen Cairan Pemadam X-Fire ke 11 Polres
Masyarakat Desak Kapolres Sijunjung Tuntaskan Aktivitas PETI, Jangan Tunggu Bencana, “Jaga Alam Maka Alam Akan Jaga Kita”
Aktivitas PETI di Sijunjung Tak Terbendung, Adanya Dugaan Oknum Polisi Jadi Pemodal
Masyarakat Koto Baru Menanti Keadilan, Pemkab Kuansing Gelar Rapat Penyelesaian Persoalan dengan PT RAPP
RIBUAN MASYARAKAT DAN LEMBAGA ADAT KOTO BARU TANAM BIBIT SAWIT DI LAHAN ULAYAT YANG DIKUASAI PT RAPP
WARGA LAPORKAN DUGAAN PENCEMARAN SUNGAI AMUT OLEH LIMBAH CAIR PKS PT MAS DI TANJUNG PAUH
Berita ini 106 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 7 September 2026 - 15:17

GAZALI TEGAS TIDAK DIAM LAGI: DIGEROGOTI RENTENIR TOFAN RATUSAN JUTA, TIGA LAPORAN DIAJUKAN SEKALIGUS

Senin, 7 September 2026 - 11:46

Teror Dan Ancam Polisi: Rentenir Guru P3K di Bima Terancam di Pecat dan mendekam di penjara.

Senin, 7 September 2026 - 07:28

KETUA BAZNAS NTB SERING TIDAK DI KANTOR, BANTUAN BEROBAT TERUS TERTUNDA — KELUARGA PASIEN KELUAR BIAYA RATUSAN RIBU TANPA HASIL

Minggu, 6 September 2026 - 09:15

ALIANSI MASYARAKAT BERSATU KOTA & KABUPATEN BIMA AKAN GELAR AKSI DAMAI: TOLAK RENTENIR ILEGAL, TEGAKKAN KEADILAN & LINDUNGI MARTABAT WARGA

Kamis, 3 September 2026 - 14:29

BUKAN SATU KORBAN SAJA! Rentenir Tofan Ternyata Teror Banyak Keluarga — Ibu Esti Juga Dihina Kata Kasar & Diancam, Siap Laporkan Tofan Ke Polisi.

Kamis, 3 September 2026 - 07:04

DI HARI YANG SAMA, DUA LAPORAN GEMPARKAN POLRES BIMA KOTA — Istri Korban Laporkan Pemerasan & Pengancaman, DPP BAPEKA-NTB Bongkar Rentenir Ilegal Seorang Guru  

Rabu, 2 September 2026 - 16:46

RUSTAM, SH. (PENASEHAT HUKUM BAPEKA-NTB): PRAKTIK PEMERASAN RENTENIR OLEH SEORANG ABDI NEGARA DI KOTA BIMA — MENCORONG NAMA BAIK INSTITUSI PENDIDIKAN

Rabu, 2 September 2026 - 06:53

BAPEKA-NTB AKAN LAPORKAN “TFN” (LAMPE) KE POLRES BIMA KOTA — RENTENIR YANG MANFAATKAN MEDIA SOSIAL UNTUK MEMERAS DAN MEMPERMALUKAN WARGA

Berita Terbaru