MEDAN //TintaPos.Com// – Guna memastikan ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) serta kelancaran arus lalu lintas, jajaran Polsek Deli Tua menggelar kegiatan monitoring di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) yang tersebar di wilayah hukumnya, Selasa (14/7/2026) pagi.
Kegiatan monitoring yang dimulai sejak pukul 09.00 WIB ini dipimpin langsung oleh Kapolsek Deli Tua, AKP Kennedy Sitompol, S.H., M.H., bersama Wakapolsek AKP Hermawan, S.H., serta jajaran personel Polsek Deli Tua.
Kapolsek Deli Tua, AKP Kennedy Sitompul menyampaikan bahwa langkah ini dilakukan sebagai upaya preventif untuk memantau langsung ketersediaan stok BBM, baik jenis Subsidi maupun Non-Subsidi, sekaligus mengantisipasi adanya lonjakan antrian kendaraan di sekitar lokasi SPBU.
“Hari ini kami turun langsung melakukan pengecekan ke sembilan lokasi SPBU di wilayah hukum Polsek Deli Tua. Dari hasil pantauan di lapangan, memang terjadi peningkatan aktivitas dan antrian kendaraan masyarakat yang cukup panjang di beberapa titik pengisian BBM,” ujar AKP Kennedy Sitompul.
Berdasarkan data monitoring, stok BBM di beberapa SPBU terpantau bervariasi. Dari sembilan SPBU yang diperiksa, delapan di antaranya tetap beroperasi melayani pengisian BBM meskipun stok pada beberapa jenis produk—seperti Pertalite maupun Solar—mengalami kekosongan sementara. Sementara itu, terdapat satu SPBU di Jalan Besar Deli Tua Desa Kedai Durian yang terpantau tutup akibat seluruh persediaan stok BBM sedang kosong.
Meskipun terjadi antrian kendaraan yang cukup panjang di mayoritas SPBU (seperti di kawasan Jl. AH. Nasution, Jl. Tritura, dan Jl. Karya Wisata), pihak kepolisian memastikan bahwa situasi secara umum tetap aman, tertib, dan lancar.
“Meski antrian cukup panjang di beberapa lokasi, kami memastikan bahwa seluruh aktivitas pengisian BBM berjalan lancar. Arus lalu lintas di sekitar lokasi SPBU juga tetap tertib dan terkendali karena berada dalam pengawasan personel,” tambah AKP Kennedy.
Polsek Deli Tua mengimbau kepada masyarakat agar tetap tenang, mengantri dengan tertib, dan tidak melakukan tindakan panic buying demi menjaga kondusivitas bersama.
(A.Nst)





















