TOLITOLI //Tintapos.com// – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Tolitoli bersama Pemerintah Kabupaten Tolitoli dan Kementerian Agama Kabupaten Tolitoli menyalurkan secara simbolis 206 paket santunan kepada anak yatim dan penyandang disabilitas, Kamis (25/6/2026).
Kegiatan yang digelar di Kantor BAZNAS Kabupaten Tolitoli tersebut dirangkaikan dengan peringatan Tahun Baru Islam 1448 Hijriah. Mengusung tema “Pesan Inklusif dari Jiwa Anak untuk Negeri, Menebar Maslahat, Menguatkan Umat”, kegiatan berlangsung mulai pukul 08.00 hingga 12.00 WITA dan dihadiri berbagai unsur pemerintah, tokoh agama, mitra BAZNAS, serta keluarga penerima manfaat.
Sebanyak 206 paket santunan disalurkan kepada 150 anak yatim dan 56 penyandang disabilitas. Bantuan tersebut merupakan hasil penghimpunan dana zakat, infak, dan sedekah yang dikelola BAZNAS Kabupaten Tolitoli.
Bupati Tolitoli, H. Amran H. Yahya, dalam sambutannya menegaskan bahwa anak yatim dan penyandang disabilitas merupakan bagian dari masyarakat yang harus mendapatkan perhatian dan perlindungan bersama.
Menurutnya, kehadiran pemerintah bersama lembaga sosial dan keagamaan menjadi bentuk tanggung jawab moral dalam memastikan seluruh warga memperoleh kesempatan yang sama untuk berkembang dan meraih masa depan yang lebih baik.
“Anak-anak yatim dan saudara-saudara penyandang disabilitas adalah amanah yang harus kita jaga bersama. Pemerintah akan terus hadir untuk memberikan dukungan, pendampingan, serta memastikan hak-hak mereka terpenuhi dengan baik,” ujar Amran.
Ia juga memberikan apresiasi kepada BAZNAS Kabupaten Tolitoli yang secara konsisten menjalankan program-program sosial yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat, khususnya kelompok rentan.
Sementara itu, Ketua BAZNAS Kabupaten Tolitoli, Drs. Harifuddin Abd. Hafid, M.M., mengatakan penyaluran santunan tersebut merupakan bagian dari komitmen BAZNAS dalam mendistribusikan dana zakat kepada masyarakat yang membutuhkan.
Menurutnya, momentum Tahun Baru Islam menjadi waktu yang tepat untuk memperkuat semangat kepedulian sosial dan berbagi kebahagiaan kepada sesama.
“Alhamdulillah, melalui dukungan para muzaki dan kerja sama berbagai pihak, tahun ini sebanyak 206 anak yatim dan penyandang disabilitas dapat menerima bantuan. Kami berharap santunan ini dapat memberikan manfaat dan kebahagiaan bagi para penerima,” katanya.
Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tolitoli, Drs. H. Makmur Muhammad Arief, M.Pd.I., turut mengapresiasi sinergi yang terjalin antara BAZNAS, pemerintah daerah, dan Kementerian Agama.
Ia menilai kolaborasi tersebut perlu terus diperkuat agar program-program sosial yang menyasar kelompok rentan dapat berjalan secara berkelanjutan dan menjangkau lebih banyak masyarakat yang membutuhkan.
“Kita ingin memastikan tidak ada anak yatim maupun penyandang disabilitas yang merasa sendiri. Kehadiran negara dan lembaga sosial harus benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ujarnya.
Selain menjadi sarana penyaluran bantuan, kegiatan ini juga menjadi momentum untuk memperkuat nilai-nilai kepedulian, kebersamaan, dan solidaritas sosial di tengah masyarakat.
Pemerintah Kabupaten Tolitoli menilai program tersebut sejalan dengan upaya mewujudkan pembangunan yang inklusif, di mana seluruh lapisan masyarakat memperoleh kesempatan yang sama untuk tumbuh dan berkembang tanpa diskriminasi.
Kegiatan ditutup dengan penyerahan santunan secara simbolis oleh Bupati Tolitoli kepada perwakilan anak yatim dan penyandang disabilitas. Suasana haru dan kebahagiaan terlihat saat para penerima manfaat menerima bantuan yang diharapkan dapat meringankan kebutuhan sehari-hari sekaligus menjadi penyemangat dalam menjalani kehidupan.
Melalui kolaborasi yang terus diperkuat antara pemerintah, lembaga keagamaan, dan masyarakat, program sosial seperti ini diharapkan mampu menghadirkan manfaat yang lebih luas serta memperkuat semangat gotong royong dalam membangun Kabupaten Tolitoli yang peduli, inklusif, dan berkeadilan sosial.





















