RIOKASYTERWANDRA, S.Sos, MM Kasatpol PP, Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Kuantan Singingi

PKBI Sumbar Dorong Penghentian Praktik Sunat Perempuan Melalui Kolaborasi Lintas Sektor

- Penulis

Sabtu, 20 Juni 2026 - 14:19

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Padang //TintaPos.Com// – Upaya menghentikan praktik sunat perempuan di Sumatera Barat terus didorong berbagai pihak. Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) Sumbar menggelar pertemuan lintas sektor pada 18 Juni 2026 di Hotel Pangeran City, Padang, guna menyusun langkah bersama dalam perlindungan hak dan kesehatan perempuan.

Kegiatan tersebut menghadirkan unsur pemerintah, tenaga kesehatan, organisasi profesi, tokoh adat, akademisi, hingga organisasi masyarakat sipil. Berbagai pihak membahas faktor-faktor yang menyebabkan praktik sunat perempuan masih bertahan di tengah masyarakat.

Direktur Eksekutif Daerah PKBI Sumbar, Arfen Drinata, mengatakan penghentian praktik sunat perempuan tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja.

Menurutnya, keterlibatan seluruh elemen masyarakat sangat diperlukan untuk mendorong perubahan pola pikir dan perilaku.
“Pemerintah, tenaga kesehatan, tokoh adat, tokoh agama, akademisi, media, dan organisasi masyarakat harus bergerak bersama agar upaya perlindungan terhadap perempuan dapat berjalan secara efektif,” ujarnya.

Dalam diskusi terungkap bahwa tradisi yang diwariskan secara turun-temurun masih menjadi faktor utama yang membuat praktik tersebut terus dilakukan di sejumlah daerah.

Selain itu, sebagian masyarakat masih mengaitkannya dengan ajaran agama dan adat yang berkembang di lingkungan masing-masing.

Perwakilan lembaga adat dan organisasi keagamaan yang hadir menyampaikan berbagai pandangan.

Baca Juga:  Bupati Kuansing Suhardiman Amby, Ajak Seluruh OPD Gotong Royong Sebagai Bentuk Kesiapan Untuk MTQ ke - 44

Namun, forum sepakat bahwa tokoh agama, tokoh adat, lingkungan masyarakat, dan tenaga kesehatan memiliki peran penting dalam memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai dampak serta pemahaman terkait praktik tersebut.

Akademisi Universitas Andalas, Dr. Jendrius, memaparkan hasil penelitian yang menunjukkan praktik sunat perempuan masih ditemukan di sejumlah wilayah, termasuk Kabupaten Padang Pariaman.

Ia menegaskan bahwa dari sisi medis tidak ditemukan manfaat kesehatan dari tindakan tersebut.

Menurutnya, praktik tersebut lebih banyak dipengaruhi oleh konstruksi sosial yang diwariskan dari generasi ke generasi sehingga dianggap sebagai sesuatu yang lazim dilakukan.

“Perubahan harus dimulai dari peningkatan pengetahuan dan kesadaran masyarakat bahwa perempuan memiliki hak atas tubuhnya dan harus terlindungi dari tindakan yang berpotensi menimbulkan kerugian,” katanya.

Pandangan serupa juga disampaikan oleh Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI) Sumbar.

Organisasi profesi tersebut menegaskan tidak terdapat alasan medis yang membenarkan tindakan pemotongan maupun pelukaan pada organ genital perempuan.

Pertemuan yang berlangsung di Hotel Pangeran City Padang itu diharapkan dapat memperkuat sinergi antar-pemangku kepentingan dalam meningkatkan edukasi kepada masyarakat serta mendorong perlindungan hak dan kesehatan perempuan di Sumatera Barat.
(*Ziqro)

Berita Terkait

Pemerintah Kuansing Bentuk Tim Penyelesaian Sengketa Lahan Antara Masyarakat Koto Baru dengan PT. RAPP
Dukung Asta Cita Presiden, Panen Raya Jagung di Sikakak Hasilkan 1 Ton
Polda Sumsel Distribusikan 100 Jerigen Cairan Pemadam X-Fire ke 11 Polres
Masyarakat Desak Kapolres Sijunjung Tuntaskan Aktivitas PETI, Jangan Tunggu Bencana, “Jaga Alam Maka Alam Akan Jaga Kita”
Aktivitas PETI di Sijunjung Tak Terbendung, Adanya Dugaan Oknum Polisi Jadi Pemodal
Masyarakat Koto Baru Menanti Keadilan, Pemkab Kuansing Gelar Rapat Penyelesaian Persoalan dengan PT RAPP
RIBUAN MASYARAKAT DAN LEMBAGA ADAT KOTO BARU TANAM BIBIT SAWIT DI LAHAN ULAYAT YANG DIKUASAI PT RAPP
WARGA LAPORKAN DUGAAN PENCEMARAN SUNGAI AMUT OLEH LIMBAH CAIR PKS PT MAS DI TANJUNG PAUH
Berita ini 20 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 7 September 2026 - 15:17

GAZALI TEGAS TIDAK DIAM LAGI: DIGEROGOTI RENTENIR TOFAN RATUSAN JUTA, TIGA LAPORAN DIAJUKAN SEKALIGUS

Senin, 7 September 2026 - 11:46

Teror Dan Ancam Polisi: Rentenir Guru P3K di Bima Terancam di Pecat dan mendekam di penjara.

Senin, 7 September 2026 - 07:28

KETUA BAZNAS NTB SERING TIDAK DI KANTOR, BANTUAN BEROBAT TERUS TERTUNDA — KELUARGA PASIEN KELUAR BIAYA RATUSAN RIBU TANPA HASIL

Minggu, 6 September 2026 - 09:15

ALIANSI MASYARAKAT BERSATU KOTA & KABUPATEN BIMA AKAN GELAR AKSI DAMAI: TOLAK RENTENIR ILEGAL, TEGAKKAN KEADILAN & LINDUNGI MARTABAT WARGA

Kamis, 3 September 2026 - 14:29

BUKAN SATU KORBAN SAJA! Rentenir Tofan Ternyata Teror Banyak Keluarga — Ibu Esti Juga Dihina Kata Kasar & Diancam, Siap Laporkan Tofan Ke Polisi.

Kamis, 3 September 2026 - 07:04

DI HARI YANG SAMA, DUA LAPORAN GEMPARKAN POLRES BIMA KOTA — Istri Korban Laporkan Pemerasan & Pengancaman, DPP BAPEKA-NTB Bongkar Rentenir Ilegal Seorang Guru  

Rabu, 2 September 2026 - 16:46

RUSTAM, SH. (PENASEHAT HUKUM BAPEKA-NTB): PRAKTIK PEMERASAN RENTENIR OLEH SEORANG ABDI NEGARA DI KOTA BIMA — MENCORONG NAMA BAIK INSTITUSI PENDIDIKAN

Rabu, 2 September 2026 - 06:53

BAPEKA-NTB AKAN LAPORKAN “TFN” (LAMPE) KE POLRES BIMA KOTA — RENTENIR YANG MANFAATKAN MEDIA SOSIAL UNTUK MEMERAS DAN MEMPERMALUKAN WARGA

Berita Terbaru