RIOKASYTERWANDRA, S.Sos, MM Kasatpol PP, Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Kuantan Singingi

Dody Fitrawan, S.A.P,. M.M Plt. Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Kabupaten Kuantan Singingi

Waspadai Kejahatan Dalam Kapal Penyeberangan Merak–Bakauheni Terutama Saat Lebaran

- Penulis

Rabu, 25 Februari 2026 - 15:43

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MERAK, //TintaPos.Com// – Masyarakat yang akan melakukan perjalanan menjelang dan saat lebaran melalui jalur laut dari Pelabuhan Merak menuju Pelabuhan Bakauheni maupun sebaliknya diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai modus kejahatan, khususnya yang terjadi di dalam kapal penyeberangan.

Hal itu dikarenakan lonjakan jumlah penumpang dan kendaraan setiap musim mudik kerap dimanfaatkan oknum tidak bertanggung jawab untuk melancarkan aksi kriminal, mulai dari copet hingga modus penjebakan terhadap pengendara mobil.

Seorang pria pemilik akun FB Reels bernama Rita Endri membagikan tips “Mudik Aman dari Aksi Kejahatan” yang menjadi perhatian publik. Berdasarkan pengalamannya, dia mengingatkan para pemudik agar tidak lengah saat meninggalkan kendaraannya di dalam kapal, area parkir pelabuhan, maupun rest area.

Menurutnya, salah satu hal penting yang sering diabaikan adalah memastikan kaca jendela mobil tertutup rapat tanpa celah sedikit pun. “Jangan sampai ada celah selebar jari. Kalau jari bisa masuk, kaca bisa dibuka dengan mudah oleh orang jahat,” ujar pria dalam konten vidionya, dikutip Rabu, 25 Februari 2026.

Ia menjelaskan, celah kecil tersebut dapat dimanfaatkan pelaku untuk mengambil barang berharga dari dalam kendaraan. Lebih berbahaya lagi, ada modus dengan memasukkan barang terlarang seperti “garam cina’ (narkotika/sabu-sabu) ke dalam mobil korban untuk kemudian dijadikan alat jebakan dan pemerasan.

Dalam skenario tersebut, setelah kendaraan berjalan sekitar 500 meter dari pelabuhan, korban bisa dihentikan oleh pengendara mobil dari belakang. Biasanya pelaku beberapa orang menggunakan mini bus. Mereka berbagi tugas dan mengaku sebagai aparat,” kata pria tersebut.

Baca Juga:  Cegah Kejahatan Bersenjata, Polres OKU Timur Tindak Tegas Kepemilikan Senpi Tanpa Izin

Pelaku kemudian berpura-pura melakukan pemeriksaan dan “menemukan” barang terlarang di dalam mobil, sehingga korban diancam dan dimintai sejumlah uang agar kasus tidak diproses lebih lanjut.

Modus ini, menurutnya, berpotensi merugikan korban hingga puluhan juta rupiah akibat pemerasan. Karena itu, pemudik disarankan untuk: menutup rapat seluruh kaca dan mengunci pintu kendaraan sebelum meninggalkan mobil, tidak meninggalkan kendaraan dalam keadaan kosong terlalu lama.

Selain itu masyarakat juga diimbau agar tidak meninggalkan mobil dalam keadaan kosong terlalu lama, jika memungkinkan ada anggota keluarga atau rekan yang tetap berada di dalam mobil saat berhenti ke toilet atau membeli makanan.

Kemudian tidak mudah percaya pada oknum yang mengaku petugas tanpa identitas dan segera melapor ke petugas resmi pelabuhan atau aparat kepolisian jika menemukan hal mencurigakan. “Hati-hati ngobrol dengan orang yang tidak kita kenal,” tegasnya.

Imbauan ini menjadi pengingat penting bahwa meningkatnya aktivitas perjalanan menjelang, terlebih saat lebaran, juga beriringan dengan potensi meningkatnya risiko kejahatan. Dengan kewaspadaan, kehati-hatian, dan saling mengingatkan, diharapkan perjalanan (mudik) melalui jalur Merak–Bakauheni tetap aman dan lancar hingga tiba di tempat tujuan atau kampung halaman. [AM]

Berita Terkait

Wujudkan Pelayanan Presisi, Astamaops Kapolri Komjen Pol M Fadli Imran Tinjauan Polda Sulut
Kajati Sumbar Terima Kunjungan Silaturahmi Rektor UNP, Perkuat Sinergi Hukum dan Pendidikan
Tim UAR Jakarta Utara Santuni Pengungsi UNHCR Jakarta, Wujud Kepedulian Sesama
KETUA UMUM GANISA: Mengajak Seluruh Masyarakat Indonesia Peduli Generasi Penerus Bangsa Bersama kita Wujudkan Indonesia Emas
BAZNAS Kota Padang Buka Program Bantuan Penyelesaian Tugas Akhir bagi Mahasiswa
Aktivitas PETI Menggunakan Alat Berat di Kelurahan Muara Lembu, diduga Milik Rauf Tak Tersentu Hukum, APH Diminta Tindak Tegas..
Membongkar Skandal Pajak ‘Siluman’ BPKAD Kota Bima: Diduga Jadi Modus Amankan Mafia Tanah Reklamasi Amahami!.p
Berita ini 40 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 22 Juli 2026 - 12:23

AKSI KEMANUSIAAN BAPEKA-NTB: TUNTUT PROSES ADIL DUGAAN KEKERASAN OKNUM KE PELAJAR

Rabu, 22 Juli 2026 - 09:28

VIRAL Oknum Polisi Tampar Siswa SMP di Nggembe Bima! Warga Meledak Marah, Jalan Raya Diblokir Total

Rabu, 22 Juli 2026 - 08:01

Respon Cepat Satreskrim Polres Lubuk Linggau, Pelaku Pembakaran Diamankan Hanya Hitungan Jam

Rabu, 22 Juli 2026 - 07:58

Densus 88 AT Polri Bekali 775 Siswa SMA di Palembang Cegah Paham IRET di Era Digital

Minggu, 19 Juli 2026 - 13:40

Membongkar Skandal Pajak ‘Siluman’ BPKAD Kota Bima: Diduga Jadi Modus Amankan Mafia Tanah Reklamasi Amahami!.p

Selasa, 14 Juli 2026 - 13:16

Bom Rakitan Meledak di MAN 3 Padang, Densus 88 dan Polda Sumbar Dalami Motif Pelaku

Selasa, 14 Juli 2026 - 07:36

Skandal Anggaran Serasuba Rp.3,34 Miliar: Temuan BPK RI Kunci pelanggaran Hukum.

Minggu, 12 Juli 2026 - 13:25

Satlantas Polres Banyuasin Intensifkan Strong Point Sore dan Patroli Hunting, Arus Lalu Lintas Terpantau Lancar

Berita Terbaru