Dua Fraksi DPRD Kuansing Tolak Ranperda Perubahan SOTK

- Penulis

Rabu, 17 Juni 2026 - 17:11

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kuansing //TintaPos.Com// – Rencana perubahan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Struktur Organisasi dan Tata Kerja (SOTK) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing) yang mengusulkan pemekaran sejumlah dinas dan badan mendapat banyak catatan dari DPRD Kuansing.

Dalam rapat paripurna DPRD Kuansing yang digelar Rabu (17/6/2026), Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) dan Fraksi NasDem-PKS secara tegas menyatakan penolakan terhadap usulan tersebut. Sementara Fraksi Golkar meminta pemerintah daerah mengkaji ulang rencana penambahan organisasi perangkat daerah (OPD) baru dengan mempertimbangkan kondisi keuangan daerah yang masih terbebani utang.

Rapat paripurna dipimpin Wakil Ketua I DPRD Kuansing, Satria Mandala Putra, dan dihadiri Sekretaris Daerah Kuansing, Zulkarnain.

Juru bicara Fraksi PAN, Firman Rendiansyah, mengatakan usulan perubahan SOTK harus dikaji secara mendalam, baik dari aspek regulasi, kapasitas fiskal, maupun efektivitas organisasi.

Menurutnya, pembentukan dan pemekaran dinas tidak cukup hanya mengacu pada regulasi sektoral, tetapi juga harus memenuhi ketentuan dalam Peraturan Pemerintah Nomor 18 Tahun 2016 tentang Perangkat Daerah yang mempertimbangkan jumlah penduduk, luas wilayah, dan kemampuan keuangan daerah.

DPRD Soroti Potensi Pembengkakan Anggaran
Firman mengungkapkan, rencana penambahan tujuh OPD baru diperkirakan akan melahirkan sekitar 50 jabatan struktural baru, mulai dari pejabat pimpinan tinggi pratama, administrator, hingga pengawas.

Selain itu, belanja pegawai yang saat ini berada di kisaran Rp611 miliar diproyeksikan meningkat menjadi Rp789 miliar pada 2027. Kondisi tersebut berpotensi mendorong porsi belanja pegawai mendekati bahkan melebihi 40 persen dari total APBD.

Baca Juga:  Truk ODOL Ditahan di Jalur Betung, Polisi Prioritaskan Jalur Mudik Lebaran

“Pembengkakan struktur tanpa disertai proyeksi peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) adalah bentuk salah urus anggaran yang sangat fatal,” tegas Firman.

Fraksi PAN juga menilai pembentukan OPD baru berpotensi memunculkan masa transisi yang panjang, mulai dari penataan aset, mutasi personel, hingga penyesuaian regulasi internal yang dapat menghambat pelayanan publik.

Karena itu, Fraksi PAN menyatakan belum dapat menyetujui Ranperda tersebut untuk disahkan menjadi peraturan daerah.

Sikap serupa disampaikan Fraksi NasDem-PKS melalui juru bicaranya, Efendi. Ia menilai pembentukan struktur organisasi baru belum menunjukkan urgensi yang kuat, terlebih kebijakan tersebut berpotensi menambah beban anggaran daerah.

“Apakah penambahan SOTK yang baru ini sudah dihitung berapa beban biaya anggaran yang dibutuhkan, baik untuk protap, operasional, maupun biaya lainnya. Apakah manfaat yang diperoleh sebanding dengan biaya yang dikeluarkan,” ujarnya.

Menurut Efendi, pemerintah daerah harus memastikan anggaran lebih diprioritaskan untuk kebutuhan masyarakat, seperti pembangunan infrastruktur, pendidikan, kesehatan, dan pemberdayaan ekonomi.

Sementara itu, Fraksi Gerindra, Fraksi PDI Perjuangan, Fraksi Demokrat, dan Fraksi PKB tidak menyatakan penolakan, namun memberikan sejumlah catatan dan meminta agar usulan perubahan Ranperda SOTK dikaji ulang secara menyeluruh sebelum diputuskan.

Berita Terkait

Kisah Haru Perjuangan Guru di Tigo Jangko, Motor Rusak di Tengah Sulitnya Akses Jalan
GIAT JUMAT BERKAH: DIREKTUR MEDIA PATROLIKRIMINAL86.COM & TIM SALURKAN BANTUAN KE PANTI ASUHAN BAIHAQI UMAR
REMBUG STUNTING DI DESA PANGKALAN BENTENG, CAMAT TALANG KELAPA HADIRI KEGIATAN KONVERGENSI PENCEGAHAN STUNTING
Pembina Utama AWG Imbau Umat Islam Berpartisipasi Penyelenggaraan Bulan Solidaritas Palestina
Gerakan Peduli Kasih Jum’at Berkah yang di Taja Oleh PPWI Riau dan Tim Media Kembali Melaksanakan di Desa Ketaping Jaya
Ketua GP Ansor Kabupaten Solok Riki Rizo Namzah Hadiri Peringatan Hari Santri Nasional 2026 di Ponpes Darul Tauhid
Polisi Peduli Pengangguran “Bersama Polri Bangun Masa Depan” : Kapolsek Kuantan Mudik AKP Anra Nosa Hadir di Tengah Masyarakat Meretas Pengangguran
Aktivitas PETI Menggunakan Alat Berat Marak di Kelurahan Muara Lembu Kecamatan Singingi, Warga Desak Aparat Bertindak Tegas
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 02:01

Kisah Haru Perjuangan Guru di Tigo Jangko, Motor Rusak di Tengah Sulitnya Akses Jalan

Jumat, 23 Oktober 2026 - 10:24

GIAT JUMAT BERKAH: DIREKTUR MEDIA PATROLIKRIMINAL86.COM & TIM SALURKAN BANTUAN KE PANTI ASUHAN BAIHAQI UMAR

Kamis, 22 Oktober 2026 - 14:57

Pembina Utama AWG Imbau Umat Islam Berpartisipasi Penyelenggaraan Bulan Solidaritas Palestina

Kamis, 22 Oktober 2026 - 12:35

Gerakan Peduli Kasih Jum’at Berkah yang di Taja Oleh PPWI Riau dan Tim Media Kembali Melaksanakan di Desa Ketaping Jaya

Kamis, 22 Oktober 2026 - 09:46

Ketua GP Ansor Kabupaten Solok Riki Rizo Namzah Hadiri Peringatan Hari Santri Nasional 2026 di Ponpes Darul Tauhid

Kamis, 22 Oktober 2026 - 07:47

Polisi Peduli Pengangguran “Bersama Polri Bangun Masa Depan” : Kapolsek Kuantan Mudik AKP Anra Nosa Hadir di Tengah Masyarakat Meretas Pengangguran

Kamis, 22 Oktober 2026 - 04:05

Aktivitas PETI Menggunakan Alat Berat Marak di Kelurahan Muara Lembu Kecamatan Singingi, Warga Desak Aparat Bertindak Tegas

Rabu, 21 Oktober 2026 - 13:53

Lapak Baru Berdiri di Batang Arau, Padahal Ada Plang Larangan Berjualan, Kadis Pariwisata Disorot Masyarakat

Berita Terbaru