RIOKASYTERWANDRA, S.Sos, MM Kasatpol PP, Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Kuantan Singingi

Sepakbola, Kelas Pekerja, dan Representasi Daerah: Refleksi dari Semen Padang FC

- Penulis

Sabtu, 2 Mei 2026 - 01:12

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Padang //TintaPos.Com// – Sepakbola sejak awal kemunculannya dikenal sebagai olahraga yang lahir dan berkembang dari kalangan kelas pekerja.

Di berbagai negara, terutama di kawasan industri Eropa pada abad ke-19, sepakbola menjadi sarana hiburan rakyat setelah menjalani rutinitas kerja yang panjang dan melelahkan.

Dalam perkembangannya, sepakbola tidak hanya menjadi olahraga, tetapi juga ruang sosial yang mempertemukan berbagai lapisan masyarakat dalam satu semangat kolektivitas. Stadion menjadi tempat berkumpulnya para pekerja, baik sebagai pemain, pelatih, staf klub, maupun suporter yang memberikan dukungan.

Di Indonesia, nilai-nilai tersebut juga tercermin dalam perjalanan Semen Padang FC.

Klub yang berakar dari lingkungan industri ini memiliki kedekatan historis dengan para pekerja, khususnya yang berasal dari sektor industri semen di Sumatera Barat.

Identitas klub tidak hanya dibangun dari prestasi di lapangan, tetapi juga dari keterikatan sosial dengan masyarakat pekerja di sekitarnya.

Para pelaku dalam ekosistem sepakbola pada dasarnya merupakan bagian dari kelas pekerja di bidangnya masing-masing.

Baca Juga:  SATUKAN TEKAD, GENGGAM CITA-CITA! Aliansi PPS Kota Bima Matangkan Persiapan Aksi Serentak 26 Mei 2026, Langkah Besar Menuju Provinsi Pulau Sumbawa

Pemain menggantungkan hidup dari profesinya, staf bekerja untuk operasional tim, dan suporter turut berkontribusi secara ekonomi maupun sosial terhadap keberlangsungan klub.
Seiring dengan profesionalisasi sepakbola, isu-isu ketenagakerjaan seperti kesejahteraan, kontrak kerja, perlindungan hak, hingga kebebasan bersuara menjadi bagian penting yang tidak dapat diabaikan.

Dalam konteks ini, para pelaku sepakbola memiliki hak yang sama sebagaimana pekerja di sektor lain untuk menyampaikan aspirasi dan memperjuangkan haknya.

Fenomena ini menunjukkan bahwa sepakbola dan kelas pekerja memiliki keterkaitan historis dan struktural yang kuat. Keduanya tumbuh bersama dalam semangat solidaritas, kebersamaan, dan perjuangan,sebagaimana yang tercermin dalam perjalanan klub-klub yang lahir dari rahim industri dan masyarakat pekerja.

Dengan demikian, sepakbola bukan hanya tentang kompetisi di lapangan, tetapi juga refleksi dari dinamika sosial masyarakat, khususnya kelas pekerja yang menjadi fondasi utamanya.

Panjang umur kelas pekerja.
Panjang umur pekerja keras.

(*Ziqro)

Berita Terkait

Pemerintah Kuansing Bentuk Tim Penyelesaian Sengketa Lahan Antara Masyarakat Koto Baru dengan PT. RAPP
Dukung Asta Cita Presiden, Panen Raya Jagung di Sikakak Hasilkan 1 Ton
Polda Sumsel Distribusikan 100 Jerigen Cairan Pemadam X-Fire ke 11 Polres
Masyarakat Desak Kapolres Sijunjung Tuntaskan Aktivitas PETI, Jangan Tunggu Bencana, “Jaga Alam Maka Alam Akan Jaga Kita”
Aktivitas PETI di Sijunjung Tak Terbendung, Adanya Dugaan Oknum Polisi Jadi Pemodal
Masyarakat Koto Baru Menanti Keadilan, Pemkab Kuansing Gelar Rapat Penyelesaian Persoalan dengan PT RAPP
RIBUAN MASYARAKAT DAN LEMBAGA ADAT KOTO BARU TANAM BIBIT SAWIT DI LAHAN ULAYAT YANG DIKUASAI PT RAPP
WARGA LAPORKAN DUGAAN PENCEMARAN SUNGAI AMUT OLEH LIMBAH CAIR PKS PT MAS DI TANJUNG PAUH
Berita ini 10 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 7 September 2026 - 15:17

GAZALI TEGAS TIDAK DIAM LAGI: DIGEROGOTI RENTENIR TOFAN RATUSAN JUTA, TIGA LAPORAN DIAJUKAN SEKALIGUS

Senin, 7 September 2026 - 11:46

Teror Dan Ancam Polisi: Rentenir Guru P3K di Bima Terancam di Pecat dan mendekam di penjara.

Senin, 7 September 2026 - 07:28

KETUA BAZNAS NTB SERING TIDAK DI KANTOR, BANTUAN BEROBAT TERUS TERTUNDA — KELUARGA PASIEN KELUAR BIAYA RATUSAN RIBU TANPA HASIL

Minggu, 6 September 2026 - 09:15

ALIANSI MASYARAKAT BERSATU KOTA & KABUPATEN BIMA AKAN GELAR AKSI DAMAI: TOLAK RENTENIR ILEGAL, TEGAKKAN KEADILAN & LINDUNGI MARTABAT WARGA

Kamis, 3 September 2026 - 14:29

BUKAN SATU KORBAN SAJA! Rentenir Tofan Ternyata Teror Banyak Keluarga — Ibu Esti Juga Dihina Kata Kasar & Diancam, Siap Laporkan Tofan Ke Polisi.

Kamis, 3 September 2026 - 07:04

DI HARI YANG SAMA, DUA LAPORAN GEMPARKAN POLRES BIMA KOTA — Istri Korban Laporkan Pemerasan & Pengancaman, DPP BAPEKA-NTB Bongkar Rentenir Ilegal Seorang Guru  

Rabu, 2 September 2026 - 16:46

RUSTAM, SH. (PENASEHAT HUKUM BAPEKA-NTB): PRAKTIK PEMERASAN RENTENIR OLEH SEORANG ABDI NEGARA DI KOTA BIMA — MENCORONG NAMA BAIK INSTITUSI PENDIDIKAN

Rabu, 2 September 2026 - 06:53

BAPEKA-NTB AKAN LAPORKAN “TFN” (LAMPE) KE POLRES BIMA KOTA — RENTENIR YANG MANFAATKAN MEDIA SOSIAL UNTUK MEMERAS DAN MEMPERMALUKAN WARGA

Berita Terbaru