P-Maki NTB Bongkar Logika Sesat Kelangkaan Fiskal Kota Bima: “Bukan Kekurangan Uang, Melainkan Cara Berpikir yang Keliru

- Penulis

Minggu, 8 Februari 2026 - 05:19

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kota Bima, //TintaPos.Com// – 08 Februari 2026 – Danil Akbar, Ketua Peguyuban Masyarakat Anti Korupsi Indonesia Wilayah Nusa Tenggara Barat (P-Maki NTB), mengungkapkan bahwa narasi kelangkaan fiskal yang belakangan digaungkan di Kota Bima sesungguhnya merupakan logika sesat yang mengaburkan fakta. Menurutnya, kondisi tersebut bukan disebabkan oleh kekurangan uang, melainkan kelalaian dalam membaca struktur Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) serta desain fiskal nasional.

 

Narasi efisiensi yang terus diulang seolah menjadi keniscayaan pengetatan belanja, padahal praktik perampokan anggaran dan pemborosan struktural sering tersembunyi di balik bahasa teknokratis. Danil Akbar menegaskan bahwa pembahasan fiskal Kota Bima harus diletakkan secara utuh, berbasis angka, dan dalam konteks struktur APBD yang sebenarnya.

Struktur Fiskal Nasional Jaga Stabilitas
Anggaran rutin pemerintah daerah tidak mungkin dikurangi secara ekstrem oleh pusat, karena dirancang untuk menjaga stabilitas pemerintahan dan ketertiban sosial. Dana Alokasi Umum (DAU) dan transfer dasar lainnya berfungsi untuk membiayai belanja wajib seperti gaji Aparatur Sipil Negara (ASN), operasional pelayanan publik, pendidikan, dan kesehatan. Jika dipotong ekstrem, akan menimbulkan kekacauan administratif dan sosial.

Penurunan APBD Disebabkan Berakhirnya DAK, Bukan Kelangkaan
Ketika terjadi penurunan APBD yang signifikan, penjelasan paling rasional adalah perubahan pada komponen tidak tetap, yaitu Dana Alokasi Khusus (DAK). DAK adalah satu-satunya komponen besar yang bisa naik tajam dan menurun drastis tanpa mengganggu stabilitas negara.

APBD Kota Bima tahun 2025 mencapai sekitar Rp1,50 triliun akibat masuknya DAK sebesar Rp260 hingga Rp280 miliar (perkiraan Rp270 miliar) untuk berbagai program di sektor kesehatan, infrastruktur, pendidikan, dan sosial. Karena DAK bersifat temporer dan tidak berulang, APBD 2026 turun menjadi sekitar Rp770 miliar – penurunan yang normal dan dapat dijelaskan secara akuntansi publik.

Baca Juga:  Ikatan Guru Indonesia (IGI) Provinsi Kalimantan Selatan dan Koperasi Siswa SMK Negeri 4 Banjarmasin Salurkan Bantuan Ramadan untuk 40 Anak Yatim Piatu

APBD 2026 Mencerminkan Kapasitas Fiskal Riil
Menurut Danil Akbar, APBD 2026 lebih mencerminkan kapasitas fiskal riil daerah yang ditopang oleh DAU, Dana Bagi Hasil (DBH), dan Pendapatan Asli Daerah (PAD), tanpa tambahan DAK berskala besar. Membingkai kondisi ini sebagai kelangkaan fiskal adalah kesalahan yang berpotensi menyesatkan publik.

Masalah menjadi lebih berbahaya ketika narasi kelangkaan digabungkan dengan jargon efisiensi, yang justru dapat digunakan untuk menormalisasi pengurangan layanan publik. Padahal, penurunan APBD bukan akibat ketidakmampuan negara, melainkan perubahan sumber pendanaan.

Panggilan untuk Kejujuran dan Kemandirian Fiskal
Di tengah pengawasan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) yang semakin ketat, yang perlu diperkuat adalah transparansi dan kejujuran dalam membaca APBD, bukan membangun ketakutan kolektif tentang krisis fiskal. Persoalan sejati Kota Bima adalah keberanian politik untuk membangun kemandirian fiskal, memperkuat PAD secara etis, dan menghentikan kebiasaan berlindung di balik jargon efisiensi dan kelangkaan fiskal.

“Memahami lonjakan fiskal 2025 dan penurunan 2026 sebagai satu rangkaian logis dari desain fiskal yang sama adalah bentuk kejujuran intelektual dan keberpihakan pada kepentingan publik,” tegas Danil Akbar.
Red .

Berita Terkait

REMBUG STUNTING DI DESA PANGKALAN BENTENG, CAMAT TALANG KELAPA HADIRI KEGIATAN KONVERGENSI PENCEGAHAN STUNTING
Pembina Utama AWG Imbau Umat Islam Berpartisipasi Penyelenggaraan Bulan Solidaritas Palestina
Gerakan Peduli Kasih Jum’at Berkah yang di Taja Oleh PPWI Riau dan Tim Media Kembali Melaksanakan di Desa Ketaping Jaya
Ketua GP Ansor Kabupaten Solok Riki Rizo Namzah Hadiri Peringatan Hari Santri Nasional 2026 di Ponpes Darul Tauhid
Polisi Peduli Pengangguran “Bersama Polri Bangun Masa Depan” : Kapolsek Kuantan Mudik AKP Anra Nosa Hadir di Tengah Masyarakat Meretas Pengangguran
Aktivitas PETI Menggunakan Alat Berat Marak di Kelurahan Muara Lembu Kecamatan Singingi, Warga Desak Aparat Bertindak Tegas
Lapak Baru Berdiri di Batang Arau, Padahal Ada Plang Larangan Berjualan, Kadis Pariwisata Disorot Masyarakat
PORTAL JALAN MENUJU TANAH MAS AKHIRNYA DIBUKA, AKSES MOBIL DAMKAR SEMPAT TERHAMBAT
Berita ini 42 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 21 Oktober 2026 - 04:17

Pererat Silaturahmi dan Serap Aspirasi Warga, Kapolsek Kuantan Hilir Gelar Kegiatan Kumpul Bersama Masyarakat

Selasa, 20 Oktober 2026 - 12:15

DUA TERDUGA PENGANIAYAAN DI PASAR TENTE, DISERAHKAN KELUARGA KE POLRES BIMA

Selasa, 20 Oktober 2026 - 03:02

Peringati HUT ke-75 Humas Polri, Bidhumas Polda Sumsel Perkuat Kepedulian Sosial

Minggu, 18 Oktober 2026 - 20:32

Polisi Bersama Masyarakat, Wakapolda Sumsel Gelar Minggu Kasih di Gereja Immanuel

Jumat, 16 Oktober 2026 - 09:07

Perkuat Kepedulian Sosial, Kapolsek Kuantan Mudik AKP Anra Nosa Pimpin Giat Jumat Berkah bagi Lansia di Desa Petapahan

Selasa, 13 Oktober 2026 - 10:37

GRIB-JAYA KOTA BIMA RESMI LAPORKAN DIREKTUR RSUD KOTA BIMA KE POLRES KOTA BIMA — UNIT TIPIKOR

Senin, 12 Oktober 2026 - 06:34

Cegah Karhutla, Tim Gabungan Polres Banyuasin Gelar Patroli dan Edukasi Masyarakat di Banyuasin I

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 16:39

WARUNG DI LINGKUNGAN RSUD KOTA BIMA DIBOBOL PENCURI, RUGI HINGGA Rp7,75 JUTA

Berita Terbaru