RIOKASYTERWANDRA, S.Sos, MM Kasatpol PP, Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Kuantan Singingi

Warga Bukit Kandung Geram, Kandang Ayam Picu Polemik, Wali Nagari Absen Saat Dinas Turun

- Penulis

Selasa, 7 April 2026 - 23:14

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Solok //TintaPos.Com// – Polemik keberadaan kandang ayam di Jorong Bukit Kandung, Kecamatan X Koto Di Atas, Kabupaten Solok, kian memanas. Warga yang merasa terdampak langsung mengaku geram lantaran hingga kini keluhan mereka belum mendapatkan solusi yang jelas.

Kegeraman warga memuncak saat sejumlah dinas terkait turun ke lokasi pada Selasa (7/4/2026). Namun, dalam pertemuan tersebut, Wali Nagari justru tidak hadir, sehingga menimbulkan kekecewaan di tengah masyarakat.

Salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya mengaku, selama ini masyarakat merasa tidak pernah dilibatkan dalam proses pemberian rekomendasi pendirian kandang ayam tersebut.

“Kami tidak pernah diajak musyawarah. Tiba-tiba saja sudah ada izin. Kami yang merasakan dampaknya setiap hari, tapi seperti tidak dianggap,” ujarnya.

Hal senada juga disampaikan Amrilzal. Ia menilai proses pemberian rekomendasi oleh Wali Nagari terkesan sepihak tanpa mempertimbangkan aspirasi masyarakat sekitar.

“Tidak pernah ada musyawarah dengan warga. Kami minta dipertemukan langsung dengan Wali Nagari agar persoalan ini jelas,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua KAN Bukit Kandung, Datuk Mangukutua Sati, juga menyebut bahwa dirinya tidak pernah dilibatkan dalam musyawarah terkait pendirian kandang ayam tersebut.

“Saya sebagai Ketua KAN tidak pernah diajak bermusyawarah. Begitu juga dengan unsur pemuda. Tiba-tiba izin disebut sudah lengkap,” katanya.

Baca Juga:  Hadapi agenda HUT RI dan Pacu Jalur, Pj Sekda Kuansing Kumpulkan Camat Se-Kabupaten

Di sisi lain, pihak Dinas Pertanian Kabupaten Solok menyampaikan bahwa perizinan usaha kandang ayam tersebut dinyatakan telah lengkap dan sesuai dengan rekomendasi yang diberikan oleh Wali Nagari.

Meski demikian, warga tetap menolak keberadaan kandang ayam tersebut karena dampak yang ditimbulkan dinilai sangat meresahkan. Selain bau menyengat, serangan lalat juga dirasakan pas di saat setelah hujan turun, bahkan hingga mengganggu aktivitas masyarakat, termasuk kegiatan ibadah dan kesehatan lingkungan.

“Lalatnya sangat banyak, baunya menyengat. Kami jadi tidak nyaman di rumah sendiri,” keluh warga lainnya.

Warga juga menyoroti bahwa pemilik kandang ayam berasal dari luar daerah, sehingga keuntungan usaha tidak dirasakan oleh masyarakat setempat. Sebaliknya, warga justru harus menanggung dampak lingkungan yang ditimbulkan.

“Kami hanya ingin keadilan. Kalau memang ada izin, jangan abaikan kami yang terdampak langsung. Kami juga menegaskan, tolong hargai kami sebagai masyarakat yang tinggal di sini,” tutup salah seorang warga.

Hingga saat ini, masyarakat berharap adanya tindak lanjut serius dari pemerintah daerah untuk menyelesaikan polemik tersebut, termasuk menghadirkan Wali Nagari dalam forum terbuka agar persoalan dapat diselesaikan secara transparan dan adil.(*Ziqro)

Berita Terkait

Pemerintah Kuansing Bentuk Tim Penyelesaian Sengketa Lahan Antara Masyarakat Koto Baru dengan PT. RAPP
Dukung Asta Cita Presiden, Panen Raya Jagung di Sikakak Hasilkan 1 Ton
Polda Sumsel Distribusikan 100 Jerigen Cairan Pemadam X-Fire ke 11 Polres
Masyarakat Desak Kapolres Sijunjung Tuntaskan Aktivitas PETI, Jangan Tunggu Bencana, “Jaga Alam Maka Alam Akan Jaga Kita”
Aktivitas PETI di Sijunjung Tak Terbendung, Adanya Dugaan Oknum Polisi Jadi Pemodal
Masyarakat Koto Baru Menanti Keadilan, Pemkab Kuansing Gelar Rapat Penyelesaian Persoalan dengan PT RAPP
RIBUAN MASYARAKAT DAN LEMBAGA ADAT KOTO BARU TANAM BIBIT SAWIT DI LAHAN ULAYAT YANG DIKUASAI PT RAPP
WARGA LAPORKAN DUGAAN PENCEMARAN SUNGAI AMUT OLEH LIMBAH CAIR PKS PT MAS DI TANJUNG PAUH
Berita ini 12 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 7 September 2026 - 15:17

GAZALI TEGAS TIDAK DIAM LAGI: DIGEROGOTI RENTENIR TOFAN RATUSAN JUTA, TIGA LAPORAN DIAJUKAN SEKALIGUS

Senin, 7 September 2026 - 11:46

Teror Dan Ancam Polisi: Rentenir Guru P3K di Bima Terancam di Pecat dan mendekam di penjara.

Senin, 7 September 2026 - 07:28

KETUA BAZNAS NTB SERING TIDAK DI KANTOR, BANTUAN BEROBAT TERUS TERTUNDA — KELUARGA PASIEN KELUAR BIAYA RATUSAN RIBU TANPA HASIL

Minggu, 6 September 2026 - 09:15

ALIANSI MASYARAKAT BERSATU KOTA & KABUPATEN BIMA AKAN GELAR AKSI DAMAI: TOLAK RENTENIR ILEGAL, TEGAKKAN KEADILAN & LINDUNGI MARTABAT WARGA

Kamis, 3 September 2026 - 14:29

BUKAN SATU KORBAN SAJA! Rentenir Tofan Ternyata Teror Banyak Keluarga — Ibu Esti Juga Dihina Kata Kasar & Diancam, Siap Laporkan Tofan Ke Polisi.

Kamis, 3 September 2026 - 07:04

DI HARI YANG SAMA, DUA LAPORAN GEMPARKAN POLRES BIMA KOTA — Istri Korban Laporkan Pemerasan & Pengancaman, DPP BAPEKA-NTB Bongkar Rentenir Ilegal Seorang Guru  

Rabu, 2 September 2026 - 16:46

RUSTAM, SH. (PENASEHAT HUKUM BAPEKA-NTB): PRAKTIK PEMERASAN RENTENIR OLEH SEORANG ABDI NEGARA DI KOTA BIMA — MENCORONG NAMA BAIK INSTITUSI PENDIDIKAN

Rabu, 2 September 2026 - 06:53

BAPEKA-NTB AKAN LAPORKAN “TFN” (LAMPE) KE POLRES BIMA KOTA — RENTENIR YANG MANFAATKAN MEDIA SOSIAL UNTUK MEMERAS DAN MEMPERMALUKAN WARGA

Berita Terbaru