RIOKASYTERWANDRA, S.Sos, MM Kasatpol PP, Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Kuantan Singingi

Aliansi Petani Sawit Tolitoli Gelar Aksi Damai, Tuntut Penyelesaian Konflik Lahan dan Plasma

- Penulis

Rabu, 13 Mei 2026 - 04:26

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tolitoli, //Tintapos.com// – Ratusan warga dari Kecamatan Lampasio dan Ogodeide, Kabupaten Tolitoli, menggelar aksi unjuk rasa damai di depan Kantor DPRD dan Kantor Bupati Tolitoli, Senin (11/05/2026). Massa aksi yang tergabung dalam Forum Petani/Plasma Sawit Tolitoli dan Aliansi Serikat Tani Tolitoli tersebut menuntut penyelesaian konflik lahan antara masyarakat dan perusahaan perkebunan kelapa sawit yang beroperasi di wilayah mereka.

Aksi dimulai sejak pagi hari dengan titik kumpul di kawasan Kecamatan Lampasio sebelum massa bergerak menuju pusat pemerintahan daerah menggunakan kendaraan roda dua dan roda empat. Dalam aksi tersebut, peserta membawa spanduk, poster tuntutan, serta menggunakan pengeras suara untuk menyampaikan aspirasi mereka secara terbuka.

Masyarakat menilai hingga saat ini belum ada penyelesaian konkret terkait persoalan penguasaan lahan dan pembagian hasil plasma sawit yang selama ini dijanjikan perusahaan kepada warga pemilik lahan. Mereka meminta pemerintah daerah hadir secara serius untuk memediasi dan menyelesaikan persoalan yang telah berlangsung bertahun-tahun.

Salah seorang warga, Widyawati, menyampaikan bahwa sebagian masyarakat merasa dirugikan karena lahan yang sebelumnya dikuasai warga kini telah digunakan untuk penanaman kelapa sawit. Menurutnya, persoalan tersebut telah beberapa kali disampaikan kepada pemerintah daerah, bahkan sempat dibentuk tim penanganan khusus, namun hingga kini belum menghasilkan kepastian penyelesaian.

“Kami hanya meminta kejelasan dan penyelesaian yang adil. Persoalan ini sudah terlalu lama dan masyarakat masih menunggu langkah nyata dari pemerintah maupun perusahaan,” ujarnya di sela-sela aksi.

Keluhan serupa juga disampaikan Sabran, warga Kecamatan Lampasio. Ia mengaku masyarakat selama ini berharap memperoleh manfaat ekonomi dari pola kemitraan plasma sawit, namun realisasi yang diterima dinilai jauh dari harapan warga.

Baca Juga:  Joint Operation Polda Sumsel dan Bea Cukai Putus Jalur Narkoba Tambang, 11.443 Ekstasi dan 1,3 Kg Sabu Disita

Menurutnya, masyarakat berharap adanya transparansi terkait pembagian hasil serta penjelasan resmi mengenai sistem kerja sama yang selama ini dijalankan antara perusahaan dan masyarakat pemilik lahan.

Dalam aksi tersebut, massa juga memberikan tenggat waktu kepada pemerintah daerah untuk segera menindaklanjuti tuntutan mereka. Apabila tidak ada langkah penyelesaian dalam waktu yang ditentukan, masyarakat mengancam akan kembali melakukan aksi lanjutan dengan jumlah massa yang lebih besar.

Ketua LSM Nusantara Corruption Watch (NCW) Kabupaten Tolitoli, Junedi Sese, SE, yang turut mendampingi masyarakat dalam aksi tersebut, mengatakan persoalan agraria di wilayah Lampasio dan Ogodeide sudah berlangsung sejak beberapa tahun terakhir. Ia menilai penyelesaian konflik memerlukan keterlibatan aktif pemerintah daerah agar tidak menimbulkan gejolak sosial yang lebih luas.

Menurut Junedi, masyarakat membutuhkan kepastian hukum terkait status lahan serta kejelasan hak-hak mereka sebagai pemilik lahan yang selama ini digunakan perusahaan perkebunan kelapa sawit.

Aksi unjuk rasa berlangsung dalam pengamanan aparat kepolisian dan Satpol PP Kabupaten Tolitoli. Hingga kegiatan berakhir, situasi terpantau aman dan tertib tanpa adanya tindakan anarkis dari peserta aksi.

Pemerintah daerah diharapkan dapat segera membuka ruang dialog bersama masyarakat dan pihak perusahaan guna mencari solusi yang adil serta menghindari eskalasi konflik berkepanjangan di wilayah tersebut.

Berita Terkait

Pemerintah Kuansing Bentuk Tim Penyelesaian Sengketa Lahan Antara Masyarakat Koto Baru dengan PT. RAPP
Dukung Asta Cita Presiden, Panen Raya Jagung di Sikakak Hasilkan 1 Ton
Polda Sumsel Distribusikan 100 Jerigen Cairan Pemadam X-Fire ke 11 Polres
Masyarakat Desak Kapolres Sijunjung Tuntaskan Aktivitas PETI, Jangan Tunggu Bencana, “Jaga Alam Maka Alam Akan Jaga Kita”
Aktivitas PETI di Sijunjung Tak Terbendung, Adanya Dugaan Oknum Polisi Jadi Pemodal
Masyarakat Koto Baru Menanti Keadilan, Pemkab Kuansing Gelar Rapat Penyelesaian Persoalan dengan PT RAPP
RIBUAN MASYARAKAT DAN LEMBAGA ADAT KOTO BARU TANAM BIBIT SAWIT DI LAHAN ULAYAT YANG DIKUASAI PT RAPP
WARGA LAPORKAN DUGAAN PENCEMARAN SUNGAI AMUT OLEH LIMBAH CAIR PKS PT MAS DI TANJUNG PAUH
Berita ini 12 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 7 September 2026 - 15:17

GAZALI TEGAS TIDAK DIAM LAGI: DIGEROGOTI RENTENIR TOFAN RATUSAN JUTA, TIGA LAPORAN DIAJUKAN SEKALIGUS

Senin, 7 September 2026 - 11:46

Teror Dan Ancam Polisi: Rentenir Guru P3K di Bima Terancam di Pecat dan mendekam di penjara.

Senin, 7 September 2026 - 07:28

KETUA BAZNAS NTB SERING TIDAK DI KANTOR, BANTUAN BEROBAT TERUS TERTUNDA — KELUARGA PASIEN KELUAR BIAYA RATUSAN RIBU TANPA HASIL

Minggu, 6 September 2026 - 09:15

ALIANSI MASYARAKAT BERSATU KOTA & KABUPATEN BIMA AKAN GELAR AKSI DAMAI: TOLAK RENTENIR ILEGAL, TEGAKKAN KEADILAN & LINDUNGI MARTABAT WARGA

Kamis, 3 September 2026 - 14:29

BUKAN SATU KORBAN SAJA! Rentenir Tofan Ternyata Teror Banyak Keluarga — Ibu Esti Juga Dihina Kata Kasar & Diancam, Siap Laporkan Tofan Ke Polisi.

Kamis, 3 September 2026 - 07:04

DI HARI YANG SAMA, DUA LAPORAN GEMPARKAN POLRES BIMA KOTA — Istri Korban Laporkan Pemerasan & Pengancaman, DPP BAPEKA-NTB Bongkar Rentenir Ilegal Seorang Guru  

Rabu, 2 September 2026 - 16:46

RUSTAM, SH. (PENASEHAT HUKUM BAPEKA-NTB): PRAKTIK PEMERASAN RENTENIR OLEH SEORANG ABDI NEGARA DI KOTA BIMA — MENCORONG NAMA BAIK INSTITUSI PENDIDIKAN

Rabu, 2 September 2026 - 06:53

BAPEKA-NTB AKAN LAPORKAN “TFN” (LAMPE) KE POLRES BIMA KOTA — RENTENIR YANG MANFAATKAN MEDIA SOSIAL UNTUK MEMERAS DAN MEMPERMALUKAN WARGA

Berita Terbaru