RIOKASYTERWANDRA, S.Sos, MM Kasatpol PP, Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Kuantan Singingi

Rega diduga Big Bos PETI di Pulau Padang, APH diminta Tangkap dan Tindak Tegas Pelaku Perusak Lingkungan

- Penulis

Sabtu, 16 Mei 2026 - 16:55

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kuansing //TintaPos.Com// – Kinerja Aparat penegak Hukum Polres Kuansing terhadap aktivitas PETI di kuansing selalu menjadi tanda tanya besar oleh masyarakat, Karena sampai saat ini aktivitas PETI di kuansing terutama di desa pulau padang kecamatan singingi kabupaten Kuantan Singingi masih beraktivitas memporak porandakan lahan hijau. sabtu, 16/05/2026

Dari informasi yang di dapatkan media ini, bahwa aktivitas PETI sampai saat ini semakin merajalela, razia yang dilakukan oleh aparat penegak hukum belum mampu membuat para mafia ilegal berhenti dari aktivitas yang mencemari lingkungan.

Desa pulau padang menjadi sasaran empuk para oknum-oknum untuk melakukan aktivitas PETI tanpa memikirkan hal hal dampak negatif nya kedepan, yang dipikirkan hanya keuntungan pribadi.

Baca Juga:  Inovasi Polsek Rantau Bayur, Kapolsek Buat Zebra Cross Demi Keselamatan Pelajar SMP Negeri 1

Udin bukan nama sebenarnya mengatakan kepada media ini “bahwa aktivitas dompeng di desa pulau padang masih banyak yang beraktivitas, salah satu nya diduga Rega menjadi pemodal dan pemilik Dompeng.

Bahkan tak tanggung tanggung dia (Rega) diduga memiliki beberapa unit Dompeng, dan melakukan aktivitas secara terang terangan di desa pulau padang, tepatnya di seberang MTS kelurahan muara Lembu.

Harapan masyarakat, untuk aktivitas yang mencemari dan merugikan masyarakat banyak untuk ditindak tegas, siapapun itu orangnya, karena dengan cara sosialisasi untuk tidak melakukan peti masih di anggap belum efektif, satu satunya jalak menangkap pemodal dan pemilik Dompeng, harapan dari masyarakat banyak.

Berita Terkait

Pemerintah Kuansing Bentuk Tim Penyelesaian Sengketa Lahan Antara Masyarakat Koto Baru dengan PT. RAPP
Dukung Asta Cita Presiden, Panen Raya Jagung di Sikakak Hasilkan 1 Ton
Polda Sumsel Distribusikan 100 Jerigen Cairan Pemadam X-Fire ke 11 Polres
Masyarakat Desak Kapolres Sijunjung Tuntaskan Aktivitas PETI, Jangan Tunggu Bencana, “Jaga Alam Maka Alam Akan Jaga Kita”
Aktivitas PETI di Sijunjung Tak Terbendung, Adanya Dugaan Oknum Polisi Jadi Pemodal
Masyarakat Koto Baru Menanti Keadilan, Pemkab Kuansing Gelar Rapat Penyelesaian Persoalan dengan PT RAPP
RIBUAN MASYARAKAT DAN LEMBAGA ADAT KOTO BARU TANAM BIBIT SAWIT DI LAHAN ULAYAT YANG DIKUASAI PT RAPP
WARGA LAPORKAN DUGAAN PENCEMARAN SUNGAI AMUT OLEH LIMBAH CAIR PKS PT MAS DI TANJUNG PAUH
Berita ini 58 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 7 September 2026 - 15:17

GAZALI TEGAS TIDAK DIAM LAGI: DIGEROGOTI RENTENIR TOFAN RATUSAN JUTA, TIGA LAPORAN DIAJUKAN SEKALIGUS

Senin, 7 September 2026 - 11:46

Teror Dan Ancam Polisi: Rentenir Guru P3K di Bima Terancam di Pecat dan mendekam di penjara.

Senin, 7 September 2026 - 07:28

KETUA BAZNAS NTB SERING TIDAK DI KANTOR, BANTUAN BEROBAT TERUS TERTUNDA — KELUARGA PASIEN KELUAR BIAYA RATUSAN RIBU TANPA HASIL

Minggu, 6 September 2026 - 09:15

ALIANSI MASYARAKAT BERSATU KOTA & KABUPATEN BIMA AKAN GELAR AKSI DAMAI: TOLAK RENTENIR ILEGAL, TEGAKKAN KEADILAN & LINDUNGI MARTABAT WARGA

Kamis, 3 September 2026 - 14:29

BUKAN SATU KORBAN SAJA! Rentenir Tofan Ternyata Teror Banyak Keluarga — Ibu Esti Juga Dihina Kata Kasar & Diancam, Siap Laporkan Tofan Ke Polisi.

Kamis, 3 September 2026 - 07:04

DI HARI YANG SAMA, DUA LAPORAN GEMPARKAN POLRES BIMA KOTA — Istri Korban Laporkan Pemerasan & Pengancaman, DPP BAPEKA-NTB Bongkar Rentenir Ilegal Seorang Guru  

Rabu, 2 September 2026 - 16:46

RUSTAM, SH. (PENASEHAT HUKUM BAPEKA-NTB): PRAKTIK PEMERASAN RENTENIR OLEH SEORANG ABDI NEGARA DI KOTA BIMA — MENCORONG NAMA BAIK INSTITUSI PENDIDIKAN

Rabu, 2 September 2026 - 06:53

BAPEKA-NTB AKAN LAPORKAN “TFN” (LAMPE) KE POLRES BIMA KOTA — RENTENIR YANG MANFAATKAN MEDIA SOSIAL UNTUK MEMERAS DAN MEMPERMALUKAN WARGA

Berita Terbaru