RIOKASYTERWANDRA, S.Sos, MM Kasatpol PP, Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Kuantan Singingi

Dody Fitrawan, S.A.P,. M.M Plt. Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Kabupaten Kuantan Singingi

Polemik Pembangunan Flyover di Kawasan Sitinjau Lauik kembali Memanas, Pembebasan Lahan Tak Tuntas, Bukti Lemahnya Kapasitas Pemerintah Daerah

- Penulis

Rabu, 11 Maret 2026 - 00:19

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Padang //TintaPos.Com// – Setelah sebelumnya sempat dihadang oleh sekelompok organisasi masyarakat dengan alasan pencemaran lingkungan, kini proyek strategis tersebut kembali tersendat akibat persoalan ganti rugi lahan yang dipersoalkan oleh kelompok masyarakat yang mengatasnamakan suku Jambak.

Situasi ini dinilai memperlihatkan lemahnya kemampuan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat dan Pemerintah Kota Padang dalam menyelesaikan persoalan mendasar pembangunan, khususnya terkait pembebasan lahan.

Padahal, pembangunan Flyover Sitinjau Lauik bukanlah proyek biasa, Jalur tersebut selama ini dikenal sebagai salah satu jalur paling rawan kecelakaan di Sumatera Barat.

Setiap tahun kecelakaan lalu lintas terjadi di kawasan ini dan telah menelan banyak korban jiwa, Masyarakat pun sudah lama menantikan solusi konkret dari pemerintah untuk mengatasi persoalan tersebut.

Ironisnya, ketika pemerintah daerah dinilai tidak mampu mendorong realisasi proyek ini ke pemerintah pusat selama bertahun-tahun, justru setelah adanya lobi di tingkat nasional yang dilakukan oleh Andre Rosiade, proyek Flyover Sitinjau Lauik akhirnya mendapatkan persetujuan untuk direalisasikan.

Baca Juga:  HUT ke-24 Kota Bima: Satpol PP Musnahkan 1.247 Botol Miras sebagai Bukti Komitmen Kebersihan Kota

Namun setelah proyek tersebut disetujui dan memasuki tahap persiapan pembangunan, pemerintah daerah kembali menghadapi persoalan klasik yang hingga kini belum terselesaikan, yakni pembebasan lahan.

Kondisi ini menunjukkan bahwa hambatan pembangunan di daerah tidak selalu berkaitan dengan keterbatasan anggaran atau kurangnya perhatian pemerintah pusat.

Faktor kapasitas pemerintah daerah dalam mengelola konflik dan menyelesaikan persoalan di lapangan juga menjadi penentu utama keberhasilan pembangunan.

Jika persoalan pembebasan lahan saja tidak mampu diselesaikan dengan cepat dan tegas, maka wajar apabila publik mempertanyakan keseriusan serta kemampuan pemerintah daerah dalam menghadirkan pembangunan yang dibutuhkan masyarakat.
Masyarakat Sumatera Barat tentu berharap proyek flyover yang sangat dinantikan ini tidak kembali terhambat hanya karena lemahnya manajemen dan kepemimpinan di tingkat daerah.
(Tim Ziqro)

Berita Terkait

KETUA UMUM GANISA: Mengajak Seluruh Masyarakat Indonesia Peduli Generasi Penerus Bangsa Bersama kita Wujudkan Indonesia Emas
BAZNAS Kota Padang Buka Program Bantuan Penyelesaian Tugas Akhir bagi Mahasiswa
Aktivitas PETI Menggunakan Alat Berat di Kelurahan Muara Lembu, diduga Milik Rauf Tak Tersentu Hukum, APH Diminta Tindak Tegas..
Membongkar Skandal Pajak ‘Siluman’ BPKAD Kota Bima: Diduga Jadi Modus Amankan Mafia Tanah Reklamasi Amahami!.p
LPPK-NTB AKSI DI BRI CABANG BIMA: TOLAK PRAKTIK ASURANSI YANG TAK BERDASAR HUKUM DAN MERUGIKAN MASYARAKAT ,HANYA MENGUNTUNGKAN BANK
Pengurus Pusat UAR Tegaskan Pembentukan Satgas Nasional Penanggulangan Bencana Kekeringan
Direktur Adomart Yudi Siswanto Resmikan Cabang Ketiga di Jati, Perluas Layanan untuk Masyarakat Kota Padang
Berita ini 11 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 22 Juli 2026 - 07:55

KETUA UMUM GANISA: Mengajak Seluruh Masyarakat Indonesia Peduli Generasi Penerus Bangsa Bersama kita Wujudkan Indonesia Emas

Rabu, 22 Juli 2026 - 07:51

H. Muharlion, S.Pd: Pengawasan Orang Tua dan Sekolah Harus Diperkuat Pascainsiden Dugaan Percobaan Pembuatan Bom oleh Pelajar

Selasa, 21 Juli 2026 - 13:03

Aktivitas PETI Menggunakan Alat Berat di Kelurahan Muara Lembu, diduga Milik Rauf Tak Tersentu Hukum, APH Diminta Tindak Tegas..

Minggu, 19 Juli 2026 - 13:40

Membongkar Skandal Pajak ‘Siluman’ BPKAD Kota Bima: Diduga Jadi Modus Amankan Mafia Tanah Reklamasi Amahami!.p

Sabtu, 18 Juli 2026 - 16:57

Jumat, 17 Juli 2026 - 12:43

LPPK-NTB AKSI DI BRI CABANG BIMA: TOLAK PRAKTIK ASURANSI YANG TAK BERDASAR HUKUM DAN MERUGIKAN MASYARAKAT ,HANYA MENGUNTUNGKAN BANK

Jumat, 17 Juli 2026 - 09:38

Pengurus Pusat UAR Tegaskan Pembentukan Satgas Nasional Penanggulangan Bencana Kekeringan

Jumat, 17 Juli 2026 - 09:18

Direktur Adomart Yudi Siswanto Resmikan Cabang Ketiga di Jati, Perluas Layanan untuk Masyarakat Kota Padang

Berita Terbaru