RIOKASYTERWANDRA, S.Sos, MM Kasatpol PP, Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Kuantan Singingi

Peringatan May Day di Jember Digelar dengan Tasyakuran

- Penulis

Jumat, 1 Mei 2026 - 02:29

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jember, //Tintapos.com// – Peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day di Kabupaten Jember yang berlangsung pada Jumat (1/5/2026), dipastikan tanpa aksi turun ke jalan.
Hal itu disampaikan Sekretaris Panitia May Day, sekaligus Ketua DPC Sarbumusi Jember, Umar Faruk, kepada awak media, Kamis (30/4/2026). Peringatan dipusatkan di Pendopo Wahyawibawagraha, dengan kegiatan tasyakuran.
Kegiatan itu melibatkan unsur pemerintah, pengusaha, dan serikat pekerja. Rangkaian peringatan juga akan dilanjutkan dengan kegiatan jalan sehat pada Minggu (3/5/2026).
“Jadi untuk peringatan May Day tingkat kabupaten ini sudah melalui beberapa kali rapat. Diputuskan ada dua agenda, yaitu tasyakuran di Pendopo dan jalan sehat,” ujarnya.
Faruk mengatakan, hasil rapat menyepakati seluruh elemen buruh di Jember memperingati May Day secara lebih kondusif melalui kegiatan tasyakuran dan kebersamaan.
Secara internal, Serikat Buruh Muslimin Indonesia (Sarbumusi) Jember juga menggelar tasyakuran pada Kamis (30/4/2026) malam, sebagai bagian dari refleksi Hari Buruh.
Kegiatan tersebut diinisiasi secara swadaya oleh anggota dan pengurus, dengan estimasi diikuti sekitar 250 peserta.
“Jadi, Hari Buruh ini bukan dimaknai hanya dengan selebrasi saja. Tapi kami juga melakukan refleksi bagaimana selama ini ketidakadilan menimpa rakyat dan buruh, khususnya di Jember,” ujarnya.
Dalam pelaksanaannya, pihaknya telah berkoordinasi dengan aparat keamanan serta menyiapkan pengamanan internal agar kegiatan berjalan lancar.
“Kami sudah memberitahukan kepada pihak polisi. Kami juga mengundang mereka meskipun tidak secara resmi tertulis. Selain itu, kami menjaga keamanan internal melalui Satgas Black Force,” tambahnya.
Faruk menegaskan bahwa peringatan May Day tetap menjadi ruang untuk menyuarakan aspirasi buruh, terutama terkait kesejahteraan dan kebijakan ketenagakerjaan.
Menurutnya, kondisi buruh saat ini dinilai masih menghadapi berbagai tantangan. Mulai dari keterbatasan lapangan kerja hingga kebijakan, yang dinilai belum sepenuhnya berpihak kepada pekerja.
“Bukan hanya soal kesejahteraan, tapi juga regulasi seperti perubahan Undang-Undang Ketenagakerjaan menjadi Omnibus Law yang dirasakan semakin memberatkan buruh,” ujarnya.
“Kami melihat adanya ketidaksesuaian antara kebijakan efisiensi dengan realita di lapangan. Kami tidak akan berhenti menyuarakan aspirasi. Perubahan harus dimulai dari pusat agar bisa diikuti daerah,” tambahnya.
Pihaknya berharap pemerintah dapat memberikan perhatian lebih terhadap kondisi buruh, sehingga peringatan May Day tidak sekadar seremonial, tetapi mampu mendorong perubahan nyata.

Baca Juga:  Sambut Hangat, Kafasharkan Bitung Kodaeral Vlll Terima Kunjungan Silahturahmi Dansecata Rindam Xlll/Merdeka

(Nur/Tp)

Berita Terkait

Pemerintah Kuansing Bentuk Tim Penyelesaian Sengketa Lahan Antara Masyarakat Koto Baru dengan PT. RAPP
Dukung Asta Cita Presiden, Panen Raya Jagung di Sikakak Hasilkan 1 Ton
Polda Sumsel Distribusikan 100 Jerigen Cairan Pemadam X-Fire ke 11 Polres
Masyarakat Desak Kapolres Sijunjung Tuntaskan Aktivitas PETI, Jangan Tunggu Bencana, “Jaga Alam Maka Alam Akan Jaga Kita”
Aktivitas PETI di Sijunjung Tak Terbendung, Adanya Dugaan Oknum Polisi Jadi Pemodal
Masyarakat Koto Baru Menanti Keadilan, Pemkab Kuansing Gelar Rapat Penyelesaian Persoalan dengan PT RAPP
RIBUAN MASYARAKAT DAN LEMBAGA ADAT KOTO BARU TANAM BIBIT SAWIT DI LAHAN ULAYAT YANG DIKUASAI PT RAPP
WARGA LAPORKAN DUGAAN PENCEMARAN SUNGAI AMUT OLEH LIMBAH CAIR PKS PT MAS DI TANJUNG PAUH
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 7 September 2026 - 15:17

GAZALI TEGAS TIDAK DIAM LAGI: DIGEROGOTI RENTENIR TOFAN RATUSAN JUTA, TIGA LAPORAN DIAJUKAN SEKALIGUS

Senin, 7 September 2026 - 11:46

Teror Dan Ancam Polisi: Rentenir Guru P3K di Bima Terancam di Pecat dan mendekam di penjara.

Senin, 7 September 2026 - 07:28

KETUA BAZNAS NTB SERING TIDAK DI KANTOR, BANTUAN BEROBAT TERUS TERTUNDA — KELUARGA PASIEN KELUAR BIAYA RATUSAN RIBU TANPA HASIL

Minggu, 6 September 2026 - 09:15

ALIANSI MASYARAKAT BERSATU KOTA & KABUPATEN BIMA AKAN GELAR AKSI DAMAI: TOLAK RENTENIR ILEGAL, TEGAKKAN KEADILAN & LINDUNGI MARTABAT WARGA

Kamis, 3 September 2026 - 14:29

BUKAN SATU KORBAN SAJA! Rentenir Tofan Ternyata Teror Banyak Keluarga — Ibu Esti Juga Dihina Kata Kasar & Diancam, Siap Laporkan Tofan Ke Polisi.

Kamis, 3 September 2026 - 07:04

DI HARI YANG SAMA, DUA LAPORAN GEMPARKAN POLRES BIMA KOTA — Istri Korban Laporkan Pemerasan & Pengancaman, DPP BAPEKA-NTB Bongkar Rentenir Ilegal Seorang Guru  

Rabu, 2 September 2026 - 16:46

RUSTAM, SH. (PENASEHAT HUKUM BAPEKA-NTB): PRAKTIK PEMERASAN RENTENIR OLEH SEORANG ABDI NEGARA DI KOTA BIMA — MENCORONG NAMA BAIK INSTITUSI PENDIDIKAN

Rabu, 2 September 2026 - 06:53

BAPEKA-NTB AKAN LAPORKAN “TFN” (LAMPE) KE POLRES BIMA KOTA — RENTENIR YANG MANFAATKAN MEDIA SOSIAL UNTUK MEMERAS DAN MEMPERMALUKAN WARGA

Berita Terbaru