Hutan Lindung Bukit Betabuh Dijarah Mafia PETI, Negara dirugikan Siapa yang Bertanggungjawab?

- Penulis

Sabtu, 24 Januari 2026 - 09:48

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Teluk Kuantan //TintaPos.Com// – Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di Kabupaten Kuantan Singingi seolah tak pernah mengenal kata berhenti. Dari aliran sungai hingga kawasan hutan lindung, semuanya dijadikan ladang emas oleh tangan-tangan rakus yang tak peduli pada hukum dan kelestarian alam.

Fakta pahit kini terbuka lebar. Hutan Lindung Bukit Betabuh, kawasan yang seharusnya dijaga ketat oleh negara, justru berubah menjadi sarang aktivitas PETI. Bukan lagi sekadar rakit tradisional, melainkan alat berat yang bekerja siang dan malam, mengoyak perut bumi tanpa ampun.

Ironisnya, penertiban yang dilakukan aparat dinilai tebang pilih. Setelah media mengungkap maraknya PETI di wilayah hukum Kuantan Mudik, khususnya di daerah Cengar dan Pantai, masyarakat mempertanyakan sikap aparat yang hanya fokus di satu titik, sementara kejahatan lingkungan di kawasan hutan lindung dibiarkan begitu saja.

Kekecewaan itu disampaikan langsung oleh seorang narasumber kepada awak media.

Baca Juga:  Catut Kesempatan Saat Memberi Makan, Pria di Banyuasin Diduga Curi Burung Lovebird dan Conure Senilai Rp17 Juta

“Tau nggak sama kamu, itu daerah Bukit Betabuh Lubuk Jambi ada aktivitas BOK pakai alat berat. Jangan cuma rakit saja yang diviralkan,” ungkapnya dengan nada kesal, Sabtu (24/01/2026).

Aktivitas PETI dengan alat berat dipastikan menimbulkan kerusakan lingkungan yang masif dan permanen. Hutan rusak, ekosistem hancur, sungai tercemar, dan masa depan generasi dipertaruhkan.

Lebih mengkhawatirkan lagi, para pelaku bukanlah masyarakat kecil yang sekadar mencari makan. Di balik operasi ini diduga kuat berdiri “bos-bos besar” yang mengendalikan jaringan PETI secara rapi, terstruktur, sistematis, dan masif..
Mereka bermain dengan kekuatan modal, kekuasaan, dan dugaan koordinasi dengan pihak-pihak tertentu.

Pertanyaannya kini, sampai kapan hutan lindung Bukit Betabuh terus dijarah? Dan sampai kapan hukum hanya tajam ke bawah, namun tumpul ke atas?. Rls

Berita Terkait

MUKLISIN APRESIASI PENGABDIAN HERRY HERYAWAN: KEBAIKANNYA MEMBEKAS DI KUANSING
Polsek Kuantan Mudik Cek Tanaman Jagung di Pebaun Hulu, Dukung Swasembada Pangan
Kuansing Bersholawat, Doa dan Sholawat Menggema Sambut HUT ke-27 Kuansing
Panglima Besar Hulubalang LAMR Hadiri Pelepasan Komjen Herry Heryawan, Apresiasi Pelestarian Budaya Melayu dan Green Policing
Polsek Cerenti Tindak Lanjuti Laporan Layanan Kepolisian 110 Terkait Aktivitas PETI di Sungai Kuantan
Polres Kuansing Tertibkan 67 Rakit PETI dan 5 Asbuk di 22 TKP Dalam Sepekan
Nurul Angely Juara Bintang Radio Kuansing 2026, Pemkab Apresiasi PAPPRI dan Kominfoss
Warga Kambuhapang Pertanyakan Status Tanah Kampung dan Sawah yang Diklaim Dinas Peternakan
Berita ini 112 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 11 Oktober 2026 - 07:27

MUKLISIN APRESIASI PENGABDIAN HERRY HERYAWAN: KEBAIKANNYA MEMBEKAS DI KUANSING

Minggu, 11 Oktober 2026 - 06:27

Polsek Kuantan Mudik Cek Tanaman Jagung di Pebaun Hulu, Dukung Swasembada Pangan

Minggu, 11 Oktober 2026 - 05:34

Kuansing Bersholawat, Doa dan Sholawat Menggema Sambut HUT ke-27 Kuansing

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 03:52

Polsek Cerenti Tindak Lanjuti Laporan Layanan Kepolisian 110 Terkait Aktivitas PETI di Sungai Kuantan

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 03:41

Polres Kuansing Tertibkan 67 Rakit PETI dan 5 Asbuk di 22 TKP Dalam Sepekan

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 03:18

Nurul Angely Juara Bintang Radio Kuansing 2026, Pemkab Apresiasi PAPPRI dan Kominfoss

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 03:12

Warga Kambuhapang Pertanyakan Status Tanah Kampung dan Sawah yang Diklaim Dinas Peternakan

Jumat, 9 Oktober 2026 - 02:52

Wakil Ketua Yayasan hadiri Santri Saat Subuh, Perkuat Pembinaan Ibadah dan Akademik di PMT Hamka Padang

Berita Terbaru