Sorotan Tajam Publik Desak Audit Menyeluruh, Jangan Sampai Ada ‘Rekayasa’

- Penulis

Sabtu, 28 Februari 2026 - 01:04

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Banyuasin //TintaPos.Com// – Kegaduhan di Dinas Pendidikan Banyuasin kembali menuai sorotan tajam sejumlah kalangan. Peristiwa itu melibatkan tim Pidsus Kejari Banyuasin, seorang LSM, dan Kepala Sekolah SDN 19 Betung berinisial ER yang merupakan orang tua dari salah seorang anggota Pidsus, RJ.

Dalam video yang beredar, terdengar teriakan “OTT” yang ditujukan kepada oknum LSM. Namun, kasus tersebut berakhir damai tanpa proses hukum lanjutan.

Informasi yang berkembang menyebut LSM IS diduga hendak dioperasi tangkap tangan. Sementara ER disebut sebagai pihak yang merasa diperas dan diancam.

Situasi tersebut memunculkan pertanyaan serius di tengah masyarakat. Publik menilai penanganan perkara terkesan tidak transparan.

Aktivis Banyuasin, Sepriadi Pratama, menyampaikan kritik keras atas peristiwa itu. Ia menilai kegaduhan tersebut merusak kepercayaan publik terhadap institusi hukum.

“Kalau memang OTT terhadap LSM, dan terbukti seharusnya tangkap saja. Namun pengkapan juga harus jelas prosedurnya,” ujar Sepriadi Pratama, Jumat, 27 Februari 2026.

Menurutnya, operasi tangkap tangan tidak bisa dilakukan tanpa dasar hukum. Harus ada surat perintah serta bukti permulaan yang kuat.

Sepriadi juga menyoroti dugaan pemerasan terhadap ER sebagai kepala sekolah. Jika benar ada ancaman, perkara itu wajib diusut terbuka.

Ia mempertanyakan mengapa kasus yang disebut OTT justru berakhir damai. Kondisi tersebut dinilai memperbesar spekulasi liar di masyarakat.

“Semua pihak harus diperiksa secara setara, Komjak harus melakukan investigasi,” kata Sepriadi Pratama.

Ia mendesak pemeriksaan menyeluruh terhadap tim Pidsus, oknum LSM, dan Kepala Sekolah ER. Transparansi dianggap penting untuk menghindari konflik kepentingan.

Menurutnya, Dinas Pendidikan Banyuasin juga perlu dimintai keterangan resmi. Dugaan tipikor di satuan pendidikan tidak boleh diabaikan.

Sepriadi meminta Inspektorat segera membentuk tim audit independen. Audit tersebut untuk menelusuri potensi pelanggaran administratif maupun keuangan.

Baca Juga:  Pembina Utama UAR: Wujudkan Iman dengan Menolong Sesama Tanpa Menunggu Diminta

Ia juga mendorong Badan Pemeriksa Keuangan melakukan audit menyeluruh. Pemeriksaan diperlukan jika ada indikasi penyimpangan anggaran.

“Artinya jika Memang bukti laporan dari LSM itu memang ada, mengapa pihak diknas belum menindak lanjuti laporan tersebut. Apa sekarang hasil dari diknas.”

Tidak hanya itu, Sepriadi pula menyoroti 31 karangan bunga yang bermunculan di sekitar kantor Kejari Banyuasin pasca kegaduhan yang terjadi. Karangan bunga yang bertuliskan ucapan terimakasih untuk Kejari Banyuasin tersebut kini turut memicu gelombang pertanyaan publik.

“Ini belum jelas salah benarnya, kok para guru-guru ini terang-terangan memberikan respon berlebihan seperti itu. Hal ini bukannya mendinginkan suasana, malah akan memperkeruh suasana saja,” tegasnya.

Ketua K3S Banyuasin, Sarmilin, yang juga kepala sekolah dasar, menegaskan karangan bunga itu bukan bentuk pembenaran atau penghakiman terhadap pihak mana pun. Ia menyebutnya sebagai dukungan moral kepada aparat penegak hukum.

“Kami hanya memberikan support. Kami belum tahu benar dan salahnya seperti apa. Tapi kami memberi semangat supaya persoalan ini tidak dibiarkan tanpa koordinasi yang jelas,” tegas Sarmilin saat dikonfirmasi.

Warga Banyuasin turut menyoroti polemik tersebut. Mereka menilai persoalan ini menyangkut integritas banyak pihak.

Iyan, salah seorang warga, menilai semua aktor harus dimintai pertanggungjawaban. Ia menyebut tidak boleh ada pihak yang dilindungi.

“Kalau ada dugaan pemerasan atau tipikor, buka seterang-terangnya, apa lagi ada indikasi melindungi keluarga seorang anggota kejaksaan” ujar Iyan.

Hingga kini, publik masih menunggu langkah tegas aparat dan lembaga pengawas. Sorotan menguat agar pemeriksaan menyentuh Pidsus, LSM, Kepsek, dan Disdikbud Banyuasin.

Berita Terkait

Layanan Kepolisian 110, Polsek Kuantan Hilir Tindak Lanjuti Laporan PETI di Pulau Beralo
Kisah Haru Perjuangan Guru di Tigo Jangko, Motor Rusak di Tengah Sulitnya Akses Jalan
GIAT JUMAT BERKAH: DIREKTUR MEDIA PATROLIKRIMINAL86.COM & TIM SALURKAN BANTUAN KE PANTI ASUHAN BAIHAQI UMAR
REMBUG STUNTING DI DESA PANGKALAN BENTENG, CAMAT TALANG KELAPA HADIRI KEGIATAN KONVERGENSI PENCEGAHAN STUNTING
Pembina Utama AWG Imbau Umat Islam Berpartisipasi Penyelenggaraan Bulan Solidaritas Palestina
Gerakan Peduli Kasih Jum’at Berkah yang di Taja Oleh PPWI Riau dan Tim Media Kembali Melaksanakan di Desa Ketaping Jaya
Ketua GP Ansor Kabupaten Solok Riki Rizo Namzah Hadiri Peringatan Hari Santri Nasional 2026 di Ponpes Darul Tauhid
Polisi Peduli Pengangguran “Bersama Polri Bangun Masa Depan” : Kapolsek Kuantan Mudik AKP Anra Nosa Hadir di Tengah Masyarakat Meretas Pengangguran
Berita ini 186 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 09:30

Layanan Kepolisian 110, Polsek Kuantan Hilir Tindak Lanjuti Laporan PETI di Pulau Beralo

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 02:01

Kisah Haru Perjuangan Guru di Tigo Jangko, Motor Rusak di Tengah Sulitnya Akses Jalan

Jumat, 23 Oktober 2026 - 05:59

REMBUG STUNTING DI DESA PANGKALAN BENTENG, CAMAT TALANG KELAPA HADIRI KEGIATAN KONVERGENSI PENCEGAHAN STUNTING

Kamis, 22 Oktober 2026 - 14:57

Pembina Utama AWG Imbau Umat Islam Berpartisipasi Penyelenggaraan Bulan Solidaritas Palestina

Kamis, 22 Oktober 2026 - 12:35

Gerakan Peduli Kasih Jum’at Berkah yang di Taja Oleh PPWI Riau dan Tim Media Kembali Melaksanakan di Desa Ketaping Jaya

Kamis, 22 Oktober 2026 - 09:46

Ketua GP Ansor Kabupaten Solok Riki Rizo Namzah Hadiri Peringatan Hari Santri Nasional 2026 di Ponpes Darul Tauhid

Kamis, 22 Oktober 2026 - 07:47

Polisi Peduli Pengangguran “Bersama Polri Bangun Masa Depan” : Kapolsek Kuantan Mudik AKP Anra Nosa Hadir di Tengah Masyarakat Meretas Pengangguran

Kamis, 22 Oktober 2026 - 04:05

Aktivitas PETI Menggunakan Alat Berat Marak di Kelurahan Muara Lembu Kecamatan Singingi, Warga Desak Aparat Bertindak Tegas

Berita Terbaru