RIOKASYTERWANDRA, S.Sos, MM Kasatpol PP, Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Kuantan Singingi

Diduga Oknum Polres Jember Copot Police Line SPBU Terindikasi Jaringan Mafia BBM, Tanpa Sepengetahuan Pelapor

- Penulis

Senin, 16 Maret 2026 - 07:12

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jember //Tintapos.com// – Police Line yang semula dipasang Polres Jember, di SPBU Tegal Besar, sebagai upaya menyikapi kasus Mafia BBM, sejak Minggu (15/03/2026) terpantau telah dibuka.

Police Line mulanya dipasang Polres Jember, sebagai respon terhadap adanya dugaan jaringan Mafia BBM, yang memborong BBM bersubsidi di SPBU tersebut.

Pemasangan police line itu, juga dilakukan bersama oleh Anggota DPRRI Bambang Haryadi, yang kebetulan sedang melakukan pemantauan peredaran BBM di Kabupaten Jember.

David Handoko Seto, Anggota DPRD Jember, selaku pelapor menyesalkan pencopotan police line itu, tanpa koordinasi dengan pelapor.

Seharusnya, Polres Jember berkoordinasi dengan kami sebagai pelapor, terkait dengan seluruh perkembangan penanganan perkara ini, termasuk pelepasan police line ini,” sesal David.

David sempat bertanya kepada petugas SPBU, pelaku yang mencopot police line itu adalah orang dari Polres Jember.

“Menurut keterangan pengawas SPBU, yang mencopot dari polres Jember. Pak Heri itu, kata pak Agus, Kanit Tipiter Polres Jember,” katanya.

Menyikapi permasalahan ini, David akan mempertanyakan kepada Polres Jember.

“Kenapa ini dibuka, seharusnya perkembangan hasil penyidikan tersampaikan kepada saya sebagai pelapor,” ujarnya.

David berharap semua pihak menghargai semua tahapan proses hukum, terkait penanganan perkara ini.

“Kami berharap semua pihak bisa menghargai proses hukum yang sedang berlangsung,” ujarnya.

Sebuah peristiwa heroik, baru saja berlangsung, saat Ketua Fraksi Nasdem DPRD Kabupaten Jember, David Handoko Seto, mencoba mengungkap dugaan praktik jual beli BBM bersubsidi di sebuah SPBU Jalan Teuku Umar, Kebonsari, Kecamatan Sumbersari, pada Sabtu (14/03/2026) dini hari.

Baca Juga:  Pelaksanaan Shalat Idul Fitri 1 Syawal 1447 H di Masjid Al-Ikhlas RW 002 Aren Jaya Berlangsung Khidmat

Melalui rekaman suaranya, David menuturkan aksi heroiknya bahkan berujung pada kejar-kejaran maut, hingga wilayah Ambulu.

Dia juga menjadi korban pengeroyokan oleh sejumlah anak muda, di wilayah Ambulu

David mengaku mengalami pengeroyokan oleh sekelompok orang yang diduga merupakan rekan dari sopir truk tersebut.

Bawa Kasus ke Polres Jember
Atas insiden ini, David telah melaporkan dua perkara ke Polres Jember:

Pertama, dugaan penjualan BBM bersubsidi secara ilegal oleh pihak SPBU. Kedua, dugaan percobaan pembunuhan oleh kelompok yang mengawal truk tersebut.

David menyoroti tiga kejanggalan utama dalam kasus ini:
Transaksi BBM berlangsung dini hari, di luar jam operasional SPBU
Pihak SPBU sengaja mematikan lampu saat pengisian berlangsung
Sopir truk memilih melarikan diri saat akan dimintai keterangan
Saya yakin aparat kepolisian mampu mengungkap jaringan di balik praktik mafia BBM bersubsidi ini. Saya akan segera membuat laporan resmi,” tegas David.

Kasus ini mendapatkan tanggapan serius Sekretaris Fraksi Gerindra DPR-RI Bambang Haryadi, yang kebetulan sedang melakukan pemantauan dan pengawasan BBM di Kabupaten Jember.

Melalui keterangan persnya, Bambang meminta agar SPBU dimaksud dihentikan operasinya.

Atas permintaan Bambang, Polres pada hari itu juga menyegel SPBU tersebut.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi polres Jember, terkait tindakan pencopotan police line tersebut.(Nur/Tp)

Berita Terkait

Pemerintah Kuansing Bentuk Tim Penyelesaian Sengketa Lahan Antara Masyarakat Koto Baru dengan PT. RAPP
Dukung Asta Cita Presiden, Panen Raya Jagung di Sikakak Hasilkan 1 Ton
Polda Sumsel Distribusikan 100 Jerigen Cairan Pemadam X-Fire ke 11 Polres
Masyarakat Desak Kapolres Sijunjung Tuntaskan Aktivitas PETI, Jangan Tunggu Bencana, “Jaga Alam Maka Alam Akan Jaga Kita”
Aktivitas PETI di Sijunjung Tak Terbendung, Adanya Dugaan Oknum Polisi Jadi Pemodal
Masyarakat Koto Baru Menanti Keadilan, Pemkab Kuansing Gelar Rapat Penyelesaian Persoalan dengan PT RAPP
RIBUAN MASYARAKAT DAN LEMBAGA ADAT KOTO BARU TANAM BIBIT SAWIT DI LAHAN ULAYAT YANG DIKUASAI PT RAPP
WARGA LAPORKAN DUGAAN PENCEMARAN SUNGAI AMUT OLEH LIMBAH CAIR PKS PT MAS DI TANJUNG PAUH
Berita ini 19 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 7 September 2026 - 15:17

GAZALI TEGAS TIDAK DIAM LAGI: DIGEROGOTI RENTENIR TOFAN RATUSAN JUTA, TIGA LAPORAN DIAJUKAN SEKALIGUS

Senin, 7 September 2026 - 11:46

Teror Dan Ancam Polisi: Rentenir Guru P3K di Bima Terancam di Pecat dan mendekam di penjara.

Senin, 7 September 2026 - 07:28

KETUA BAZNAS NTB SERING TIDAK DI KANTOR, BANTUAN BEROBAT TERUS TERTUNDA — KELUARGA PASIEN KELUAR BIAYA RATUSAN RIBU TANPA HASIL

Minggu, 6 September 2026 - 09:15

ALIANSI MASYARAKAT BERSATU KOTA & KABUPATEN BIMA AKAN GELAR AKSI DAMAI: TOLAK RENTENIR ILEGAL, TEGAKKAN KEADILAN & LINDUNGI MARTABAT WARGA

Kamis, 3 September 2026 - 14:29

BUKAN SATU KORBAN SAJA! Rentenir Tofan Ternyata Teror Banyak Keluarga — Ibu Esti Juga Dihina Kata Kasar & Diancam, Siap Laporkan Tofan Ke Polisi.

Kamis, 3 September 2026 - 07:04

DI HARI YANG SAMA, DUA LAPORAN GEMPARKAN POLRES BIMA KOTA — Istri Korban Laporkan Pemerasan & Pengancaman, DPP BAPEKA-NTB Bongkar Rentenir Ilegal Seorang Guru  

Rabu, 2 September 2026 - 16:46

RUSTAM, SH. (PENASEHAT HUKUM BAPEKA-NTB): PRAKTIK PEMERASAN RENTENIR OLEH SEORANG ABDI NEGARA DI KOTA BIMA — MENCORONG NAMA BAIK INSTITUSI PENDIDIKAN

Rabu, 2 September 2026 - 06:53

BAPEKA-NTB AKAN LAPORKAN “TFN” (LAMPE) KE POLRES BIMA KOTA — RENTENIR YANG MANFAATKAN MEDIA SOSIAL UNTUK MEMERAS DAN MEMPERMALUKAN WARGA

Berita Terbaru