RIOKASYTERWANDRA, S.Sos, MM Kasatpol PP, Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Kuantan Singingi

Target PTSL 2026 Naik Signifikan,BPN Bondowoso Prioritaskan Wilayah Kota

- Penulis

Selasa, 21 April 2026 - 08:30

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bondowoso,//Tintapos.com// – Program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) tahun 2026 di Kabupaten Bondowoso mengalami peningkatan target yang cukup signifikan dibanding tahun sebelumnya. Pemerintah menargetkan penerbitan sebanyak 15 ribu sertifikat tanah, dengan cakupan pengukuran peta bidang mencapai 6.000 hektare.

Kepala Kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Bondowoso, Zubaidi, A.Ptnh., M.Si,
Senin,21/4/2026

“menjelaskan bahwa dari total potensi bidang tanah yang ada, sekitar 9 ribu bidang ditargetkan masuk dalam proses pemetaan tahun ini. Tanah-tanah yang sebelumnya belum terpetakan akan dimasukkan melalui mekanisme pembaruan data atau floating, sehingga seluruh bidang dapat terdata secara menyeluruh.

“Terdapat sekitar 28 ribu bidang tanah yang sudah bersertifikat namun belum terpetakan secara digital. Sekitar 30 persen berada di wilayah kota, sehingga menjadi prioritas kami tahun ini,” jelas Zubaidi.

Ia menambahkan, masyarakat khususnya di wilayah perkotaan diharapkan proaktif menyiapkan dokumen yang dibutuhkan. Persyaratan utama meliputi fotokopi KTP, dokumen kepemilikan tanah seperti surat jual beli, serta kelengkapan data subjek dan objek tanah.

Selain itu, kejelasan batas tanah juga menjadi hal penting dalam pelaksanaan program ini. Masyarakat diminta untuk segera memasang patok atau tanda batas tanah yang disaksikan oleh perangkat desa setempat.

Baca Juga:  Polda Sumsel Serahkan Hunian Layak bagi Personel, Perkuat Semangat Pengabdian kepada Masyarakat

“Kalau tanah belum dipatok, maka harus segera dipasang tanda batasnya. Ini penting agar saat pengukuran tidak terjadi permasalahan,” ujarnya.

Dalam pelaksanaannya, PTSL tahun ini terbagi menjadi dua jenis kegiatan, yakni pengukuran peta bidang tanah dan penerbitan sertifikat. Tidak semua bidang langsung disertifikatkan, karena sebagian hanya sampai tahap peta bidang dan akan dilanjutkan ke tahap sertifikasi pada tahun berikutnya.

Jika dibandingkan tahun 2025, capaian PTSL di Bondowoso bahkan melampaui target. Dari target awal 6 ribu sertifikat, realisasi mencapai lebih dari 10 ribu sertifikat.

Sementara itu, hingga triwulan pertama tahun 2026, progres program ini menunjukkan hasil yang cukup baik. Pengumpulan data yuridis sudah mencapai 4.076 bidang, pemberkasan sebanyak 3.528 bidang, dan sertifikat yang telah terbit sebanyak 622 bidang.

Untuk mempercepat pelaksanaan, BPN Bondowoso membagi tim kerja menjadi dua yang masing-masing bertugas di wilayah berbeda. Langkah ini diharapkan dapat mempercepat proses sekaligus memperluas cakupan layanan kepada masyarakat.

Melalui program PTSL ini, pemerintah berharap seluruh bidang tanah di Bondowoso dapat terdata dan memiliki kepastian hukum, sehingga mampu mendukung tertib administrasi pertanahan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

(Eko,Tp)

Berita Terkait

Pemerintah Kuansing Bentuk Tim Penyelesaian Sengketa Lahan Antara Masyarakat Koto Baru dengan PT. RAPP
Dukung Asta Cita Presiden, Panen Raya Jagung di Sikakak Hasilkan 1 Ton
Polda Sumsel Distribusikan 100 Jerigen Cairan Pemadam X-Fire ke 11 Polres
Masyarakat Desak Kapolres Sijunjung Tuntaskan Aktivitas PETI, Jangan Tunggu Bencana, “Jaga Alam Maka Alam Akan Jaga Kita”
Aktivitas PETI di Sijunjung Tak Terbendung, Adanya Dugaan Oknum Polisi Jadi Pemodal
Masyarakat Koto Baru Menanti Keadilan, Pemkab Kuansing Gelar Rapat Penyelesaian Persoalan dengan PT RAPP
RIBUAN MASYARAKAT DAN LEMBAGA ADAT KOTO BARU TANAM BIBIT SAWIT DI LAHAN ULAYAT YANG DIKUASAI PT RAPP
WARGA LAPORKAN DUGAAN PENCEMARAN SUNGAI AMUT OLEH LIMBAH CAIR PKS PT MAS DI TANJUNG PAUH
Berita ini 7 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 7 September 2026 - 15:17

GAZALI TEGAS TIDAK DIAM LAGI: DIGEROGOTI RENTENIR TOFAN RATUSAN JUTA, TIGA LAPORAN DIAJUKAN SEKALIGUS

Senin, 7 September 2026 - 11:46

Teror Dan Ancam Polisi: Rentenir Guru P3K di Bima Terancam di Pecat dan mendekam di penjara.

Senin, 7 September 2026 - 07:28

KETUA BAZNAS NTB SERING TIDAK DI KANTOR, BANTUAN BEROBAT TERUS TERTUNDA — KELUARGA PASIEN KELUAR BIAYA RATUSAN RIBU TANPA HASIL

Minggu, 6 September 2026 - 09:15

ALIANSI MASYARAKAT BERSATU KOTA & KABUPATEN BIMA AKAN GELAR AKSI DAMAI: TOLAK RENTENIR ILEGAL, TEGAKKAN KEADILAN & LINDUNGI MARTABAT WARGA

Kamis, 3 September 2026 - 14:29

BUKAN SATU KORBAN SAJA! Rentenir Tofan Ternyata Teror Banyak Keluarga — Ibu Esti Juga Dihina Kata Kasar & Diancam, Siap Laporkan Tofan Ke Polisi.

Kamis, 3 September 2026 - 07:04

DI HARI YANG SAMA, DUA LAPORAN GEMPARKAN POLRES BIMA KOTA — Istri Korban Laporkan Pemerasan & Pengancaman, DPP BAPEKA-NTB Bongkar Rentenir Ilegal Seorang Guru  

Rabu, 2 September 2026 - 16:46

RUSTAM, SH. (PENASEHAT HUKUM BAPEKA-NTB): PRAKTIK PEMERASAN RENTENIR OLEH SEORANG ABDI NEGARA DI KOTA BIMA — MENCORONG NAMA BAIK INSTITUSI PENDIDIKAN

Rabu, 2 September 2026 - 06:53

BAPEKA-NTB AKAN LAPORKAN “TFN” (LAMPE) KE POLRES BIMA KOTA — RENTENIR YANG MANFAATKAN MEDIA SOSIAL UNTUK MEMERAS DAN MEMPERMALUKAN WARGA

Berita Terbaru