RIOKASYTERWANDRA, S.Sos, MM Kasatpol PP, Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Kuantan Singingi

Agar Produktivitas Tani Tak Mati,Beginilah Cara Warga Jenggawah Jaga Kebersihan Saluran Irigasi

- Penulis

Minggu, 26 April 2026 - 12:03

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jember //TintaPos.Com// – Warga bersama petugas turun langsung, mengeruk pengendapan yang selama ini menghambat aliran air. Upaya ini menjadi bagian penting untuk menjaga keberlangsungan pertanian di Jember.

Kegiatan Gontor Walet atau bersih-bersih irigasi kembali digelar di Daerah Irigasi (DI) Talang,Dusun Curah Buntu,Desa/Kecamatan Jenggawah.Pembersihan saluran irigasi yang dipenuhi lumpur dan sampah terus digencarkan.

Aksi ini melibatkan sekitar 200 personel, mulai dari petugas irigasi, Himpunan Petani Pemakai Air (HIPPA), hingga Gabungan HIPPA (GHIPPA).

Mereka bergotong royong membersihkan sedimentasi dan sampah yang menumpuk di saluran bendungan.

Gontor Walet sejatinya merupakan agenda rutin yang selama ini dilaksanakan di berbagai saluran irigasi maupun sungai di Jember.

Semangat bersih-bersih irigasi untuk menjaga nadi pertanian ini terus digaungkan dalam setiap kegiatan.

Namun, dalam dua tahun terakhir kegiatan sempat terhenti, sehingga kondisi di DI Talang mengalami kepadatan sedimen yang cukup signifikan.Apalagi dibandingkan daerah irigasi lain seperti Bedadung, kondisi di lokasi ini dinilai lebih berat.

Fungsional Sumber Daya Air (SDA) Ahli Muda Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Jember, Didit Supriyono, mengatakan, Gontor Walet merupakan bagian dari pengelolaan irigasi partisipatif yang melibatkan masyarakat secara langsung.

Baca Juga:  Bupati Bima: Dugaan Korupsi Alat Berat Sudah Ditangani APH, Minta ASN Terkait Kooperatif Pernyataan Resmi Disampaikan Melalui Kabag Humas Setda Kabupaten Bima, Suryadin, S.S., M.Si.

Warga dan petugas gotong-royong membersihkan saluran irigasi di Dusun Curah Buntu, Desa/Kecamatan Jenggawah. Hal ini dilakukan agar aliran air ke sawah kembali lancar.Keterlibatan masyarakat, khususnya petani, dinilai penting untuk menjaga sistem irigasi.

“Inilah kegiatan rutin tahunan yang melibatkan seluruh penerima manfaat, khususnya kelompok tani, agar saluran irigasi tetap terjaga dan berfungsi optimal,” ujarnya.

Selain berdampak pada lancarnya distribusi air, kegiatan ini juga menjadi sarana edukasi bagi masyarakat tentang pentingnya menjaga kebersihan saluran irigasi.

“Harapannya ini bisa menumbuhkan kesadaran bersama bahwa menjaga irigasi adalah tanggung jawab bersama,” tambahnya.

Dengan upaya ini, kondisi saluran irigasi di DI Talang diharapkan kembali optimal dan mampu mendukung produktivitas pertanian secara berkelanjutan.

Menariknya, kegiatan ini dilaksanakan secara swadaya tanpa pembiayaan besar dari pemerintah. Warga bahu-membahu melakukan pembersihan dengan semangat gotong royong.

Harapannya, kesadaran tersebut tidak hanya muncul pada saat kegiatan berlangsung, tetapi menjadi kebiasaan bersama.(pal)

Berita Terkait

Pemerintah Kuansing Bentuk Tim Penyelesaian Sengketa Lahan Antara Masyarakat Koto Baru dengan PT. RAPP
Dukung Asta Cita Presiden, Panen Raya Jagung di Sikakak Hasilkan 1 Ton
Polda Sumsel Distribusikan 100 Jerigen Cairan Pemadam X-Fire ke 11 Polres
Masyarakat Desak Kapolres Sijunjung Tuntaskan Aktivitas PETI, Jangan Tunggu Bencana, “Jaga Alam Maka Alam Akan Jaga Kita”
Aktivitas PETI di Sijunjung Tak Terbendung, Adanya Dugaan Oknum Polisi Jadi Pemodal
Masyarakat Koto Baru Menanti Keadilan, Pemkab Kuansing Gelar Rapat Penyelesaian Persoalan dengan PT RAPP
RIBUAN MASYARAKAT DAN LEMBAGA ADAT KOTO BARU TANAM BIBIT SAWIT DI LAHAN ULAYAT YANG DIKUASAI PT RAPP
WARGA LAPORKAN DUGAAN PENCEMARAN SUNGAI AMUT OLEH LIMBAH CAIR PKS PT MAS DI TANJUNG PAUH
Berita ini 9 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 7 September 2026 - 15:17

GAZALI TEGAS TIDAK DIAM LAGI: DIGEROGOTI RENTENIR TOFAN RATUSAN JUTA, TIGA LAPORAN DIAJUKAN SEKALIGUS

Senin, 7 September 2026 - 11:46

Teror Dan Ancam Polisi: Rentenir Guru P3K di Bima Terancam di Pecat dan mendekam di penjara.

Senin, 7 September 2026 - 07:28

KETUA BAZNAS NTB SERING TIDAK DI KANTOR, BANTUAN BEROBAT TERUS TERTUNDA — KELUARGA PASIEN KELUAR BIAYA RATUSAN RIBU TANPA HASIL

Minggu, 6 September 2026 - 09:15

ALIANSI MASYARAKAT BERSATU KOTA & KABUPATEN BIMA AKAN GELAR AKSI DAMAI: TOLAK RENTENIR ILEGAL, TEGAKKAN KEADILAN & LINDUNGI MARTABAT WARGA

Kamis, 3 September 2026 - 14:29

BUKAN SATU KORBAN SAJA! Rentenir Tofan Ternyata Teror Banyak Keluarga — Ibu Esti Juga Dihina Kata Kasar & Diancam, Siap Laporkan Tofan Ke Polisi.

Kamis, 3 September 2026 - 07:04

DI HARI YANG SAMA, DUA LAPORAN GEMPARKAN POLRES BIMA KOTA — Istri Korban Laporkan Pemerasan & Pengancaman, DPP BAPEKA-NTB Bongkar Rentenir Ilegal Seorang Guru  

Rabu, 2 September 2026 - 16:46

RUSTAM, SH. (PENASEHAT HUKUM BAPEKA-NTB): PRAKTIK PEMERASAN RENTENIR OLEH SEORANG ABDI NEGARA DI KOTA BIMA — MENCORONG NAMA BAIK INSTITUSI PENDIDIKAN

Rabu, 2 September 2026 - 06:53

BAPEKA-NTB AKAN LAPORKAN “TFN” (LAMPE) KE POLRES BIMA KOTA — RENTENIR YANG MANFAATKAN MEDIA SOSIAL UNTUK MEMERAS DAN MEMPERMALUKAN WARGA

Berita Terbaru