RIOKASYTERWANDRA, S.Sos, MM Kasatpol PP, Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Kuantan Singingi

Api Perlawanan LKPM-NTB: Membakar Selubung Kejahatan di Dinas PUPR dan SLBN Kota Bima

- Penulis

Rabu, 25 Februari 2026 - 09:35

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KOTA BIMA,NTB //TintaPos.Com// – Suasana Kota Bima mulai memanas menjelang aksi besar yang diagendakan pada Kamis, 26 Februari 2026. Lembaga Keadilan Poros Muda Nusa Tenggara Barat (LKPM-NTB), sebuah Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang dikenal aktif dalam advokasi dan pengawasan pemerintahan, siap menyulut “api perlawanan” yang mereka klaim akan membakar selubung gelap yang selama ini menutupi dugaan kejahatan dan penyimpangan di dua instansi vital: Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) serta Sekolah Luar Biasa Negeri (SLBN) Kota Bima.

Sebagai lembaga yang bergerak di luar struktur pemerintahan dan berbasis pada kepentingan masyarakat, LKPM-NTB menegaskan bahwa aksi ini bukan sekadar unjuk rasa biasa, melainkan bentuk pembelaan kebenaran terhadap dugaan praktik korupsi, penyalahgunaan anggaran, hingga kelalaian yang merugikan masyarakat luas. Khususnya, mereka menyoroti proyek-proyek infrastruktur di lingkungan PUPR yang dinilai tidak transparan, serta dugaan maladministrasi dan pengabaian hak-hak siswa serta tenaga pendidik di SLBN Kota Bima.

Menjelang gelombang protes tersebut, Direktur Eksekutif LKPM-NTB, Amirudin, S.Sos., dalam pernyataan pers yang disampaikan kepada awak media, membuka tabir mengapa lembaganya harus mengambil langkah ekstrem ini. Dengan nada tegas dan penuh keyakinan, ia menyampaikan sikap resmi LKPM-NTB:

“Hadirin sekalian, masyarakat Kota Bima yang kami cintai,Sudah terlalu lama kita membiarkan selubung gelap menutupi mata keadilan. Sudah terlalu lama suara rakyat teredam oleh bisu birokrasi yang seolah tak tersentuh. Hari ini, saya, Amirudin, atas nama Lembaga Keadilan Poros Muda Nusa Tenggara Barat (LKPM-NTB), tegaskan: Kesabaran kami sudah habis.

Pada Kamis, 26 Februari 2026, kami tidak hanya akan turun ke jalan. Kami akan menyulut api perlawanan yang tak akan padam sebelum kebenaran terang benderang. Kami datang bukan untuk mengganggu ketertiban, tapi untuk menegakkan ketertiban yang telah dilanggar. Kami datang dengan data, bukti, dan fakta yang mencengangkan terkait dugaan kejahatan di Dinas PUPR dan SLBN Kota Bima.

Baca Juga:  Ketua Umum Dpp Ganisa: Mendukung Pemerintah dalam Mensukseskan Program Strategi Nasional Pencegahan dan Pemberantasan Narkotika

Di Dinas PUPR, kami melihat bagaimana anggaran pembangunan seolah mengalir tanpa jejak, proyek-proyek dikerjakan asal-asalan, namun anggaran membengkak. Di SLBN, dugaan Pelanggaran Administrasi dan Potensi tindak pidana korupsi
Ini bukan sekadar masalah administrasi. Ini adalah pengkhianatan terhadap amanah rakyat. Ini adalah kejahatan yang merampas hak masa depan anak-anak kita dan kesejahteraan masyarakat Kota Bima.

Kepada pihak-pihak yang merasa nyaman di balik kursi kekuasaan dan merasa tindakan mereka akan selalu tertutup: Bersiaplah. Kamis nanti, selubung itu akan kami robek total. Kami tidak menakut-nakuti, kami hanya menegakkan kebenaran. Kami menuntut transparansi, kami menuntut pertanggungjawaban hukum, dan kami tidak akan berhenti sebelum semua pihak yang bersalah diproses sesuai hukum yang berlaku.

LKPM-NTB berdiri di atas kaki sendiri, mewakili suara rakyat yang tak bersuara. Kami tidak takut, karena kami memegang kebenaran. Dan kebenaran, sekalipun tertindas lama, akhirnya akan menang.

Api perlawanan sudah menyala. 26 Februari adalah waktunya. Mari kita saksikan bersama, keadilan akan ditegakkan!”

Massa diprediksi akan berkumpul di titik-titik yang telah ditentukan sebelum bergerak menuju lokasi aksi. LKPM-NTB memastikan bahwa aksi yang akan dilakukan ini akan berlangsung keras namun tetap tertib, dengan tujuan utama menuntut transparansi penuh dan pertanggungjawaban hukum dari pihak-pihak yang diduga terlibat.

Sampai saat ini, pihak kepolisian Kota Bima telah menerima pemberitahuan mengenai rencana aksi tersebut dan mulai mempersiapkan pengamanan ketat guna mengantisipasi situasi. Sementara itu, hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari pihak Dinas PUPR maupun SLBN Kota Bima terkait rencana aksi dan tuduhan yang akan dilontarkan oleh LKPM-NTB.

Masyarakat pun kini menantikan bagaimana gelombang protes ini akan bergulir dan apakah akan membawa angin perubahan bagi tata kelola pemerintahan di Kota Bima.
Red.

Berita Terkait

Pemerintah Kuansing Bentuk Tim Penyelesaian Sengketa Lahan Antara Masyarakat Koto Baru dengan PT. RAPP
Dukung Asta Cita Presiden, Panen Raya Jagung di Sikakak Hasilkan 1 Ton
Polda Sumsel Distribusikan 100 Jerigen Cairan Pemadam X-Fire ke 11 Polres
Masyarakat Desak Kapolres Sijunjung Tuntaskan Aktivitas PETI, Jangan Tunggu Bencana, “Jaga Alam Maka Alam Akan Jaga Kita”
Aktivitas PETI di Sijunjung Tak Terbendung, Adanya Dugaan Oknum Polisi Jadi Pemodal
Masyarakat Koto Baru Menanti Keadilan, Pemkab Kuansing Gelar Rapat Penyelesaian Persoalan dengan PT RAPP
RIBUAN MASYARAKAT DAN LEMBAGA ADAT KOTO BARU TANAM BIBIT SAWIT DI LAHAN ULAYAT YANG DIKUASAI PT RAPP
WARGA LAPORKAN DUGAAN PENCEMARAN SUNGAI AMUT OLEH LIMBAH CAIR PKS PT MAS DI TANJUNG PAUH
Berita ini 57 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 7 September 2026 - 15:17

GAZALI TEGAS TIDAK DIAM LAGI: DIGEROGOTI RENTENIR TOFAN RATUSAN JUTA, TIGA LAPORAN DIAJUKAN SEKALIGUS

Senin, 7 September 2026 - 11:46

Teror Dan Ancam Polisi: Rentenir Guru P3K di Bima Terancam di Pecat dan mendekam di penjara.

Senin, 7 September 2026 - 07:28

KETUA BAZNAS NTB SERING TIDAK DI KANTOR, BANTUAN BEROBAT TERUS TERTUNDA — KELUARGA PASIEN KELUAR BIAYA RATUSAN RIBU TANPA HASIL

Minggu, 6 September 2026 - 09:15

ALIANSI MASYARAKAT BERSATU KOTA & KABUPATEN BIMA AKAN GELAR AKSI DAMAI: TOLAK RENTENIR ILEGAL, TEGAKKAN KEADILAN & LINDUNGI MARTABAT WARGA

Kamis, 3 September 2026 - 14:29

BUKAN SATU KORBAN SAJA! Rentenir Tofan Ternyata Teror Banyak Keluarga — Ibu Esti Juga Dihina Kata Kasar & Diancam, Siap Laporkan Tofan Ke Polisi.

Kamis, 3 September 2026 - 07:04

DI HARI YANG SAMA, DUA LAPORAN GEMPARKAN POLRES BIMA KOTA — Istri Korban Laporkan Pemerasan & Pengancaman, DPP BAPEKA-NTB Bongkar Rentenir Ilegal Seorang Guru  

Rabu, 2 September 2026 - 16:46

RUSTAM, SH. (PENASEHAT HUKUM BAPEKA-NTB): PRAKTIK PEMERASAN RENTENIR OLEH SEORANG ABDI NEGARA DI KOTA BIMA — MENCORONG NAMA BAIK INSTITUSI PENDIDIKAN

Rabu, 2 September 2026 - 06:53

BAPEKA-NTB AKAN LAPORKAN “TFN” (LAMPE) KE POLRES BIMA KOTA — RENTENIR YANG MANFAATKAN MEDIA SOSIAL UNTUK MEMERAS DAN MEMPERMALUKAN WARGA

Berita Terbaru