RIOKASYTERWANDRA, S.Sos, MM Kasatpol PP, Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Kuantan Singingi

Antisipasi Dampak Perubahan Iklim Ekstrem, UAR – STAI Al-Fatah Gelar Seminar “El Niño Godzilla 2026”

- Penulis

Minggu, 26 April 2026 - 05:01

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BOGOR //TintaPos.Com// – Lembaga kemanusiaan Ukhuwah Al-Fatah Rescue (UAR) bersama Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Al-Fatah menggelar Seminar Nasional bertajuk “El Niño Godzilla 2026: Strategi Antisipasi dan Mitigasi Dampak Perubahan Iklim Ekstrem di Indonesia” di Gedung STAI Al-Fatah Cileungsi, Kabupaten Bogor, Sabtu 25 April 2026.

Ketua Panitia Penyelenggara H. Syakuri, S.H., mengatakan kegiatan ini merupakan upaya edukasi dan penguatan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi potensi El Niño ekstrem yang diperkirakan melanda Indonesia pada 2026. Dampak El Nino tidak hanya berupa kekeringan panjang, tetapi juga kebakaran hutan dan lahan, krisis air bersih, hingga ancaman terhadap ketahanan pangan.

Oleh karenanya ia menegaskan pentingnya sinergi semua pihak dalam menghadapi ancaman tersebut. Menurutnya, kesiapsiagaan bencana merupakan tanggung jawab bersama, bukan hanya pemerintah.

“Masyarakat tidak boleh hanya pasrah. Ikhtiar melalui strategi antisipasi harus dilakukan sebelum bertawakal,” ujarnya, mengutip hadis tentang pentingnya usaha sebelum berserah diri kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Dalam keynote speech, Yakhsyallah Mansur mengingatkan bahwa bencana tidak semata fenomena alam, tetapi juga memiliki dimensi spiritual. Ia menekankan bahwa menjaga lingkungan adalah bagian dari ibadah, sementara merusak kerusakan alam dapat mengundang bencana.

“Perubahan iklim ekstrem adalah peringatan agar manusia kembali kepada syariat Allah Subhanahu wa Ta’ala sebelum datang azab yang lebih besar,” ujarnya.

Dari sisi ilmiah, Dr. Supari dari BMKG menjelaskan bahwa El Niño terjadi akibat penyimpangan suhu permukaan laut di Samudera Pasifik yang berdampak pada penurunan curah hujan di Indonesia.

“El Niño 2026 berpotensi menimbulkan kekeringan luas. Karena itu, informasi iklim harus dimanfaatkan sebagai dasar pengambilan keputusan,” jelasnya, seraya menekankan pentingnya peningkatan literasi iklim masyarakat.

Sementara itu, Dr. R. Hadianto Wardjaman menyebut istilah “Godzilla” sebagai gambaran ancaman yang tidak biasa dan berdampak luas lintas sektor. Ia menekankan perlunya koordinasi lintas sektor, sistem peringatan dini, dan respons cepat untuk meminimalkan risiko.

Baca Juga:  Komitmen Transparansi Berbuah Prestasi,PTBA Raih Anugerah Keterbukaan Informasi Publik 2025

Ia menjelaskan bahwa fenomena El Nino ini berpotensi memperpanjang musim kemarau secara signifikan, menurunkan ketersediaan air, serta meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan. Kondisi tersebut berdampak langsung pada sektor pertanian yang menjadi penopang ketahanan pangan nasional.

Ketua Umum UAR, Endang Sudrajat, ST., M.Si., MT., menyoroti pentingnya penguatan peran relawan dan kesiapsiagaan berbasis masyarakat.

“Relawan adalah garda terdepan. Mereka harus didukung sistem yang jelas, kapasitas memadai, dan logistik yang siap,” tegasnya.

Ia menambahkan, kesiapsiagaan harus disosialisasikan hingga ke komunitas dengan memahami siklus manajemen bencana: pra, saat, dan pasca bencana. Langkah antisipasi harus dilakukan sejak dini, seperti penghematan air, pemantauan informasi iklim, serta kesiapan menghadapi potensi kebakaran.

“Setiap relawan harus memahami langkah yang harus dilakukan, memiliki akses layanan darurat, dan meningkatkan kepedulian lingkungan. Risiko El Niño bisa dikurangi jika kita siap dan peduli sejak awal,” ujarnya.

Di sisi lain, praktisi komunikasi Imam Santoso mengingatkan pentingnya pengelolaan informasi di era digital. Ia menilai informasi yang tidak akurat dapat memicu kepanikan.

“Komunikasi kebencanaan harus cepat, tepat, dan tidak menimbulkan ketakutan. Masyarakat juga harus kritis terhadap informasi yang beredar,” katanya.

Seminar yang dipandu M. Tri Habibie, M.I.Kom ini berlangsung interaktif dengan antusiasme ratusan peserta yang tinggi. Berbagai pertanyaan muncul, terutama terkait langkah konkret menghadapi potensi krisis akibat El Niño.

Melalui kegiatan ini, UAR dan STAI Al-Fatah berharap terbangun kesadaran kolektif serta kolaborasi antara pemerintah, akademisi, dan relawan dalam mewujudkan masyarakat Indonesia yang tangguh menghadapi perubahan iklim ekstrem. [Al Mujahid]

Berita Terkait

Pemerintah Kuansing Bentuk Tim Penyelesaian Sengketa Lahan Antara Masyarakat Koto Baru dengan PT. RAPP
Dukung Asta Cita Presiden, Panen Raya Jagung di Sikakak Hasilkan 1 Ton
Polda Sumsel Distribusikan 100 Jerigen Cairan Pemadam X-Fire ke 11 Polres
Masyarakat Desak Kapolres Sijunjung Tuntaskan Aktivitas PETI, Jangan Tunggu Bencana, “Jaga Alam Maka Alam Akan Jaga Kita”
Aktivitas PETI di Sijunjung Tak Terbendung, Adanya Dugaan Oknum Polisi Jadi Pemodal
Masyarakat Koto Baru Menanti Keadilan, Pemkab Kuansing Gelar Rapat Penyelesaian Persoalan dengan PT RAPP
RIBUAN MASYARAKAT DAN LEMBAGA ADAT KOTO BARU TANAM BIBIT SAWIT DI LAHAN ULAYAT YANG DIKUASAI PT RAPP
WARGA LAPORKAN DUGAAN PENCEMARAN SUNGAI AMUT OLEH LIMBAH CAIR PKS PT MAS DI TANJUNG PAUH
Berita ini 21 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 7 September 2026 - 15:17

GAZALI TEGAS TIDAK DIAM LAGI: DIGEROGOTI RENTENIR TOFAN RATUSAN JUTA, TIGA LAPORAN DIAJUKAN SEKALIGUS

Senin, 7 September 2026 - 11:46

Teror Dan Ancam Polisi: Rentenir Guru P3K di Bima Terancam di Pecat dan mendekam di penjara.

Senin, 7 September 2026 - 07:28

KETUA BAZNAS NTB SERING TIDAK DI KANTOR, BANTUAN BEROBAT TERUS TERTUNDA — KELUARGA PASIEN KELUAR BIAYA RATUSAN RIBU TANPA HASIL

Minggu, 6 September 2026 - 09:15

ALIANSI MASYARAKAT BERSATU KOTA & KABUPATEN BIMA AKAN GELAR AKSI DAMAI: TOLAK RENTENIR ILEGAL, TEGAKKAN KEADILAN & LINDUNGI MARTABAT WARGA

Kamis, 3 September 2026 - 14:29

BUKAN SATU KORBAN SAJA! Rentenir Tofan Ternyata Teror Banyak Keluarga — Ibu Esti Juga Dihina Kata Kasar & Diancam, Siap Laporkan Tofan Ke Polisi.

Kamis, 3 September 2026 - 07:04

DI HARI YANG SAMA, DUA LAPORAN GEMPARKAN POLRES BIMA KOTA — Istri Korban Laporkan Pemerasan & Pengancaman, DPP BAPEKA-NTB Bongkar Rentenir Ilegal Seorang Guru  

Rabu, 2 September 2026 - 16:46

RUSTAM, SH. (PENASEHAT HUKUM BAPEKA-NTB): PRAKTIK PEMERASAN RENTENIR OLEH SEORANG ABDI NEGARA DI KOTA BIMA — MENCORONG NAMA BAIK INSTITUSI PENDIDIKAN

Rabu, 2 September 2026 - 06:53

BAPEKA-NTB AKAN LAPORKAN “TFN” (LAMPE) KE POLRES BIMA KOTA — RENTENIR YANG MANFAATKAN MEDIA SOSIAL UNTUK MEMERAS DAN MEMPERMALUKAN WARGA

Berita Terbaru