RIOKASYTERWANDRA, S.Sos, MM Kasatpol PP, Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Kuantan Singingi

Proyek Irigasi Mbewi Mangkrak: 200 Hektar Sawah Lumpuh Total, Masyarakat Minta Perbaikan

- Penulis

Rabu, 22 April 2026 - 06:48

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mamboro, //Tintapos.Com// – Proyek Irigasi Mbewi di Kecamatan Mamboro, Sumba Tengah, NTT, telah menjadi skandal besar yang membuat masyarakat setempat menangis kepayahan. Proyek yang digadang-gadang sebagai solusi untuk meningkatkan produktivitas pertanian dan ketahanan pangan di daerah tersebut, ternyata hanya menjadi mimpi buruk bagi masyarakat.Rabu,22 april 2026.

Dengan anggaran yang fantastis, Rp 8 miliar dari APBN, proyek ini seharusnya menjadi contoh keberhasilan pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Namun, apa yang terjadi? Proyek ini terhenti sejak November 2025, meninggalkan 200 hektar sawah lumpuh total, dan membuat masyarakat setempat tidak bisa bekerja selama 5 bulan.

David Ng Ranja Ratu, seorang petani lokal, mengungkapkan kekecewaannya yang mendalam. “Kami sudah tidak tahu lagi apa yang harus kami lakukan. Kami tidak bisa bekerja, tidak bisa makan, dan tidak bisa hidup layak karena proyek ini yang gagal,” ujarnya dengan suara yang bergetar.

Baca Juga:  Ditinggal Tarawih, Pemuda dibanyuwangi Gasak Harta Dirumah Majikan

Keterlambatan proyek ini berdampak pada gagal panen di 4 desa, termasuk Manu Wolu dan Wendewa Utara. Masyarakat setempat merasa bahwa pemerintah telah mengabaikan kebutuhan mereka dan hanya memikirkan kepentingan sendiri.

Kami juga meminta pemerintah daerah dan DPRD untuk memantau proyek ini agar segera diselesaikan. “Kami tidak bisa lagi menunggu. Kami butuh solusi segera untuk menghidupkan kembali sawah-sawah kami,” ujarnya dengan tegas.

Proyek irigasi ini diharapkan dapat meningkatkan produktivitas pertanian dan ketahanan pangan di daerah tersebut. Namun, hingga saat ini, progres pekerjaan masih belum jelas, meninggalkan banyak pertanyaan dan kekhawatiran di kalangan masyarakat.

Apakah proyek ini akan menjadi contoh kegagalan pemerintah dalam mengelola anggaran dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat? Atau apakah ada harapan untuk memperbaiki kesalahan ini dan menghidupkan kembali sawah-sawah yang lumpuh? Hanya waktu yang akan menjawab.

Berita Terkait

Pemerintah Kuansing Bentuk Tim Penyelesaian Sengketa Lahan Antara Masyarakat Koto Baru dengan PT. RAPP
Dukung Asta Cita Presiden, Panen Raya Jagung di Sikakak Hasilkan 1 Ton
Polda Sumsel Distribusikan 100 Jerigen Cairan Pemadam X-Fire ke 11 Polres
Masyarakat Desak Kapolres Sijunjung Tuntaskan Aktivitas PETI, Jangan Tunggu Bencana, “Jaga Alam Maka Alam Akan Jaga Kita”
Aktivitas PETI di Sijunjung Tak Terbendung, Adanya Dugaan Oknum Polisi Jadi Pemodal
Masyarakat Koto Baru Menanti Keadilan, Pemkab Kuansing Gelar Rapat Penyelesaian Persoalan dengan PT RAPP
RIBUAN MASYARAKAT DAN LEMBAGA ADAT KOTO BARU TANAM BIBIT SAWIT DI LAHAN ULAYAT YANG DIKUASAI PT RAPP
WARGA LAPORKAN DUGAAN PENCEMARAN SUNGAI AMUT OLEH LIMBAH CAIR PKS PT MAS DI TANJUNG PAUH
Berita ini 17 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 7 September 2026 - 15:17

GAZALI TEGAS TIDAK DIAM LAGI: DIGEROGOTI RENTENIR TOFAN RATUSAN JUTA, TIGA LAPORAN DIAJUKAN SEKALIGUS

Senin, 7 September 2026 - 11:46

Teror Dan Ancam Polisi: Rentenir Guru P3K di Bima Terancam di Pecat dan mendekam di penjara.

Senin, 7 September 2026 - 07:28

KETUA BAZNAS NTB SERING TIDAK DI KANTOR, BANTUAN BEROBAT TERUS TERTUNDA — KELUARGA PASIEN KELUAR BIAYA RATUSAN RIBU TANPA HASIL

Minggu, 6 September 2026 - 09:15

ALIANSI MASYARAKAT BERSATU KOTA & KABUPATEN BIMA AKAN GELAR AKSI DAMAI: TOLAK RENTENIR ILEGAL, TEGAKKAN KEADILAN & LINDUNGI MARTABAT WARGA

Kamis, 3 September 2026 - 14:29

BUKAN SATU KORBAN SAJA! Rentenir Tofan Ternyata Teror Banyak Keluarga — Ibu Esti Juga Dihina Kata Kasar & Diancam, Siap Laporkan Tofan Ke Polisi.

Kamis, 3 September 2026 - 07:04

DI HARI YANG SAMA, DUA LAPORAN GEMPARKAN POLRES BIMA KOTA — Istri Korban Laporkan Pemerasan & Pengancaman, DPP BAPEKA-NTB Bongkar Rentenir Ilegal Seorang Guru  

Rabu, 2 September 2026 - 16:46

RUSTAM, SH. (PENASEHAT HUKUM BAPEKA-NTB): PRAKTIK PEMERASAN RENTENIR OLEH SEORANG ABDI NEGARA DI KOTA BIMA — MENCORONG NAMA BAIK INSTITUSI PENDIDIKAN

Rabu, 2 September 2026 - 06:53

BAPEKA-NTB AKAN LAPORKAN “TFN” (LAMPE) KE POLRES BIMA KOTA — RENTENIR YANG MANFAATKAN MEDIA SOSIAL UNTUK MEMERAS DAN MEMPERMALUKAN WARGA

Berita Terbaru