RIOKASYTERWANDRA, S.Sos, MM Kasatpol PP, Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Kuantan Singingi

Kapolda Sumsel: Pancasila Adalah Jangkar Moral Bangsa di Tengah Tantangan Zaman

- Penulis

Senin, 1 Juni 2026 - 15:37

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Banyuasin //TintaPos.Com// – Polda Sumatera Selatan meneguhkan komitmennya dalam menjaga persatuan bangsa dan memperkuat pelayanan kepada masyarakat melalui pelaksanaan Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 yang berlangsung di Lapangan Apel Mapolda Sumsel, Senin (1/6/2026).

Upacara yang dimulai pukul 07.00 WIB tersebut dipimpin langsung oleh Kapolda Sumsel Irjen Pol. Sandi Nugroho, S.I.K., S.H., M.Hum., serta diikuti Wakapolda Sumsel, Pejabat Utama Polda Sumsel, perwira, bintara, ASN Polri, dan seluruh peserta upacara dengan penuh khidmat.

Mengusung tema “Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia”, peringatan tahun ini menjadi momentum strategis untuk memperkuat semangat kebangsaan sekaligus mengaktualisasikan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

Dalam kesempatan tersebut, Kapolda Sumsel membacakan amanat Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Republik Indonesia yang menegaskan bahwa Pancasila merupakan fondasi utama yang mempersatukan keberagaman Indonesia sekaligus menjadi pedoman menghadapi berbagai tantangan global yang semakin kompleks.

“Pancasila adalah bintang penuntun yang telah membuktikan ketangguhannya dalam mempersatukan bangsa. Di tengah berbagai tantangan dan dinamika dunia, Indonesia tetap berdiri kokoh karena memiliki fondasi ideologi yang kuat, yaitu Pancasila,” ujar Kapolda Sumsel saat membacakan amanat Kepala BPIP.

Kapolda Sumsel menegaskan bahwa nilai-nilai Pancasila harus terus dihidupkan dalam setiap aspek kehidupan, termasuk dalam pelaksanaan tugas kepolisian yang mengedepankan pendekatan humanis, keadilan, persamaan hak, serta penghormatan terhadap keberagaman.

Menurutnya, menjaga keamanan bukan hanya memastikan situasi tetap tertib, tetapi juga memastikan masyarakat merasakan keadilan, perlindungan, dan kehadiran negara dalam kehidupan sehari-hari.

“Pancasila harus menjadi ideologi yang hidup dalam tindakan nyata. Sebagai pelayan masyarakat, setiap personel Polri harus mampu menghadirkan nilai-nilai kemanusiaan, persatuan, musyawarah, dan keadilan sosial dalam setiap pelaksanaan tugas,” tegas Irjen Pol. Sandi Nugroho.

Baca Juga:  H+5 Lebaran, Pelabuhan Ketapang Banyuwangi Dipadati Pemotor ke Bali

Peringatan Hari Lahir Pancasila juga menjadi refleksi bagi seluruh jajaran Polda Sumsel untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan publik serta memperkuat peran Polri sebagai penjaga stabilitas keamanan dan perekat persatuan bangsa.

Nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila sejalan dengan Program Kapolda Sumsel “Sudahkah Anda Berbuat Baik Hari Ini”, yang mendorong seluruh personel untuk terus menghadirkan manfaat nyata, pelayanan terbaik, dan kepedulian kepada masyarakat dalam setiap aktivitas pengabdian.

Peringatan tersebut memiliki makna strategis dalam memperkuat ketahanan nasional, menjaga stabilitas sosial, meningkatkan kepercayaan publik terhadap institusi negara, serta mendukung berbagai program pembangunan nasional yang berlandaskan semangat persatuan dan gotong royong.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol. Nandang Mu’min Wijaya, S.I.K., M.H. mengatakan bahwa Hari Lahir Pancasila bukan sekadar momentum seremonial, melainkan pengingat bagi seluruh elemen bangsa untuk terus menjaga persatuan dan memperkuat nilai kebangsaan dalam kehidupan sehari-hari.

“Pancasila adalah fondasi yang menyatukan keberagaman Indonesia. Di tengah perkembangan zaman yang begitu cepat, nilai-nilai Pancasila harus tetap menjadi pedoman dalam berpikir, bersikap, dan bertindak. Bagi Polri, Pancasila menjadi landasan moral dalam memberikan pelayanan yang adil, humanis, dan profesional kepada masyarakat,” ujar Kombes Pol. Nandang Mu’min Wijaya, S.I.K., M.H.

Ia menambahkan bahwa Polda Sumsel akan terus mengedepankan pendekatan yang mengutamakan dialog, kebersamaan, dan semangat gotong royong dalam menjaga keamanan serta membangun harmonisasi sosial di tengah masyarakat.

Melalui peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026, Polda Sumsel menegaskan komitmennya untuk terus menjaga persatuan bangsa, memperkuat stabilitas kamtibmas, serta menghadirkan pelayanan yang berorientasi pada kepentingan masyarakat. Semangat Pancasila akan terus menjadi energi pengabdian Polri dalam mengawal Indonesia yang aman, damai, maju, dan berkeadilan.

(JON TP)

Berita Terkait

Pemerintah Kuansing Bentuk Tim Penyelesaian Sengketa Lahan Antara Masyarakat Koto Baru dengan PT. RAPP
Dukung Asta Cita Presiden, Panen Raya Jagung di Sikakak Hasilkan 1 Ton
Polda Sumsel Distribusikan 100 Jerigen Cairan Pemadam X-Fire ke 11 Polres
Masyarakat Desak Kapolres Sijunjung Tuntaskan Aktivitas PETI, Jangan Tunggu Bencana, “Jaga Alam Maka Alam Akan Jaga Kita”
Aktivitas PETI di Sijunjung Tak Terbendung, Adanya Dugaan Oknum Polisi Jadi Pemodal
Masyarakat Koto Baru Menanti Keadilan, Pemkab Kuansing Gelar Rapat Penyelesaian Persoalan dengan PT RAPP
RIBUAN MASYARAKAT DAN LEMBAGA ADAT KOTO BARU TANAM BIBIT SAWIT DI LAHAN ULAYAT YANG DIKUASAI PT RAPP
WARGA LAPORKAN DUGAAN PENCEMARAN SUNGAI AMUT OLEH LIMBAH CAIR PKS PT MAS DI TANJUNG PAUH
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 7 September 2026 - 15:17

GAZALI TEGAS TIDAK DIAM LAGI: DIGEROGOTI RENTENIR TOFAN RATUSAN JUTA, TIGA LAPORAN DIAJUKAN SEKALIGUS

Senin, 7 September 2026 - 11:46

Teror Dan Ancam Polisi: Rentenir Guru P3K di Bima Terancam di Pecat dan mendekam di penjara.

Senin, 7 September 2026 - 07:28

KETUA BAZNAS NTB SERING TIDAK DI KANTOR, BANTUAN BEROBAT TERUS TERTUNDA — KELUARGA PASIEN KELUAR BIAYA RATUSAN RIBU TANPA HASIL

Minggu, 6 September 2026 - 09:15

ALIANSI MASYARAKAT BERSATU KOTA & KABUPATEN BIMA AKAN GELAR AKSI DAMAI: TOLAK RENTENIR ILEGAL, TEGAKKAN KEADILAN & LINDUNGI MARTABAT WARGA

Kamis, 3 September 2026 - 14:29

BUKAN SATU KORBAN SAJA! Rentenir Tofan Ternyata Teror Banyak Keluarga — Ibu Esti Juga Dihina Kata Kasar & Diancam, Siap Laporkan Tofan Ke Polisi.

Kamis, 3 September 2026 - 07:04

DI HARI YANG SAMA, DUA LAPORAN GEMPARKAN POLRES BIMA KOTA — Istri Korban Laporkan Pemerasan & Pengancaman, DPP BAPEKA-NTB Bongkar Rentenir Ilegal Seorang Guru  

Rabu, 2 September 2026 - 16:46

RUSTAM, SH. (PENASEHAT HUKUM BAPEKA-NTB): PRAKTIK PEMERASAN RENTENIR OLEH SEORANG ABDI NEGARA DI KOTA BIMA — MENCORONG NAMA BAIK INSTITUSI PENDIDIKAN

Rabu, 2 September 2026 - 06:53

BAPEKA-NTB AKAN LAPORKAN “TFN” (LAMPE) KE POLRES BIMA KOTA — RENTENIR YANG MANFAATKAN MEDIA SOSIAL UNTUK MEMERAS DAN MEMPERMALUKAN WARGA

Berita Terbaru