Sulut //TintaPos.Com// – Kabut duka menyelimuti Jalan Tol Bitung-Manado pada Jumat (26/06/2026). Sebuah insiden tragis terjadi di kilometer 29 ketika sebuah mobil pickup putih bermuatan ikan tuna milik PT Benteng Laut Sejahtera terbalik secara tiba-tiba. Muatan berhamburan di aspal tol, dan sang sopir—yang diketahui merupakan karyawan perusahaan tersebut dengan inisial Messi—mengalami luka serius dalam kecelakaan tunggal ini.
Meski upaya pertolongan dilakukan dengan sigap oleh personel Ditpolairud Polda Sulut bersama warga sekitar, takdir berkata lain. Korban sempat dilarikan ke Rumah Sakit Angkatan Laut (RSAL) Dr. Wahyu Slamet Bitung Kodaeral VIII untuk mendapatkan penanganan intensif.
Dokter dan suster segera melakukan tindakan medis darurat, sementara keluarga, manajer, serta rekan kerja dari PT Benteng Laut Sejahtera bergegas datang ke rumah sakit dengan penuh harap dan doa.
Namun, kehendak Tuhan berkehendak lain. Korban meninggal dunia setelah segala usaha penyelamatan telah ditempuh.
Di tengah kesibukan operasional, anggota Ditpolairud Polda Sulut di bawah pimpinan IPDA Suleman Salino menunjukkan sisi humanis kepolisian.
Tanpa menunggu perintah tertulis, mereka langsung turun tangan memberikan pertolongan pertama kepada korban bersama masyarakat yang juga turut membantu. Kecepatan reaksi ini menjadi faktor krusial yang memungkinkan korban segera mendapat perawatan medis lanjutan di RSAL Dr. Wahyu Slamet.
Dalam keterangannya, Direktur Polairud Polda Sulut, Kombes Pol Bayuaji Yudha Prajas, mengatakan bahwa, “Saya mengucapkan terima kasih dan apresiasi sebesar-besarnya kepada personil Ditpolairud Polda Sulut yang telah sigap menolong korban kecelakaan.
Ini membuktikan bahwa tugas kami tidak hanya menjaga keamanan laut, tetapi juga siap hadir sebagai pelindung dan penolong bagi masyarakat di darat saat dibutuhkan,” ujar Kombes Pol Bayuaji Yudha Prajas.
Ia menambahkan harapan agar kejadian ini menjadi pengingat bagi semua pengguna jalan tol untuk selalu waspada, terutama saat mengangkut muatan berat seperti ikan tuna yang dapat mempengaruhi keseimbangan kendaraan.
“Harapan saya, keselamatan berkendara tetap menjadi prioritas utama. Dan bagi keluarga yang ditinggalkan, kami turut berduka cita sedalam-dalamnya. Semoga ketabahan dan kekuatan diberikan oleh Tuhan Yang Maha Esa.”
Suasana haru biru terasa di RSAL Dr. Wahyu Slamet saat keluarga, manajer, serta karyawan-karyawati PT Benteng Laut Sejahtera berkumpul mendoakan almarhum.
Kehadiran mereka mencerminkan ikatan kekeluargaan yang kuat di lingkungan perusahaan, di mana setiap anggota dianggap sebagai bagian dari keluarga besar.
Kehilangan nyawa di jalan tol adalah tragedi yang mengingatkan kita betapa rapuhnya kehidupan di balik roda kemudi. Respons kemanusiaan dari personel Ditpolairud Polda Sulut dan warga sekitar menjadi cahaya di tengah duka, membuktikan bahwa solidaritas masih hidup di masyarakat Indonesia.
Selamat jalan, Pak Messi. Jasa-jasa Anda sebagai pengemudi yang menghidupi keluarga dan mendukung industri perikanan nasional akan dikenang. Bagi PT Benteng Laut Sejahtera dan seluruh stakeholder transportasi logistik kelautan, semoga musibah ini menjadi evaluasi mendalam untuk meningkatkan standar keselamatan operasional demi mencegah terulangnya tragedy serupa di masa depan,” Pungkasnya.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak Manajer PT Benteng Laut Sejahtera belum memberikan keterangan resmi terkait kecelakaan maupun status almarhum sebagai karyawan. awak media akan terus berupaya menghubungi pihak manajemen untuk memperoleh klarifikasi lengkap guna penyajian informasi yang akurat dan berimbang.
( Muhamad )





















