RIOKASYTERWANDRA, S.Sos, MM Kasatpol PP, Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Kuantan Singingi

UAR Ikuti Pelatihan Peningkatan Kapasitas Pegiat Kemanusiaan di Aceh Tamiang

- Penulis

Rabu, 29 April 2026 - 13:36

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

ACEH TAMIANG //TintaPos.Com// – Ukhuwah Al-Fatah Rescue (UAR) Koordinator Wilayah (Korwil) Sumatera Utara-Aceh turut mengikuti Pelatihan Peningkatan Kapasitas Pegiat Kemanusiaan yang diselenggarakan Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang bekerja sama dengan Indonesia Humanitarian Coordination Platform (IHCP) di Aula Sekretariat Daerah Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh, Selasa 28 April 2026.

Kegiatan yang berlangsung pukul 09.00 hingga 16.00 WIB ini diikuti 35 peserta berasal dari berbagai unsur strategis, di antaranya organisasi kemanusiaan, relawan kebencanaan, unsur pemerintah daerah, serta pemangku kepentingan lain yang terlibat dalam penanggulangan bencana di wilayah tersebut. Dari unsur UAR, kegiatan tersebut diwakili oleh Rustam Efendi Hasibuan.

Dalam pemaparannya, penyelenggara menekankan pentingnya koordinasi lintas sektor dalam merespons bencana. Disebutkan bahwa respons kemanusiaan yang efektif tidak hanya bergantung pada kecepatan, tetapi juga pada akurasi data, pemetaan kebutuhan, serta sinergi antar lembaga.

Peserta juga mendapatkan materi terkait pengelolaan respons darurat berbasis kebutuhan (needs-based response), serta pentingnya penyusunan rencana pemulihan pascabencana yang terstruktur dan berkelanjutan.

Materi pelatihan turut mengacu pada kondisi nyata di Aceh Tamiang pasca banjir bandang 26 November 2025. Berdasarkan data kajian kebutuhan pemulihan (R3P), total kerusakan dan kerugian akibat bencana tersebut mencapai lebih dari Rp41,4 triliun, mencakup berbagai sektor.

Kegiatan pelatihan berlangsung dengan lancar dan mendapat respons positif dari para peserta, yang menilai kegiatan ini penting untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan profesionalitas dalam misi kemanusiaan. “Alhamdulillah acara yang penting ini berlangsung dengan lancar, diikuti sekitar 35 peserta dengan antusias tinggi,” kata Rustam Efendi.yang juga Pembina Ukhuwah Al-Fatah Rescue Korwil Sumatera Utara-Aceh, usai mengikuti acara.

Keterlibatan UAR dalam kegiatan ini tidak terlepas dari rekam jejak panjang lembaga tersebut dalam aksi kemanusiaan. Saat bencana banjir bandang dan tanah longsor melanda wilayah Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh pada akhir November 2025, UAR mengerahkan sebanyak 170 personel relawan yang dilakukan dalam tiga tahap pengiriman ke berbagai titik terdampak di tiga provinsi tersebut. Selama dua bulan lebih Tim UAR membersamai masyarakat terdampak dengan memberikan berbagai bantuan.

Pada penutupan Misi Kemanusiaan Sumatera yang digelar bersama Tabligh Akbar di Masjdi Darul Mukhlisin Tanjung Karang, Kecamatan Karang Baru, Aceh Tamiang, Ahad 1 Februari 2026, lembaga UAR mendapat apresiasi dari Pemerintah Daerah Kabupaten Aceh Tamiang atas dedikasi pengabdiannya terhadap masyarakat Aceh pasca bencana banjir bandang dan tanah longsor.

Baca Juga:  Pemkab Banyuwangi Siapkan Skema kerja ASN untuk penghematan Energi

Tidak hanya pada fase tanggap darurat, Tim UAR juga melanjutkan misi kemanusiaan pada bulan Ramadhan 1447 Hijriah dengan memberikan makanan berbuka puasa dan sahur selama satu bulan penuh kepada masyarakat terdampak di Aceh Tamiang dan Aceh Tengah. Kegiatan penyantunan ini UAR bekerja sama dengan Youth Excelence International Foundation (YEIF) Jakarta.

Sesuai arahan pengurus pusat, melalui partisipasi dalam pelatihan ini, UAR Korwil Sumatera Utara-Aceh menunjukkan komitmennya untuk terus meningkatkan kapasitas relawan serta memperkuat sinergi dengan berbagai pihak dalam upaya penanggulangan bencana dan pelayanan kemanusiaan di Indonesia.

Sebelumnya pada Senin 27 April 2026 UAR juga menghadiri undangan Basarnas dalam Rapat Persiapan Workshsop Tim INASAR yang berlangsung di Ruang Rapat Lt 2 Kantor Basarnas, Jakarta.

Pada kesempat ini Penguru Pusat UAR mengutus empat personel, yaitu Muqarrobin Al Ayubi, Muhammad Tri Habibie, Wali Al Jabar dan Nanang Setiawan.

Dalam kesempatan itu, Muqarrobin sebagai juru bicara Tim UAR menyampaikan ucapan terima kasih atas undangan Basarnas untuk mengikuti rapat tersebut. Ia juga mengusulkan agar Basarnas mengajak para Potensi SAR untuk mengikuti pelatihan yang diselenggarakan Basarnas dan diikutkan dalam Tim INASAR.

“Alhamdulillah, kami sangat berterima kasih atas undangan dari Basarnas. Lebih gembira lagi jika tim kami dan mungkin juga Potensi SAR lain yang hadir dalam rapat diikutsertakan dalam pelatihan-pelatihan yang diselenggarakan Basarnas serta tergabung dalam INASAR,” ujar Muqarrobin dalam rekaman vidio yang dikirimkan.

Indonesia Humanitarian Coordination Platform merupakan mekanisme koordinasi multi-pemangku kepentingan yang dibentuk pada tahun 2022 untuk memperkuat kesiapsiagaan dan respons kemanusiaan di Indonesia. Platform ini diinisiasi oleh Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Republik Indonesia bersama United Nations Office for the Coordination of Humanitarian Affairs.

IHCP berfungsi sebagai wadah komunikasi, kolaborasi, dan sinkronisasi antara pemerintah, lembaga internasional, organisasi non-pemerintah, akademisi, hingga sektor swasta. Tujuannya adalah meningkatkan efektivitas koordinasi respons kemanusiaan nasional melalui penguatan kebijakan, pertukaran informasi, dan sinergi lintas sektor dalam penanganan bencana. [AM]

Berita Terkait

Pemerintah Kuansing Bentuk Tim Penyelesaian Sengketa Lahan Antara Masyarakat Koto Baru dengan PT. RAPP
Dukung Asta Cita Presiden, Panen Raya Jagung di Sikakak Hasilkan 1 Ton
Polda Sumsel Distribusikan 100 Jerigen Cairan Pemadam X-Fire ke 11 Polres
Masyarakat Desak Kapolres Sijunjung Tuntaskan Aktivitas PETI, Jangan Tunggu Bencana, “Jaga Alam Maka Alam Akan Jaga Kita”
Aktivitas PETI di Sijunjung Tak Terbendung, Adanya Dugaan Oknum Polisi Jadi Pemodal
Masyarakat Koto Baru Menanti Keadilan, Pemkab Kuansing Gelar Rapat Penyelesaian Persoalan dengan PT RAPP
RIBUAN MASYARAKAT DAN LEMBAGA ADAT KOTO BARU TANAM BIBIT SAWIT DI LAHAN ULAYAT YANG DIKUASAI PT RAPP
WARGA LAPORKAN DUGAAN PENCEMARAN SUNGAI AMUT OLEH LIMBAH CAIR PKS PT MAS DI TANJUNG PAUH
Berita ini 7 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 7 September 2026 - 15:17

GAZALI TEGAS TIDAK DIAM LAGI: DIGEROGOTI RENTENIR TOFAN RATUSAN JUTA, TIGA LAPORAN DIAJUKAN SEKALIGUS

Senin, 7 September 2026 - 11:46

Teror Dan Ancam Polisi: Rentenir Guru P3K di Bima Terancam di Pecat dan mendekam di penjara.

Senin, 7 September 2026 - 07:28

KETUA BAZNAS NTB SERING TIDAK DI KANTOR, BANTUAN BEROBAT TERUS TERTUNDA — KELUARGA PASIEN KELUAR BIAYA RATUSAN RIBU TANPA HASIL

Minggu, 6 September 2026 - 09:15

ALIANSI MASYARAKAT BERSATU KOTA & KABUPATEN BIMA AKAN GELAR AKSI DAMAI: TOLAK RENTENIR ILEGAL, TEGAKKAN KEADILAN & LINDUNGI MARTABAT WARGA

Kamis, 3 September 2026 - 14:29

BUKAN SATU KORBAN SAJA! Rentenir Tofan Ternyata Teror Banyak Keluarga — Ibu Esti Juga Dihina Kata Kasar & Diancam, Siap Laporkan Tofan Ke Polisi.

Kamis, 3 September 2026 - 07:04

DI HARI YANG SAMA, DUA LAPORAN GEMPARKAN POLRES BIMA KOTA — Istri Korban Laporkan Pemerasan & Pengancaman, DPP BAPEKA-NTB Bongkar Rentenir Ilegal Seorang Guru  

Rabu, 2 September 2026 - 16:46

RUSTAM, SH. (PENASEHAT HUKUM BAPEKA-NTB): PRAKTIK PEMERASAN RENTENIR OLEH SEORANG ABDI NEGARA DI KOTA BIMA — MENCORONG NAMA BAIK INSTITUSI PENDIDIKAN

Rabu, 2 September 2026 - 06:53

BAPEKA-NTB AKAN LAPORKAN “TFN” (LAMPE) KE POLRES BIMA KOTA — RENTENIR YANG MANFAATKAN MEDIA SOSIAL UNTUK MEMERAS DAN MEMPERMALUKAN WARGA

Berita Terbaru