RIOKASYTERWANDRA, S.Sos, MM Kasatpol PP, Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Kuantan Singingi

GEGARA BANTUAN: PKH & SEMBAKO SALUR KE YANG MAMPU, JANDA TUA & MISKIN NOL BESAR!

- Penulis

Minggu, 12 April 2026 - 06:18

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KOTA BIMA //TintaPis.Com// – Fenomena ketimpangan penyaluran bantuan sosial (Bansos) kembali menjadi sorotan tajam masyarakat. Berdasarkan informasi yang diterima langsung oleh Wartawan Tinta Pos pada Minggu, 12 April 2026 dari pengaduan warga, di Kelurahan Kendo terlihat jelas ironi yang sangat menyakitkan: yang LAYAK justru tidak dapat, namun yang TIDAK LAYAK malah mendapatkan hak tersebut secara terus menerus mulai dari tahun 2025 hingga 2026.

Keluarga yang secara ekonomi sudah mampu, bahkan tergolong sejahtera, namanya masih tercatat sebagai penerima manfaat. Sementara itu, para janda tua, lansia renta, dan warga yang benar-benar hidup dalam keterbatasan justru tereliminasi dari data, dengan alasan klasik: “Ada perubahan data dari pusat.”

 
IRONI DI KELURAHAN KENDO: YANG KAYA DAPAT, YANG MISKIN DIHILANGKAN

Warga mengaku kecewa melihat realita di lapangan. Bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) dan Sembako justru dinikmati oleh mereka yang kehidupannya sudah mencukupi.

“Lihat saja, Istri Ketua LPM saja dapat, padahal kehidupannya jelas sangat mencukupi, bahkan anaknya bisa kuliah. Itu kan golongan sejahtera. Tapi kenapa namanya masih ada? Sedangkan kami yang benar-benar susah malah hilang,” keluh warga kepada wartawan.

Hal serupa juga terjadi pada keluarga pegawai kelurahan. Orang tua dari aparat kelurahan tersebut juga tercatat menerima bantuan, padahal diketahui mereka sudah mampu, bahkan sudah berangkat Haji.

NASIB PILU IBU MAIMUNAH, 85 TAHUN: MENUNGGU REZEKI TETANGGA, TAK MASUK DATA

Salah satu kasus yang paling menyayat hati adalah nasib Ibu Maimunah (85 tahun). Seorang janda tua yang sudah renta, tinggal sendirian di rumah sederhana.

Meski memiliki 5 orang anak, namun mereka semua sudah berkeluarga dan memiliki kesibukan masing-masing, sehingga tidak bisa setiap saat merawatnya. Secara ekonomi, Ibu Maimunah TIDAK MEMILIKI PENGHASILAN SAMA SEKALI. Hidupnya hanya bergantung pada belas kasihan tetangga dan kiriman anaknya yang tak menentu.

Namun yang mengejutkan, nama Ibu Maimunah TIDAK TERDAFTAR sama sekali dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS). Padahal kondisi rumah dan kehidupannya jelas berada di Desil 6 (sangat miskin), dan ia seharusnya mendapatkan perlindungan BPJS Kesehatan PBI serta bantuan sosial lainnya.

“Makan saja susah, menunggu dikasih orang. Tapi kok tidak dapat bantuan? Katanya pemerintah peduli lansia? Kenapa datanya bisa hilang atau tidak masuk sama sekali?” tanya warga sekitar yang prihatin.

Baca Juga:  Diduga Pemerintah Desa Tutup Mata Terkait Aktivatas PETI di Desa Kasang Limau Sundai

NASIB SITI NUR: BURUH TANI DENGAN 3 ANAK, PENDAPATAN PAS-PASAN

Tidak hanya lansia, kaum ibu yang berjuang menghidupi keluarga juga tersingkir. Seperti dialami Siti Nur, seorang buruh tani yang penghasilannya tidak menentu dan sangat minim.

Ia memiliki 3 orang anak, di mana 2 di antaranya masih bersekolah di tingkat SD dan SMP. Beban hidup yang berat seharusnya menjadi alasan kuat untuk mendapatkan dukungan dari negara melalui PKH, namun sayangnya hak tersebut juga tidak ia rasakan.

SEDIHNYA NASIB ANAK YATIM PIATU: JUGA TIDAK DAPAT BANTUAN

Yang semakin membuat hati prihatin, bahkan ANAK YATIM PIATU yang seharusnya menjadi prioritas perlindungan negara, di wilayah ini juga TIDAK MENDAPATKAN sama sekali bantuan sosial.

Padahal mereka adalah kelompok yang sangat rentan, kehilangan tulang punggung keluarga, dan hidup dalam keterbatasan. Namun sayang, perlindungan negara pun seolah tak sampai ke tangan mereka.

10 TAHUN KOSONG: JANDA TUA TAK PERNAH SENTUH BANTUAN

Lebih memilukan lagi, ada kelompok janda tua di wilayah tersebut yang mengaku sudah lebih dari 10 TAHUN tidak pernah merasakan sama sekali bantuan dari pemerintah.

Sementara itu, mereka yang memiliki koneksi, relasi, atau keluarganya berada di lingkungan pemerintahan, bantuan justru mengalir deras tanpa henti, mulai dari PKH, Sembako, hingga bantuan lainnya.

TUNTUTAN MASYARAKAT: SEGERA PERBAIKI DATA!

Masyarakat mempertanyakan integritas pengelola data di tingkat kelurahan maupun dinas terkait.

“Alasan ‘perubahan data pusat’ itu sudah tidak bisa diterima lagi. Itu kan hanya alasan. Kenapa yang mampu tetap aman di data, sedangkan yang benar-benar miskin, janda tua, bahkan anak yatim malah dihapus atau tidak masuk? Ini bukan kesalahan sistem, tapi kesalahan hati dan niat!” tegas warga.

Mereka menuntut agar segera dilakukan verifikasi dan validasi data ulang secara menyeluruh dan transparan, agar bantuan negara benar-benar tepat sasaran, jatuh ke tangan yang berhak, bukan malah menjadi santapan bagi mereka yang sudah mampu.
Red.
(Adim Kaperwil-ntb)

Berita Terkait

Pemerintah Kuansing Bentuk Tim Penyelesaian Sengketa Lahan Antara Masyarakat Koto Baru dengan PT. RAPP
Dukung Asta Cita Presiden, Panen Raya Jagung di Sikakak Hasilkan 1 Ton
Polda Sumsel Distribusikan 100 Jerigen Cairan Pemadam X-Fire ke 11 Polres
Masyarakat Desak Kapolres Sijunjung Tuntaskan Aktivitas PETI, Jangan Tunggu Bencana, “Jaga Alam Maka Alam Akan Jaga Kita”
Aktivitas PETI di Sijunjung Tak Terbendung, Adanya Dugaan Oknum Polisi Jadi Pemodal
Masyarakat Koto Baru Menanti Keadilan, Pemkab Kuansing Gelar Rapat Penyelesaian Persoalan dengan PT RAPP
RIBUAN MASYARAKAT DAN LEMBAGA ADAT KOTO BARU TANAM BIBIT SAWIT DI LAHAN ULAYAT YANG DIKUASAI PT RAPP
WARGA LAPORKAN DUGAAN PENCEMARAN SUNGAI AMUT OLEH LIMBAH CAIR PKS PT MAS DI TANJUNG PAUH
Berita ini 331 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 7 September 2026 - 15:17

GAZALI TEGAS TIDAK DIAM LAGI: DIGEROGOTI RENTENIR TOFAN RATUSAN JUTA, TIGA LAPORAN DIAJUKAN SEKALIGUS

Senin, 7 September 2026 - 11:46

Teror Dan Ancam Polisi: Rentenir Guru P3K di Bima Terancam di Pecat dan mendekam di penjara.

Senin, 7 September 2026 - 07:28

KETUA BAZNAS NTB SERING TIDAK DI KANTOR, BANTUAN BEROBAT TERUS TERTUNDA — KELUARGA PASIEN KELUAR BIAYA RATUSAN RIBU TANPA HASIL

Minggu, 6 September 2026 - 09:15

ALIANSI MASYARAKAT BERSATU KOTA & KABUPATEN BIMA AKAN GELAR AKSI DAMAI: TOLAK RENTENIR ILEGAL, TEGAKKAN KEADILAN & LINDUNGI MARTABAT WARGA

Kamis, 3 September 2026 - 14:29

BUKAN SATU KORBAN SAJA! Rentenir Tofan Ternyata Teror Banyak Keluarga — Ibu Esti Juga Dihina Kata Kasar & Diancam, Siap Laporkan Tofan Ke Polisi.

Kamis, 3 September 2026 - 07:04

DI HARI YANG SAMA, DUA LAPORAN GEMPARKAN POLRES BIMA KOTA — Istri Korban Laporkan Pemerasan & Pengancaman, DPP BAPEKA-NTB Bongkar Rentenir Ilegal Seorang Guru  

Rabu, 2 September 2026 - 16:46

RUSTAM, SH. (PENASEHAT HUKUM BAPEKA-NTB): PRAKTIK PEMERASAN RENTENIR OLEH SEORANG ABDI NEGARA DI KOTA BIMA — MENCORONG NAMA BAIK INSTITUSI PENDIDIKAN

Rabu, 2 September 2026 - 06:53

BAPEKA-NTB AKAN LAPORKAN “TFN” (LAMPE) KE POLRES BIMA KOTA — RENTENIR YANG MANFAATKAN MEDIA SOSIAL UNTUK MEMERAS DAN MEMPERMALUKAN WARGA

Berita Terbaru