RIOKASYTERWANDRA, S.Sos, MM Kasatpol PP, Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Kuantan Singingi

226 Petugas Sensus Ekonomi 2026 Dikukuhkan, Tolitoli Perkuat Akurasi Data Pembangunan

- Penulis

Senin, 15 Juni 2026 - 04:48

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tolitoli //Tintapos.com// – Pemerintah Kabupaten Tolitoli resmi mengukuhkan 226 petugas Sensus Ekonomi (SE) 2026 dalam Apel Siaga Pencanangan Sensus Ekonomi 2026 dan Program Desa Cinta Statistik (Desa Cantik) yang berlangsung di halaman Kantor Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Tolitoli, Minggu (14/6/2026).

Pengukuhan dilakukan oleh Bupati Tolitoli, Amran Hi Yahya. Para petugas yang dilantik akan bertugas melakukan pendataan terhadap berbagai aktivitas usaha yang ada di wilayah Kabupaten Tolitoli, mulai dari usaha mikro, kecil, dan menengah hingga usaha berskala besar.

Kegiatan tersebut juga menjadi penanda dimulainya pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 di Kabupaten Tolitoli. Pendataan ini bertujuan memperoleh informasi yang akurat mengenai kondisi dan perkembangan sektor usaha sebagai dasar penyusunan kebijakan pembangunan.

Dalam sambutannya, Bupati Amran menyampaikan bahwa data yang dihasilkan melalui Sensus Ekonomi memiliki peran penting dalam mendukung perencanaan pembangunan daerah. Menurutnya, data yang valid akan membantu pemerintah dalam merumuskan program yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

“Sensus Ekonomi bukan sekadar pendataan jumlah usaha. Data yang diperoleh akan menjadi dasar dalam menyusun berbagai kebijakan pembangunan, termasuk penguatan UMKM, penciptaan lapangan kerja, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat,” ujar Amran.

Selain pencanangan Sensus Ekonomi, Pemerintah Kabupaten Tolitoli juga meluncurkan Program Desa Cantik atau Desa Cinta Statistik. Program tersebut bertujuan meningkatkan kemampuan aparatur desa dalam mengelola data statistik yang akurat dan berkelanjutan.

Baca Juga:  Viral Disebut Mangkrak, PPK Bongkar Fakta Pembangunan Rumah Dinas Nakes Simuk: Proyek Sudah Capai 95 Persen

Melalui program ini, pemerintah desa diharapkan mampu menyusun data yang dapat digunakan sebagai dasar perencanaan pembangunan sesuai dengan potensi dan kebutuhan masing-masing wilayah.

Pada tahun 2026, Program Desa Cantik akan dilaksanakan di tiga desa, yakni Desa Dungingis, Desa Kapas, dan Desa Lingadan. Ketiga desa tersebut akan mendapatkan pembinaan dan pendampingan dalam pengelolaan data statistik.

Bupati Amran menilai keberadaan data yang akurat hingga tingkat desa sangat penting untuk mendukung pembangunan yang tepat sasaran. Dengan data yang tersedia dan terbarui secara berkala, pemerintah dapat menentukan prioritas program berdasarkan kondisi riil di lapangan.

Rangkaian kegiatan ditandai dengan pemukulan gong sebagai simbol dimulainya Sensus Ekonomi 2026. Selain itu, dilakukan pemasangan atribut kepada petugas sensus, penyerahan piagam kepada Agen Statistik, serta pelepasan petugas yang akan melaksanakan pendataan di lapangan.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Wakil Bupati Tolitoli Moh. Besar Bantilan, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), kepala organisasi perangkat daerah (OPD), Kepala BPS Kabupaten Tolitoli, serta para kepala desa yang menjadi bagian dari Program Desa Cantik.

Pemerintah Kabupaten Tolitoli berharap pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 dan Program Desa Cantik dapat menghasilkan data yang akurat, mutakhir, dan terintegrasi. Data tersebut diharapkan menjadi landasan dalam penyusunan kebijakan pembangunan yang lebih efektif serta mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Tolitoli.

Berita Terkait

Pemerintah Kuansing Bentuk Tim Penyelesaian Sengketa Lahan Antara Masyarakat Koto Baru dengan PT. RAPP
Dukung Asta Cita Presiden, Panen Raya Jagung di Sikakak Hasilkan 1 Ton
Polda Sumsel Distribusikan 100 Jerigen Cairan Pemadam X-Fire ke 11 Polres
Masyarakat Desak Kapolres Sijunjung Tuntaskan Aktivitas PETI, Jangan Tunggu Bencana, “Jaga Alam Maka Alam Akan Jaga Kita”
Aktivitas PETI di Sijunjung Tak Terbendung, Adanya Dugaan Oknum Polisi Jadi Pemodal
Masyarakat Koto Baru Menanti Keadilan, Pemkab Kuansing Gelar Rapat Penyelesaian Persoalan dengan PT RAPP
RIBUAN MASYARAKAT DAN LEMBAGA ADAT KOTO BARU TANAM BIBIT SAWIT DI LAHAN ULAYAT YANG DIKUASAI PT RAPP
WARGA LAPORKAN DUGAAN PENCEMARAN SUNGAI AMUT OLEH LIMBAH CAIR PKS PT MAS DI TANJUNG PAUH
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 7 September 2026 - 15:17

GAZALI TEGAS TIDAK DIAM LAGI: DIGEROGOTI RENTENIR TOFAN RATUSAN JUTA, TIGA LAPORAN DIAJUKAN SEKALIGUS

Senin, 7 September 2026 - 11:46

Teror Dan Ancam Polisi: Rentenir Guru P3K di Bima Terancam di Pecat dan mendekam di penjara.

Senin, 7 September 2026 - 07:28

KETUA BAZNAS NTB SERING TIDAK DI KANTOR, BANTUAN BEROBAT TERUS TERTUNDA — KELUARGA PASIEN KELUAR BIAYA RATUSAN RIBU TANPA HASIL

Minggu, 6 September 2026 - 09:15

ALIANSI MASYARAKAT BERSATU KOTA & KABUPATEN BIMA AKAN GELAR AKSI DAMAI: TOLAK RENTENIR ILEGAL, TEGAKKAN KEADILAN & LINDUNGI MARTABAT WARGA

Kamis, 3 September 2026 - 14:29

BUKAN SATU KORBAN SAJA! Rentenir Tofan Ternyata Teror Banyak Keluarga — Ibu Esti Juga Dihina Kata Kasar & Diancam, Siap Laporkan Tofan Ke Polisi.

Kamis, 3 September 2026 - 07:04

DI HARI YANG SAMA, DUA LAPORAN GEMPARKAN POLRES BIMA KOTA — Istri Korban Laporkan Pemerasan & Pengancaman, DPP BAPEKA-NTB Bongkar Rentenir Ilegal Seorang Guru  

Rabu, 2 September 2026 - 16:46

RUSTAM, SH. (PENASEHAT HUKUM BAPEKA-NTB): PRAKTIK PEMERASAN RENTENIR OLEH SEORANG ABDI NEGARA DI KOTA BIMA — MENCORONG NAMA BAIK INSTITUSI PENDIDIKAN

Rabu, 2 September 2026 - 06:53

BAPEKA-NTB AKAN LAPORKAN “TFN” (LAMPE) KE POLRES BIMA KOTA — RENTENIR YANG MANFAATKAN MEDIA SOSIAL UNTUK MEMERAS DAN MEMPERMALUKAN WARGA

Berita Terbaru