RIOKASYTERWANDRA, S.Sos, MM Kasatpol PP, Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Kuantan Singingi

Pedagang Keluhkan Kenaikan Harga Plastik, Biaya Operasional Ikut Tertekan

- Penulis

Minggu, 3 Mei 2026 - 01:47

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Padang //TintaPos.Com// — Kenaikan harga plastik dalam beberapa waktu terakhir mulai dikeluhkan para pedagang, khususnya pelaku usaha kecil dan menengah yang bergantung pada kemasan plastik untuk aktivitas jual beli sehari-hari(02/05/2026).

Sejumlah pedagang menyebutkan bahwa harga plastik mengalami kenaikan bertahap, bahkan di beberapa jenis mengalami lonjakan signifikan.

Kondisi ini berdampak langsung pada meningkatnya biaya operasional, terutama bagi pedagang makanan, sembako, dan usaha ritel lainnya.

“Dulu masih bisa ditekan, sekarang harga plastik naik terus. Mau tidak mau biaya ikut naik,” ujar salah seorang pedagang.

Kenaikan harga ini membuat pedagang berada pada posisi sulit.

Di satu sisi, mereka harus menyesuaikan harga jual agar tetap mendapatkan keuntungan, namun di sisi lain ada kekhawatiran kehilangan pelanggan jika harga dinaikkan.

Baca Juga:  Lagi, 2 Kepala Dinas di Pemprov Sumut Mengundurkan Diri, Apakah : Tekanan, Beban Kerja Atau Kemauan Pribadi

Sebagian pedagang memilih menyiasati dengan mengurangi penggunaan plastik atau beralih ke alternatif yang lebih murah.

Namun, langkah tersebut dinilai belum sepenuhnya efektif karena keterbatasan pilihan dan kebutuhan pasar yang masih tinggi terhadap kemasan praktis.

Belum adanya kepastian terkait penyebab kenaikan harga plastik juga menimbulkan pertanyaan di kalangan pedagang.

Faktor seperti kenaikan bahan baku, distribusi, hingga kebijakan lingkungan disebut-sebut berpotensi memengaruhi harga di tingkat pasar.

Para pedagang berharap adanya perhatian dari pihak terkait untuk menjaga stabilitas harga, atau setidaknya memberikan solusi agar pelaku usaha kecil tidak terus terbebani oleh kenaikan biaya operasional.(*Ziqro)

Berita Terkait

Pemerintah Kuansing Bentuk Tim Penyelesaian Sengketa Lahan Antara Masyarakat Koto Baru dengan PT. RAPP
Dukung Asta Cita Presiden, Panen Raya Jagung di Sikakak Hasilkan 1 Ton
Polda Sumsel Distribusikan 100 Jerigen Cairan Pemadam X-Fire ke 11 Polres
Masyarakat Desak Kapolres Sijunjung Tuntaskan Aktivitas PETI, Jangan Tunggu Bencana, “Jaga Alam Maka Alam Akan Jaga Kita”
Aktivitas PETI di Sijunjung Tak Terbendung, Adanya Dugaan Oknum Polisi Jadi Pemodal
Masyarakat Koto Baru Menanti Keadilan, Pemkab Kuansing Gelar Rapat Penyelesaian Persoalan dengan PT RAPP
RIBUAN MASYARAKAT DAN LEMBAGA ADAT KOTO BARU TANAM BIBIT SAWIT DI LAHAN ULAYAT YANG DIKUASAI PT RAPP
WARGA LAPORKAN DUGAAN PENCEMARAN SUNGAI AMUT OLEH LIMBAH CAIR PKS PT MAS DI TANJUNG PAUH
Berita ini 18 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 7 September 2026 - 15:17

GAZALI TEGAS TIDAK DIAM LAGI: DIGEROGOTI RENTENIR TOFAN RATUSAN JUTA, TIGA LAPORAN DIAJUKAN SEKALIGUS

Senin, 7 September 2026 - 11:46

Teror Dan Ancam Polisi: Rentenir Guru P3K di Bima Terancam di Pecat dan mendekam di penjara.

Senin, 7 September 2026 - 07:28

KETUA BAZNAS NTB SERING TIDAK DI KANTOR, BANTUAN BEROBAT TERUS TERTUNDA — KELUARGA PASIEN KELUAR BIAYA RATUSAN RIBU TANPA HASIL

Minggu, 6 September 2026 - 09:15

ALIANSI MASYARAKAT BERSATU KOTA & KABUPATEN BIMA AKAN GELAR AKSI DAMAI: TOLAK RENTENIR ILEGAL, TEGAKKAN KEADILAN & LINDUNGI MARTABAT WARGA

Kamis, 3 September 2026 - 14:29

BUKAN SATU KORBAN SAJA! Rentenir Tofan Ternyata Teror Banyak Keluarga — Ibu Esti Juga Dihina Kata Kasar & Diancam, Siap Laporkan Tofan Ke Polisi.

Kamis, 3 September 2026 - 07:04

DI HARI YANG SAMA, DUA LAPORAN GEMPARKAN POLRES BIMA KOTA — Istri Korban Laporkan Pemerasan & Pengancaman, DPP BAPEKA-NTB Bongkar Rentenir Ilegal Seorang Guru  

Rabu, 2 September 2026 - 16:46

RUSTAM, SH. (PENASEHAT HUKUM BAPEKA-NTB): PRAKTIK PEMERASAN RENTENIR OLEH SEORANG ABDI NEGARA DI KOTA BIMA — MENCORONG NAMA BAIK INSTITUSI PENDIDIKAN

Rabu, 2 September 2026 - 06:53

BAPEKA-NTB AKAN LAPORKAN “TFN” (LAMPE) KE POLRES BIMA KOTA — RENTENIR YANG MANFAATKAN MEDIA SOSIAL UNTUK MEMERAS DAN MEMPERMALUKAN WARGA

Berita Terbaru