RIOKASYTERWANDRA, S.Sos, MM Kasatpol PP, Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Kuantan Singingi

UAR Korda Bogor Turut Evakuasi Wisatawan Jakarta yang Tenggelam di Curug Ciparay

- Penulis

Senin, 8 Juni 2026 - 03:09

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Tim SAR Gabungan mengevakuasi jenazah Nadzar Fanani yang tenggelam di Jurug Ciparay, Ahad (7/6/2026)

 

BOGOR //TintaPos.Com// – Tim Ukhuwah Al-Fatah Rescue (UAR) Korda Bogor kembali menunjukkan komitmennya sebagai pejuang kemanusiaan. Setelah sehari sebelumnya turut melakukan pencarian bocah hanyut di Sungai Ciantan, pada Ahad (7/6/2026) personel UAR Korda Bogor turun kembali bersama Tim SAR lain mengevakuasi jenazah wisatawan asal Jakarta Timur yang dilaporkan tenggelam di Curug Ciparay, Gunung Menir, Desa Ciasihan, Kecamatan Pamijahan, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Berdasarkan laporan yang diterima Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Kelas A Jakarta, korban yang diketahui bernama Nadzar Fanani (30), pria asal Cipayung Jakarta Timur dilaporkan tenggelam pada Sabtu (6/6/2026) sekitar pukul 15.20 WIB di Curug Ciparay, Desa Ciasihan, Kecamatan Pamijahan.

Menurut keterangan saksi Eman (35), pengelola curug, korban datang ke lokasi wisata pada sore hari. Sebelum kejadian, korban sempat diingatkan agar tidak terlalu lama berada di sekitar lokasi karena kondisi cuaca dan debit air yang berpotensi membahayakan.

“Korban diduga terseret arus saat berada di dekat pusaran air yang cukup deras. Saksi yang berada di lokasi melihat korban kehilangan kendali, sebelum akhirnya tenggelam dan tidak muncul kembali ke permukaan,” kata Kepala Kantor SAR Jakarta, Desiana Kartika Bahari, Ahad, 7 Juni 2026.

Pencarian secara manual dilakukan hingga malam hari oleh tim gabungan yang terdiri dari Rentek Rescue, Sinergi Kemanusiaan, Pamijahan Emergency Rescue, Mapala IBTA, Relawan Gunung Salak, Tentara Langit, warga setempat, Babinsa dan Babinkamtibmas Desa Ciasihan, serta unsur lainnya.

Baca Juga:  ANDRE ROSIADE DAN KAI JAJAKI COMMUTER LINE DI KOTA PADANG, SEGERA TINJAU LAPANGAN

Namun, pencarian pada hari pertama belum membuahkan hasil dan terpaksa dihentikan sementara karena minimnya penerangan serta tingginya debit air yang membahayakan keselamatan personel di lapangan.

Operasi pencarian kemudian dilanjutkan pada Ahad pagi dengan metode penyelaman mulai pukul 07.00 WIB dan korban berhasil ditemukan pada pukul 09.25 WIB. Setelah ditemukan, tim SAR gabungan segera melakukan proses evakuasi dari lokasi penemuan.

“Alhamdulillah korban ditemukan pada pukul 09.25 WIB oleh Tim SAR Gabungan termasuk M. Afriansyah personel UAR Korda Bogor turut mengevakuasi jenazah korban,” ujar Ubaydillah, Ketua Tim UAR Korda Bogor yang turun di lokasi.

Menurut Kepala Kantor SAR Jakarta, saat ditemukan posisi tubuh korban berada di dasar sungai sedalam tiga meter di bawah permukaan air dengan kondisi kaki tersangkut di sela-sela bebatuan.

“Saat ditemukan posisi tubuh korban berada di dasar sungai dengan kondisi kaki tersangkut di sela-sela bebatuan, dalam kedalaman 3 meter di bawah permukaan air,” ujar Desiana Kartika Bahari.

Jasad korban saat ini telah dievakuasi dan dibawa menggunakan mobil ambulance ke rumah keluarganya di Cipayung, Jakarta Timur.

Peristiwa ini menjadi pengingat bagi masyarakat dan wisatawan agar selalu mengutamakan keselamatan saat beraktivitas di kawasan wisata alam, khususnya di area sungai, air terjun, dan curug yang memiliki arus deras serta kondisi alam yang dapat berubah sewaktu-waktu. [AM]

Berita Terkait

Pemerintah Kuansing Bentuk Tim Penyelesaian Sengketa Lahan Antara Masyarakat Koto Baru dengan PT. RAPP
Dukung Asta Cita Presiden, Panen Raya Jagung di Sikakak Hasilkan 1 Ton
Polda Sumsel Distribusikan 100 Jerigen Cairan Pemadam X-Fire ke 11 Polres
Masyarakat Desak Kapolres Sijunjung Tuntaskan Aktivitas PETI, Jangan Tunggu Bencana, “Jaga Alam Maka Alam Akan Jaga Kita”
Aktivitas PETI di Sijunjung Tak Terbendung, Adanya Dugaan Oknum Polisi Jadi Pemodal
Masyarakat Koto Baru Menanti Keadilan, Pemkab Kuansing Gelar Rapat Penyelesaian Persoalan dengan PT RAPP
RIBUAN MASYARAKAT DAN LEMBAGA ADAT KOTO BARU TANAM BIBIT SAWIT DI LAHAN ULAYAT YANG DIKUASAI PT RAPP
WARGA LAPORKAN DUGAAN PENCEMARAN SUNGAI AMUT OLEH LIMBAH CAIR PKS PT MAS DI TANJUNG PAUH
Berita ini 19 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 7 September 2026 - 15:17

GAZALI TEGAS TIDAK DIAM LAGI: DIGEROGOTI RENTENIR TOFAN RATUSAN JUTA, TIGA LAPORAN DIAJUKAN SEKALIGUS

Senin, 7 September 2026 - 11:46

Teror Dan Ancam Polisi: Rentenir Guru P3K di Bima Terancam di Pecat dan mendekam di penjara.

Senin, 7 September 2026 - 07:28

KETUA BAZNAS NTB SERING TIDAK DI KANTOR, BANTUAN BEROBAT TERUS TERTUNDA — KELUARGA PASIEN KELUAR BIAYA RATUSAN RIBU TANPA HASIL

Minggu, 6 September 2026 - 09:15

ALIANSI MASYARAKAT BERSATU KOTA & KABUPATEN BIMA AKAN GELAR AKSI DAMAI: TOLAK RENTENIR ILEGAL, TEGAKKAN KEADILAN & LINDUNGI MARTABAT WARGA

Kamis, 3 September 2026 - 14:29

BUKAN SATU KORBAN SAJA! Rentenir Tofan Ternyata Teror Banyak Keluarga — Ibu Esti Juga Dihina Kata Kasar & Diancam, Siap Laporkan Tofan Ke Polisi.

Kamis, 3 September 2026 - 07:04

DI HARI YANG SAMA, DUA LAPORAN GEMPARKAN POLRES BIMA KOTA — Istri Korban Laporkan Pemerasan & Pengancaman, DPP BAPEKA-NTB Bongkar Rentenir Ilegal Seorang Guru  

Rabu, 2 September 2026 - 16:46

RUSTAM, SH. (PENASEHAT HUKUM BAPEKA-NTB): PRAKTIK PEMERASAN RENTENIR OLEH SEORANG ABDI NEGARA DI KOTA BIMA — MENCORONG NAMA BAIK INSTITUSI PENDIDIKAN

Rabu, 2 September 2026 - 06:53

BAPEKA-NTB AKAN LAPORKAN “TFN” (LAMPE) KE POLRES BIMA KOTA — RENTENIR YANG MANFAATKAN MEDIA SOSIAL UNTUK MEMERAS DAN MEMPERMALUKAN WARGA

Berita Terbaru