RIOKASYTERWANDRA, S.Sos, MM Kasatpol PP, Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Kuantan Singingi

Dody Fitrawan, S.A.P,. M.M Plt. Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Kabupaten Kuantan Singingi

Beberapa Dokter RSUD Pasbar Ingkari Sumpah, Pasien Jadi Korban

- Penulis

Rabu, 3 Juni 2026 - 11:22

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pasaman Barat //TintaPos.Com// – Pelayanan kesehatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pasaman Barat pada Rabu, (3/6/2026), lumpuh hampir total. Hampir seluruh poli tutup, kecuali poli umum dan gigi yang masih melayani pasien. Kondisi ini menimbulkan keresahan mendalam di tengah masyarakat yang membutuhkan layanan kesehatan.

Perkumpulan Jurnalis Online Pasaman Barat (AJO Pasbar) segera melakukan investigasi langsung ke RSUD. Tim dipimpin oleh Ketua Muhammad Fadli, didampingi Sekretaris, serta bidang Hubungan Antar Instansi Safril Erizon dan sejumlah bidang lainnya. Kehadiran tim ini menunjukkan komitmen AJO Pasbar dalam mengawal pelayanan publik.

Hasil pantauan di lapangan menunjukkan poli penyakit dalam, poli paru, dan sejumlah poli lainnya tidak beroperasi. Hanya poli umum dan gigi yang tetap buka. Banyak pasien dari berbagai daerah harus menelan kekecewaan setelah perjalanan jauh untuk berobat.

Buk Ros (68) dari Silaping, sudah berangkat sejak subuh untuk berobat mata. Namun, sesampainya di RSUD, poli mata tutup. “Kami sudah jauh-jauh datang, ternyata tidak ada pelayanan,” keluhnya.

Hal serupa dialami Buk Nurherawan (75) dari Parit Koto Balingka. Ia berniat berobat ke poli penyakit dalam, tetapi harus menunggu lama tanpa kepastian. Akhirnya, anaknya mencoba mencari alternatif pelayanan di RS Ibnu Sina Yarsi Simpang Empat.

Tim AJO Pasbar juga meninjau sejumlah ruangan poli. Hasilnya, banyak ruangan dokter kosong tanpa pegawai. Di poli penyakit dalam, seorang karyawan menyampaikan bahwa pelayanan memang tidak dibuka hari itu. “Kami tidak tahu apa penyebabnya, kami hanya pegawai,” ujarnya singkat.

Ironisnya, pada Selasa, 2 Juni 2026, para dokter RSUD Pasaman Barat diketahui mengadakan rapat bersama Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Pasbar. Namun, hingga kini belum ada penjelasan resmi mengenai hasil rapat tersebut dan apakah rapat itu berkaitan dengan penutupan pelayanan poli.

Baca Juga:  Sekda Tolitoli Hadiri Sosialisasi dan Penandatanganan Kerja Sama Energi Terbarukan

Lebih memprihatinkan lagi, jajaran manajemen RSUD, khususnya bagian pelayanan, tidak berada di tempat. Padahal, bagian pelayanan justru sedang dalam kondisi hancur dan membutuhkan kehadiran pimpinan untuk mengatasi krisis.

Dampak penutupan poli ini sangat mengkhawatirkan. Seorang pasien yang datang untuk mendapatkan resep obat dari dokter spesialis tidak bisa dilayani karena poli tutup. Stok obat pasien tersebut sudah habis dan membutuhkan penanganan segera.

Kondisi ini menimbulkan pertanyaan besar mengenai komitmen para dokter terhadap sumpah profesi mereka. Sumpah dokter menegaskan kewajiban untuk mengutamakan kesehatan pasien di atas kepentingan pribadi. Namun, kenyataan di RSUD Pasaman Barat menunjukkan sebaliknya: pasien dibiarkan tanpa pelayanan, sementara dokter dan manajemen absen dari tanggung jawab.

Masyarakat berharap pihak manajemen RSUD segera memberikan penjelasan resmi terkait penyebab penutupan poli. Transparansi informasi sangat dibutuhkan agar tidak menimbulkan keresahan lebih luas.

Selain itu, pemerintah daerah diharapkan turun tangan untuk memastikan pelayanan kesehatan di RSUD berjalan normal. Rumah sakit sebagai fasilitas kesehatan utama di Pasaman Barat tidak boleh dibiarkan berhenti melayani masyarakat.

Kejadian ini menjadi pelajaran penting bahwa sumpah dokter bukan sekadar formalitas. Pasien yang datang dengan harapan mendapatkan pengobatan layak tidak seharusnya pulang dengan kecewa. RSUD Pasaman Barat dituntut segera memperbaiki sistem pelayanan agar kejadian serupa tidak terulang.

Berita Terkait

Wujudkan Pelayanan Presisi, Astamaops Kapolri Komjen Pol M Fadli Imran Tinjauan Polda Sulut
Kajati Sumbar Terima Kunjungan Silaturahmi Rektor UNP, Perkuat Sinergi Hukum dan Pendidikan
Tim UAR Jakarta Utara Santuni Pengungsi UNHCR Jakarta, Wujud Kepedulian Sesama
KETUA UMUM GANISA: Mengajak Seluruh Masyarakat Indonesia Peduli Generasi Penerus Bangsa Bersama kita Wujudkan Indonesia Emas
BAZNAS Kota Padang Buka Program Bantuan Penyelesaian Tugas Akhir bagi Mahasiswa
Aktivitas PETI Menggunakan Alat Berat di Kelurahan Muara Lembu, diduga Milik Rauf Tak Tersentu Hukum, APH Diminta Tindak Tegas..
Membongkar Skandal Pajak ‘Siluman’ BPKAD Kota Bima: Diduga Jadi Modus Amankan Mafia Tanah Reklamasi Amahami!.p
Berita ini 17 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 23 Juli 2026 - 11:33

Wujudkan Pelayanan Presisi, Astamaops Kapolri Komjen Pol M Fadli Imran Tinjauan Polda Sulut

Kamis, 23 Juli 2026 - 08:06

Tim UAR Jakarta Utara Santuni Pengungsi UNHCR Jakarta, Wujud Kepedulian Sesama

Rabu, 22 Juli 2026 - 07:55

KETUA UMUM GANISA: Mengajak Seluruh Masyarakat Indonesia Peduli Generasi Penerus Bangsa Bersama kita Wujudkan Indonesia Emas

Rabu, 22 Juli 2026 - 07:53

BAZNAS Kota Padang Buka Program Bantuan Penyelesaian Tugas Akhir bagi Mahasiswa

Selasa, 21 Juli 2026 - 13:03

Aktivitas PETI Menggunakan Alat Berat di Kelurahan Muara Lembu, diduga Milik Rauf Tak Tersentu Hukum, APH Diminta Tindak Tegas..

Minggu, 19 Juli 2026 - 13:40

Membongkar Skandal Pajak ‘Siluman’ BPKAD Kota Bima: Diduga Jadi Modus Amankan Mafia Tanah Reklamasi Amahami!.p

Sabtu, 18 Juli 2026 - 16:57

Jumat, 17 Juli 2026 - 12:43

LPPK-NTB AKSI DI BRI CABANG BIMA: TOLAK PRAKTIK ASURANSI YANG TAK BERDASAR HUKUM DAN MERUGIKAN MASYARAKAT ,HANYA MENGUNTUNGKAN BANK

Berita Terbaru