RIOKASYTERWANDRA, S.Sos, MM Kasatpol PP, Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Kuantan Singingi

Deklarasi Jago Lubuk Linggau: Wakapolda Sumsel Bacakan Amanat Kapolda, Tolak Aksi Anarkis dan Provokasi

- Penulis

Kamis, 18 Juni 2026 - 06:11

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LUBUK LINGGAU //TintaPos.Com// — Kepolisian Daerah Sumatera Selatan terus memperkuat kolaborasi antara aparat keamanan, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam menjaga stabilitas keamanan sebagai fondasi utama pembangunan nasional. Komitmen tersebut diwujudkan melalui pelaksanaan Apel Sabuk Kamtibmas yang dirangkaikan dengan Deklarasi Jago Lubuk Linggau di Mapolres Lubuk Linggau, Kamis (18/6/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri Wakapolda Sumatera Selatan Brigjen Pol Rony Samtana, S.I.K., M.T.C.P., yang mewakili Kapolda Sumatera Selatan Irjen Pol Dr. Sandi Nugroho, S.I.K., S.H., M.Hum., bersama Wali Kota Lubuk Linggau H. Rahmat Hidayat, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, akademisi, organisasi kemasyarakatan, serta berbagai elemen strategis lainnya.

Dalam amanat Kapolda Sumatera Selatan yang dibacakan Wakapolda Sumsel, disampaikan bahwa keamanan bukan hanya tanggung jawab aparat penegak hukum, melainkan tanggung jawab bersama seluruh komponen bangsa. Melalui Deklarasi Jago Lubuk Linggau, seluruh elemen masyarakat diajak membangun kesadaran kolektif untuk menolak aksi anarkis, provokasi, penyalahgunaan narkotika, kekerasan jalanan, serta berbagai bentuk gangguan kamtibmas yang dapat menghambat pembangunan dan merusak masa depan generasi muda.

Data yang dipaparkan menunjukkan bahwa sepanjang tahun 2026 Polres Lubuk Linggau menerima 246 laporan tindak pidana, dengan 193 perkara berhasil diselesaikan. Berbagai kasus yang berhasil diungkap meliputi tindak pidana terhadap nyawa, kejahatan konvensional, penipuan berkedok ibadah umrah, hingga pemberantasan jaringan peredaran gelap narkotika.

Capaian tersebut menjadi indikator nyata bahwa negara hadir memberikan perlindungan kepada masyarakat. Namun demikian, tingginya dinamika gangguan keamanan juga menjadi pengingat bahwa ancaman terhadap ketertiban umum masih memerlukan kewaspadaan dan partisipasi aktif seluruh elemen masyarakat.

Apel Sabuk Kamtibmas dan Deklarasi Jago Lubuk Linggau merupakan implementasi nyata Program Presisi Polri yang digagas Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si., khususnya dalam membangun sistem keamanan berbasis partisipasi masyarakat dan penguatan deteksi dini di tingkat komunitas. Langkah ini sejalan dengan arah kebijakan pemerintah dalam memperkuat stabilitas keamanan nasional sebagai prasyarat utama pertumbuhan ekonomi, investasi, dan kesejahteraan masyarakat.

Baca Juga:  Pembangunan KDKMP di Sumenep Madura,Di Tinjau Pangdam V/Brawijaya

Melalui sinergi antara Polri, pemerintah daerah, lembaga penegak hukum, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan generasi muda, Kota Lubuk Linggau diharapkan mampu menjadi model penguatan ketahanan sosial yang dapat direplikasi di berbagai daerah lainnya.

Dalam amanatnya, Kapolda Sumatera Selatan Irjen Pol Dr. Sandi Nugroho, S.I.K., S.H., M.Hum., melalui Wakapolda Sumsel Brigjen Pol Rony Samtana, S.I.K., M.T.C.P., menegaskan pentingnya keterlibatan masyarakat dalam menjaga keamanan lingkungan.

“Jadilah mata yang tajam, telinga yang peka, dan benteng yang kokoh bagi lingkungan kita masing-masing. Jangan ragu untuk melaporkan setiap potensi gangguan keamanan melalui layanan Call Center 110 yang siap melayani masyarakat selama 24 jam. Kepada seluruh personel Polres Lubuk Linggau, tanamkan semangat Nyago Bumi Sriwijaya Aman Bae 24/7 sebagai komitmen untuk selalu hadir memberikan perlindungan kepada masyarakat,” demikian amanat Kapolda Sumsel yang dibacakan Wakapolda Sumsel.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Sumatera Selatan Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya, S.I.K., M.H., menegaskan bahwa Deklarasi Jago Lubuk Linggau mencerminkan semakin kuatnya kolaborasi antara Polri dan masyarakat dalam menjaga keamanan wilayah.

“Ketika pemerintah daerah, aparat penegak hukum, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan generasi muda berdiri bersama dalam satu komitmen menjaga keamanan, maka sesungguhnya kita sedang membangun fondasi ketahanan sosial yang kuat. Polda Sumsel akan terus mendorong lahirnya gerakan-gerakan kolaboratif seperti ini sebagai bagian dari upaya menjaga stabilitas kamtibmas dan mendukung keberhasilan pembangunan nasional,” ujar Kabid Humas Polda Sumatera Selatan Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya, S.I.K., M.H.

Melalui Apel Sabuk Kamtibmas dan Deklarasi Jago Lubuk Linggau, Polda Sumatera Selatan menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat kemitraan strategis dengan seluruh elemen masyarakat. Sinergi tersebut diharapkan mampu menciptakan lingkungan yang aman, tertib, dan kondusif sehingga masyarakat dapat menjalankan aktivitas sosial, pendidikan, dan ekonomi secara optimal demi terwujudnya Sumatera Selatan yang maju, aman, dan sejahtera.

(Jon tp)

Berita Terkait

Pemerintah Kuansing Bentuk Tim Penyelesaian Sengketa Lahan Antara Masyarakat Koto Baru dengan PT. RAPP
Dukung Asta Cita Presiden, Panen Raya Jagung di Sikakak Hasilkan 1 Ton
Polda Sumsel Distribusikan 100 Jerigen Cairan Pemadam X-Fire ke 11 Polres
Masyarakat Desak Kapolres Sijunjung Tuntaskan Aktivitas PETI, Jangan Tunggu Bencana, “Jaga Alam Maka Alam Akan Jaga Kita”
Aktivitas PETI di Sijunjung Tak Terbendung, Adanya Dugaan Oknum Polisi Jadi Pemodal
Masyarakat Koto Baru Menanti Keadilan, Pemkab Kuansing Gelar Rapat Penyelesaian Persoalan dengan PT RAPP
RIBUAN MASYARAKAT DAN LEMBAGA ADAT KOTO BARU TANAM BIBIT SAWIT DI LAHAN ULAYAT YANG DIKUASAI PT RAPP
WARGA LAPORKAN DUGAAN PENCEMARAN SUNGAI AMUT OLEH LIMBAH CAIR PKS PT MAS DI TANJUNG PAUH
Berita ini 9 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 7 September 2026 - 15:17

GAZALI TEGAS TIDAK DIAM LAGI: DIGEROGOTI RENTENIR TOFAN RATUSAN JUTA, TIGA LAPORAN DIAJUKAN SEKALIGUS

Senin, 7 September 2026 - 11:46

Teror Dan Ancam Polisi: Rentenir Guru P3K di Bima Terancam di Pecat dan mendekam di penjara.

Senin, 7 September 2026 - 07:28

KETUA BAZNAS NTB SERING TIDAK DI KANTOR, BANTUAN BEROBAT TERUS TERTUNDA — KELUARGA PASIEN KELUAR BIAYA RATUSAN RIBU TANPA HASIL

Minggu, 6 September 2026 - 09:15

ALIANSI MASYARAKAT BERSATU KOTA & KABUPATEN BIMA AKAN GELAR AKSI DAMAI: TOLAK RENTENIR ILEGAL, TEGAKKAN KEADILAN & LINDUNGI MARTABAT WARGA

Kamis, 3 September 2026 - 14:29

BUKAN SATU KORBAN SAJA! Rentenir Tofan Ternyata Teror Banyak Keluarga — Ibu Esti Juga Dihina Kata Kasar & Diancam, Siap Laporkan Tofan Ke Polisi.

Kamis, 3 September 2026 - 07:04

DI HARI YANG SAMA, DUA LAPORAN GEMPARKAN POLRES BIMA KOTA — Istri Korban Laporkan Pemerasan & Pengancaman, DPP BAPEKA-NTB Bongkar Rentenir Ilegal Seorang Guru  

Rabu, 2 September 2026 - 16:46

RUSTAM, SH. (PENASEHAT HUKUM BAPEKA-NTB): PRAKTIK PEMERASAN RENTENIR OLEH SEORANG ABDI NEGARA DI KOTA BIMA — MENCORONG NAMA BAIK INSTITUSI PENDIDIKAN

Rabu, 2 September 2026 - 06:53

BAPEKA-NTB AKAN LAPORKAN “TFN” (LAMPE) KE POLRES BIMA KOTA — RENTENIR YANG MANFAATKAN MEDIA SOSIAL UNTUK MEMERAS DAN MEMPERMALUKAN WARGA

Berita Terbaru