RIOKASYTERWANDRA, S.Sos, MM Kasatpol PP, Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Kuantan Singingi

Tersangka Berkeliaran Luar Tahanan, Disinyalir Penanganan Kasus PPA Polres Minsel Lama dan Sarat Intervensi

- Penulis

Jumat, 24 April 2026 - 14:09

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MINSEL , //Tintapos.com// – SULUT , Kasus dugaan tindak pidana persetubuhan anak di bawah umur, yang di tangani oleh unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Minahasa Selatan (Minsel), menjadi sorotan publik.

Pasalnya, kasus ini sudah sangat lama di tangani oleh Unit PPA Polres Minsel

Sejak dilaporkan oleh pihak korban di Polsek Amurang pada 14 Maret 2025, dengan nomor laporan: LP/B/17/2025/SPKT/POLSEK AMURANG /POLRES MINAHASA SELATAN/POLDA SULAWESI UTARA, dan kemudian dialihkan penanganan di Polres Minsel pada 25 Maret 2025, hingga saat ini kasus tersebut tidak kunjung tuntas.

Kendati sudah masuk pada tahap penyidikan dan sampai pada tahap I berkoordinasi dengan Kejaksaan Minahasa Selatan, kasus ini masih ‘nyangkut’ di tahap itu. Selain itu, pihak korban pun tidak pernah mendapat pemberitahuan perkembangan kasus.

Tersangka PM alias Paskal diketahui sempat buron selama berbulan-bulan, dan kemudian diamankan oleh tim Resmob Polres Minsel pada 20 Januari 2026. Namun sangat disayangkan informasi dari masyarakat yang bersaksi, pernah melihat tersangka berkeliaran bebas di luar tahanan Polres Minsel.

Dugaan tersebut kemudian menjadi sorotan publik, masa kan seorang tahanan Polres dapat terlihat berkeliaran diluar sel tahanan.

Ini disinyalir ada intervensi pihak tertentu terhadap penanganan kasus itu.

Padahal diketahui bersama, kasus Perlindungan Perempuan dan Anak merupakan kasus yang sangat sensitif dan bersifat ‘lex spesialis’. Dimana kasus seperti itu seharusnya ditangani secara cepat dan butuh profesionalisme aparat penegak hukum (APH).

Terkait hal tersebut, LSM LI-TIPIKOR Sulawesi Utara memberikan tanggapan. Melalui Humas DPP John Wowor menyoroti hal tersebut. Menurutnya ini merupakan kemunduran kinerja APH, dimana kasus yang seharusnya dapat menjadi perhatian utama justru terkesan dikesampingkan.

Baca Juga:  Sinergi DPRD dan IBI Wujudkan Layanan Kesehatan Ibu dan Anak Lebih Baik

“Buktinya kasus ini sudah memakan waktu setahun lebih. Itu yang perlu dibenahi oleh penegak hukum, khususnya yang ada di Minahasa Selatan. Yang kami lihat itu ada jarak waktu yang sangat lama dari proses pelaporan kemudian proses penangkapan tersangka, dan sampai saat ini belum juga tuntas, itu waktu yang sudah cukup lama,” ujar Wowor, Jumat, (24/04/2026).

Tidak hanya LI-TIPIKOR, sorotan tajam datang dari Aliansi Aktivis Nasional A3KN. Senada, mereka menyoroti perfesionalisme anggota penyidik. Betapa lambannya penanganan hukum Perlindungan Perempuan dan Anak di Polres Minahasa Selatan.

Sorotan ini bukan isapan jempol belaka. Sebelumnya ada kasus serupa, yaitu kasus DT alias Dirly, yang juga ditangani oleh Polres Minsel. Tidak menunggu lama setelah dilaporkan oleh orang tua korban, pelaku DT langsung disergap dan ditangkap di rumahnya. Tanggal penangkapan dan penetapan tersangka nya pun diduga di hari yang sama. Padahal kasus dirly ada faktor suka sama suka. Tidak menunggu lama, kasus pelaku DT kemudian dilimpahkan ke Kejari Minsel dan sesegera itu disidangkan. Pelaku DT akhirnya mendekam di Lembaga Pemasyarakatan hingga saat ini.

Berbeda dengan kasus D, justru sebaliknya yang terjadi pada kasus ini. Terpantau perfesionalisme APH menurun. Dan itulah yang menjadi sorotan.

Tentunya ini perlu adanya perhatian khusus dari pimpinan Polri. Bahkan dituntut ada tindakan tegas dari pimpinan, baik pimpinan Polda Sulawesi Utara maupun Polres Minahasa Selatan.

Hingga berita ini ditayangkan, pihak Unit PPA Polres Minsel belum memberikan tanggapan.

(*MICHAEL H*)

Berita Terkait

Pemerintah Kuansing Bentuk Tim Penyelesaian Sengketa Lahan Antara Masyarakat Koto Baru dengan PT. RAPP
Dukung Asta Cita Presiden, Panen Raya Jagung di Sikakak Hasilkan 1 Ton
Polda Sumsel Distribusikan 100 Jerigen Cairan Pemadam X-Fire ke 11 Polres
Masyarakat Desak Kapolres Sijunjung Tuntaskan Aktivitas PETI, Jangan Tunggu Bencana, “Jaga Alam Maka Alam Akan Jaga Kita”
Aktivitas PETI di Sijunjung Tak Terbendung, Adanya Dugaan Oknum Polisi Jadi Pemodal
Masyarakat Koto Baru Menanti Keadilan, Pemkab Kuansing Gelar Rapat Penyelesaian Persoalan dengan PT RAPP
RIBUAN MASYARAKAT DAN LEMBAGA ADAT KOTO BARU TANAM BIBIT SAWIT DI LAHAN ULAYAT YANG DIKUASAI PT RAPP
WARGA LAPORKAN DUGAAN PENCEMARAN SUNGAI AMUT OLEH LIMBAH CAIR PKS PT MAS DI TANJUNG PAUH
Berita ini 54 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 7 September 2026 - 15:17

GAZALI TEGAS TIDAK DIAM LAGI: DIGEROGOTI RENTENIR TOFAN RATUSAN JUTA, TIGA LAPORAN DIAJUKAN SEKALIGUS

Senin, 7 September 2026 - 11:46

Teror Dan Ancam Polisi: Rentenir Guru P3K di Bima Terancam di Pecat dan mendekam di penjara.

Senin, 7 September 2026 - 07:28

KETUA BAZNAS NTB SERING TIDAK DI KANTOR, BANTUAN BEROBAT TERUS TERTUNDA — KELUARGA PASIEN KELUAR BIAYA RATUSAN RIBU TANPA HASIL

Minggu, 6 September 2026 - 09:15

ALIANSI MASYARAKAT BERSATU KOTA & KABUPATEN BIMA AKAN GELAR AKSI DAMAI: TOLAK RENTENIR ILEGAL, TEGAKKAN KEADILAN & LINDUNGI MARTABAT WARGA

Kamis, 3 September 2026 - 14:29

BUKAN SATU KORBAN SAJA! Rentenir Tofan Ternyata Teror Banyak Keluarga — Ibu Esti Juga Dihina Kata Kasar & Diancam, Siap Laporkan Tofan Ke Polisi.

Kamis, 3 September 2026 - 07:04

DI HARI YANG SAMA, DUA LAPORAN GEMPARKAN POLRES BIMA KOTA — Istri Korban Laporkan Pemerasan & Pengancaman, DPP BAPEKA-NTB Bongkar Rentenir Ilegal Seorang Guru  

Rabu, 2 September 2026 - 16:46

RUSTAM, SH. (PENASEHAT HUKUM BAPEKA-NTB): PRAKTIK PEMERASAN RENTENIR OLEH SEORANG ABDI NEGARA DI KOTA BIMA — MENCORONG NAMA BAIK INSTITUSI PENDIDIKAN

Rabu, 2 September 2026 - 06:53

BAPEKA-NTB AKAN LAPORKAN “TFN” (LAMPE) KE POLRES BIMA KOTA — RENTENIR YANG MANFAATKAN MEDIA SOSIAL UNTUK MEMERAS DAN MEMPERMALUKAN WARGA

Berita Terbaru