RIOKASYTERWANDRA, S.Sos, MM Kasatpol PP, Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Kuantan Singingi

Guru SDN 12 Tigo Jangko Pertaruhkan Nyawa Demi Pengabdian untuk Negeri

- Penulis

Sabtu, 25 April 2026 - 09:24

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tigo Jangko, //TintaPos.Com// – Nagari Tanjung Balik Sumiso, Kecamatan Tigo Lurah, Kabupaten Solok — Kisah pengabdian yang penuh perjuangan datang dari para guru SDN 12 Tigo Jangko. Dalam menjalankan tugas mulia mencerdaskan generasi bangsa, mereka harus menghadapi medan berat yang tak jarang mengancam keselamatan jiwa. Pada Jumat, 24 April 2026, para majelis guru kembali menempuh perjalanan ekstrem demi sampai ke sekolah tempat mereka mengabdi.

Akses menuju Tigo Jangko masih jauh dari kata layak. Jalan sepanjang kurang lebih 14 kilometer harus dilalui dengan kondisi berlumpur, licin, dan sulit dilalui kendaraan. Kondisi ini bukan hanya menyulitkan, tetapi juga berisiko tinggi, terutama saat musim hujan. Namun, keterbatasan tersebut tidak menyurutkan semangat para pendidik untuk tetap hadir di tengah-tengah siswa.

Salah satu guru, Pak Doni, yang berdomisili di Muara Panas, Kecamatan Bukit Sundi, mengungkapkan bahwa perjalanan dari rumah menuju sekolah memakan waktu hingga enam jam. Jalan yang seharusnya beraspal kini berubah menjadi “aspal merah”—sebutan warga untuk jalan berlumpur yang sulit dilalui. Meski demikian, ia bersama sembilan majelis guru lainnya, serta tujuh tenaga pendidik yang berasal dari luar daerah Tigo Jangko, tetap menjalankan tugas mereka dengan penuh dedikasi.

Selama bertahun-tahun mengabdi, para guru ini tidak pernah mengeluh, meskipun fasilitas pendidikan yang tersedia sangat terbatas. Ruang kelas yang seadanya, meja dan kursi yang kurang memadai, hingga minimnya sarana penunjang pembelajaran menjadi tantangan sehari-hari. Namun, semangat mereka tetap teguh demi mewujudkan generasi emas di daerah terpencil tersebut.

Baca Juga:  Kapolsek Cerenti Cek Lahan 6 Hektare untuk Dukung Ketahanan Pangan Nasional

Pak Doni juga menyampaikan bahwa kondisi ini sebenarnya sudah diketahui oleh pihak terkait, termasuk Dinas Pendidikan Kabupaten Solok. Namun, hingga saat ini belum terlihat adanya langkah konkret atau respons nyata untuk memperbaiki keadaan tersebut. Hal ini tentu menjadi perhatian serius, mengingat pendidikan adalah hak dasar setiap warga negara yang harus dipenuhi secara merata.

Budiman, sebagai putra daerah, turut menyuarakan harapannya kepada Pemerintah Kabupaten Solok agar lebih profesional dan responsif dalam menjalankan tugasnya. Ia menegaskan bahwa seluruh masyarakat, tanpa terkecuali, berhak mendapatkan pelayanan yang sama, baik dalam hal infrastruktur maupun pendidikan.

“Jangan sampai masyarakat di daerah terpencil seperti Tigo Jangko terus merasa dianaktirikan. Mereka juga bagian dari bangsa ini yang memiliki hak yang sama untuk mendapatkan pendidikan yang layak,” ujarnya.

Kisah para guru SDN 12 Tigo Jangko menjadi cerminan nyata bahwa pengabdian sejati tidak mengenal batas. Namun di sisi lain, ini juga menjadi pengingat bahwa masih ada ketimpangan yang harus segera dibenahi. Sudah saatnya pemerintah hadir secara nyata untuk memastikan bahwa perjuangan para pendidik ini tidak berjalan sendirian, dan anak-anak di pelosok negeri mendapatkan hak pendidikan yang semestinya.

Berita Terkait

Pemerintah Kuansing Bentuk Tim Penyelesaian Sengketa Lahan Antara Masyarakat Koto Baru dengan PT. RAPP
Dukung Asta Cita Presiden, Panen Raya Jagung di Sikakak Hasilkan 1 Ton
Polda Sumsel Distribusikan 100 Jerigen Cairan Pemadam X-Fire ke 11 Polres
Masyarakat Desak Kapolres Sijunjung Tuntaskan Aktivitas PETI, Jangan Tunggu Bencana, “Jaga Alam Maka Alam Akan Jaga Kita”
Aktivitas PETI di Sijunjung Tak Terbendung, Adanya Dugaan Oknum Polisi Jadi Pemodal
Masyarakat Koto Baru Menanti Keadilan, Pemkab Kuansing Gelar Rapat Penyelesaian Persoalan dengan PT RAPP
RIBUAN MASYARAKAT DAN LEMBAGA ADAT KOTO BARU TANAM BIBIT SAWIT DI LAHAN ULAYAT YANG DIKUASAI PT RAPP
WARGA LAPORKAN DUGAAN PENCEMARAN SUNGAI AMUT OLEH LIMBAH CAIR PKS PT MAS DI TANJUNG PAUH
Berita ini 234 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 7 September 2026 - 15:17

GAZALI TEGAS TIDAK DIAM LAGI: DIGEROGOTI RENTENIR TOFAN RATUSAN JUTA, TIGA LAPORAN DIAJUKAN SEKALIGUS

Senin, 7 September 2026 - 11:46

Teror Dan Ancam Polisi: Rentenir Guru P3K di Bima Terancam di Pecat dan mendekam di penjara.

Senin, 7 September 2026 - 07:28

KETUA BAZNAS NTB SERING TIDAK DI KANTOR, BANTUAN BEROBAT TERUS TERTUNDA — KELUARGA PASIEN KELUAR BIAYA RATUSAN RIBU TANPA HASIL

Minggu, 6 September 2026 - 09:15

ALIANSI MASYARAKAT BERSATU KOTA & KABUPATEN BIMA AKAN GELAR AKSI DAMAI: TOLAK RENTENIR ILEGAL, TEGAKKAN KEADILAN & LINDUNGI MARTABAT WARGA

Kamis, 3 September 2026 - 14:29

BUKAN SATU KORBAN SAJA! Rentenir Tofan Ternyata Teror Banyak Keluarga — Ibu Esti Juga Dihina Kata Kasar & Diancam, Siap Laporkan Tofan Ke Polisi.

Kamis, 3 September 2026 - 07:04

DI HARI YANG SAMA, DUA LAPORAN GEMPARKAN POLRES BIMA KOTA — Istri Korban Laporkan Pemerasan & Pengancaman, DPP BAPEKA-NTB Bongkar Rentenir Ilegal Seorang Guru  

Rabu, 2 September 2026 - 16:46

RUSTAM, SH. (PENASEHAT HUKUM BAPEKA-NTB): PRAKTIK PEMERASAN RENTENIR OLEH SEORANG ABDI NEGARA DI KOTA BIMA — MENCORONG NAMA BAIK INSTITUSI PENDIDIKAN

Rabu, 2 September 2026 - 06:53

BAPEKA-NTB AKAN LAPORKAN “TFN” (LAMPE) KE POLRES BIMA KOTA — RENTENIR YANG MANFAATKAN MEDIA SOSIAL UNTUK MEMERAS DAN MEMPERMALUKAN WARGA

Berita Terbaru