RIOKASYTERWANDRA, S.Sos, MM Kasatpol PP, Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Kuantan Singingi

KPK ENDUS KECURANGAN DANA BPJS: NEGARA RUGI RATUSAN TRILIUN PER TAHUN, BAPEKA-NTB: “Ini Bukti Nyata Ada Konspirasi, Selasa Depan Kami Turun ke Jalan

- Penulis

Jumat, 8 Mei 2026 - 07:10

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KOTA BIMA //TintaPos.Com// – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi mengendus adanya praktik kecurangan besar-besaran dalam pengelolaan dana Jaminan Kesehatan Nasional yang dikelola BPJS Kesehatan. Kerugian negara yang diakibatkan dari praktik-praktik curang tersebut diperkirakan mencapai nilai sangat besar setiap tahunnya.

KPK telah menelusuri berbagai modus operandi yang dilakukan oleh sejumlah fasilitas kesehatan bekerja sama dengan oknum pengelola, yang terbukti merugikan keuangan negara sekaligus menurunkan kualitas layanan kesehatan bagi masyarakat luas.

Dalam pengawasan yang dilakukan tim KPK, ditemukan pola kecurangan yang sama berulang di berbagai daerah di Indonesia, yang persis sama dengan apa yang diteliti dan disoroti oleh Lembaga BAPEKA-NTB di wilayah Bima. Tiga modus utama itu adalah:

Phantom Billing (Tagihan Pasien Hantu):
Rumah sakit atau klinik membuat laporan pengobatan fiktif. Dilaporkan ada pasien berobat, dirawat, atau dioperasi, padahal orangnya tidak pernah ada. Tagihan dikirim ke BPJS dan dibayar lunas, uangnya kemudian dikorupsi bersama.

Upcoding (Manipulasi Kode Penyakit):
Pasien datang dengan sakit ringan seperti demam, flu, atau luka kecil, namun dalam laporan klaim diubah diagnosanya menjadi penyakit berat, rumit, dan berbiaya mahal. Selisih harga yang sangat besar antara penyakit asli dan penyakit rekayasa menjadi keuntungan gelap bagi pelaku.

Overtreatment (Pengobatan Berlebihan):
Pasien hanya butuh obat sebentar dikasih obat untuk waktu lama, tidak perlu rawat inap dipaksa dirawat, tidak perlu tindakan medis dipaksa ditindak. Tujuannya semata-mata untuk membengkakkan nilai tagihan agar uang yang diterima makin banyak.

Praktik ini berlangsung masif dan sistematis, bukan sekadar kesalahan administrasi biasa.

Ketua Umum BAPEKA-NTB, Tasrif Abdulatif, menegaskan bahwa temuan ini adalah bukti sahih yang mendukung analisis pihaknya selama ini. Menurutnya, nilai kerugian yang sangat besar itu mustahil terjadi tanpa ada keterlibatan langsung oknum di lingkungan BPJS Kesehatan.

Baca Juga:  LKPM-NTB Gelar Audensi dengan PUPR Kota Bima, Proyek SPAM Dara Dipertanyakan karena PHO Dilakukan Padahal Progres Hanya 75%

“Data KPK ini menegaskan apa yang sudah kami bongkar. Sistemnya diatur supaya curang itu mudah. BPJS kan posisinya sebagai pengawas dan pembayar. Kalau tagihannya palsu, seharusnya ditolak. Tapi kenyataannya dibayar terus-menerus bertahun-tahun. Artinya? Ada konspirasi, ada kolusi, ada uang komisi yang dibagi. Tanpa kunci dari dalam, pintu itu tidak akan terbuka,” tegas Tasrif.

BAPEKA menilai, di wilayah Kota Bima, indikasi kecurangan ini sangat kuat tercium. Keluhan masyarakat soal obat kosong, kamar penuh, hingga pelayanan yang berbelit-belit adalah dampak langsung dari bocornya dana yang seharusnya dialokasikan untuk kesejahteraan peserta.

Terkait data baru dari KPK ini, BAPEKA-NTB kembali menegaskan tekadnya untuk menggelar aksi demonstrasi damai besar-besaran pada hari Selasa pekan depan, mulai pagi hari di depan Kantor Cabang BPJS Kesehatan Kota Bima.

Ketua Umum BAPEKA-NTB, Tasrif Abdulatif, menyatakan bahwa laporan KPK ini menjadi amunisi kuat bagi gerakan masyarakat.
“Karena sudah ada data resmi KPK yang menyatakan kerugian sangat besar, maka tuntutan kami makin jelas. Kami tidak main-main. Di depan Kantor BPJS Bima nanti, kami akan menyampaikan empat poin tuntutan mutlak:

Buka seluruh data klaim rumah sakit di Bima.
Audit fisik langsung ke lapangan, jangan cuma cek kertas.
Hentikan alasan dana kurang, karena faktanya uang ada tapi dikorupsi.
Tolak tegas kenaikan iuran selama kebocoran belum ditutup.

“Kami ingin BPJS Bima sadar. Jangan lagi menjadi bagian dari sistem yang merugikan rakyat. Uang iuran rakyat itu amanah. Kalau amanah ini terus dirusak, kami akan terus turun ke jalan sampai tuntutan kami dipenuhi dan pelakunya diadili,” pungkas Tasrif.

BAPEKA-NTB mengajak seluruh elemen masyarakat, tokoh agama, dan pemuda di Bima Raya untuk hadir dan bersatu menyelamatkan dana JKN agar tidak makin dihabiskan oleh mafia kesehatan.

Red.

Berita Terkait

Pemerintah Kuansing Bentuk Tim Penyelesaian Sengketa Lahan Antara Masyarakat Koto Baru dengan PT. RAPP
Dukung Asta Cita Presiden, Panen Raya Jagung di Sikakak Hasilkan 1 Ton
Polda Sumsel Distribusikan 100 Jerigen Cairan Pemadam X-Fire ke 11 Polres
Masyarakat Desak Kapolres Sijunjung Tuntaskan Aktivitas PETI, Jangan Tunggu Bencana, “Jaga Alam Maka Alam Akan Jaga Kita”
Aktivitas PETI di Sijunjung Tak Terbendung, Adanya Dugaan Oknum Polisi Jadi Pemodal
Masyarakat Koto Baru Menanti Keadilan, Pemkab Kuansing Gelar Rapat Penyelesaian Persoalan dengan PT RAPP
RIBUAN MASYARAKAT DAN LEMBAGA ADAT KOTO BARU TANAM BIBIT SAWIT DI LAHAN ULAYAT YANG DIKUASAI PT RAPP
WARGA LAPORKAN DUGAAN PENCEMARAN SUNGAI AMUT OLEH LIMBAH CAIR PKS PT MAS DI TANJUNG PAUH
Berita ini 29 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 7 September 2026 - 15:17

GAZALI TEGAS TIDAK DIAM LAGI: DIGEROGOTI RENTENIR TOFAN RATUSAN JUTA, TIGA LAPORAN DIAJUKAN SEKALIGUS

Senin, 7 September 2026 - 11:46

Teror Dan Ancam Polisi: Rentenir Guru P3K di Bima Terancam di Pecat dan mendekam di penjara.

Senin, 7 September 2026 - 07:28

KETUA BAZNAS NTB SERING TIDAK DI KANTOR, BANTUAN BEROBAT TERUS TERTUNDA — KELUARGA PASIEN KELUAR BIAYA RATUSAN RIBU TANPA HASIL

Minggu, 6 September 2026 - 09:15

ALIANSI MASYARAKAT BERSATU KOTA & KABUPATEN BIMA AKAN GELAR AKSI DAMAI: TOLAK RENTENIR ILEGAL, TEGAKKAN KEADILAN & LINDUNGI MARTABAT WARGA

Kamis, 3 September 2026 - 14:29

BUKAN SATU KORBAN SAJA! Rentenir Tofan Ternyata Teror Banyak Keluarga — Ibu Esti Juga Dihina Kata Kasar & Diancam, Siap Laporkan Tofan Ke Polisi.

Kamis, 3 September 2026 - 07:04

DI HARI YANG SAMA, DUA LAPORAN GEMPARKAN POLRES BIMA KOTA — Istri Korban Laporkan Pemerasan & Pengancaman, DPP BAPEKA-NTB Bongkar Rentenir Ilegal Seorang Guru  

Rabu, 2 September 2026 - 16:46

RUSTAM, SH. (PENASEHAT HUKUM BAPEKA-NTB): PRAKTIK PEMERASAN RENTENIR OLEH SEORANG ABDI NEGARA DI KOTA BIMA — MENCORONG NAMA BAIK INSTITUSI PENDIDIKAN

Rabu, 2 September 2026 - 06:53

BAPEKA-NTB AKAN LAPORKAN “TFN” (LAMPE) KE POLRES BIMA KOTA — RENTENIR YANG MANFAATKAN MEDIA SOSIAL UNTUK MEMERAS DAN MEMPERMALUKAN WARGA

Berita Terbaru