RIOKASYTERWANDRA, S.Sos, MM Kasatpol PP, Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Kuantan Singingi

Pengurus Pusat UAR Tegaskan Pembentukan Satgas Nasional Penanggulangan Bencana Kekeringan

- Penulis

Jumat, 17 Juli 2026 - 09:38

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BOGOR-//Tintapos.com//- Pengurus Pusat Ukhuwah Al-Fatah Rescue (UAR) kembali menegaskan kesiapsiagaan menghadapi ancaman kekeringan akibat fenomena El Niño dengan menginstruksikan pembentukan Satuan Tugas Penanggulangan Bencana Kekeringan (Satgas PB Kekeringan) di seluruh Koordinator Wilayah (Korwil) dan Koordinator Daerah (Korda) UAR se-Indonesia.

Instruksi tersebut tertuang dalam Surat Imbauan Nomor 110/09/YAY.UAR-P/VII/2026 yang diterbitkan pada 16 Juli 2026, sebagai tindak lanjut dari imbauan nasional yang sebelumnya telah disampaikan Ketua Umum UAR pasca Seminar Nasional “El Niño 2026” di STAI Al-Fatah Cileungsi, Bogor.

Ketua Umum UAR H. Endang Sudrajat, S.T., M.T. mengatakan, langkah pembentukan Satgas PB Kekeringan merupakan bentuk penegasan komitmen organisasi setelah sebelumnya UAR mengeluarkan imbauan nasional kewaspadaan terhadap ancaman El Niño pada 29 April 2026. Saat itu, seluruh anggota UAR diminta meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi kekeringan, kebakaran hutan dan lahan, serta krisis air bersih.

“Sehubungan dengan meningkatnya potensi bencana kekeringan di berbagai wilayah Indonesia yang dapat berdampak pada krisis air bersih, kebakaran lahan, kesehatan masyarakat, ketahanan pangan, serta aktivitas sosial kemasyarakatan, Pengurus Pusat UAR menghimbau seluruh Korwil, Korda, dan anggota UAR untuk segera membentuk Satgas Penanggulangan Bencana Kekeringan di wilayah masing-masing,” demikian penegasan Endang Sudrajat dalam surat imbauan tersebut.

Endang menjelaskan, pembentukan Satgas bertujuan meningkatkan kesiapsiagaan, mempercepat koordinasi, dan mengoptimalkan pelayanan kemanusiaan kepada masyarakat yang terdampak bencana kekeringan. Satgas juga diharapkan segera melakukan pemetaan daerah rawan, berkoordinasi dengan BPBD, BASARNAS, PMI, PDAM, pemerintah daerah, serta menyiapkan personel dan sarana pendistribusian air bersih.

Baca Juga:  Kebakaran KM Anaya, Ditpolairud Polda Sulut Gerak Cepat Evakuasi Empat Korban Kebakaran

Peringatan mengenai potensi dampak El Niño juga terus disampaikan BMKG. Ketua Tim Kerja Prediksi Bulanan BMKG, Dr. Supari, menjelaskan bahwa El Niño yang terjadi bersamaan dengan musim kemarau berpotensi menyebabkan musim kemarau di Indonesia menjadi lebih kering dan lebih panjang dibandingkan kondisi normal.

“El Niño yang terjadi bersamaan dengan musim kemarau dapat menyebabkan musim kemarau di Indonesia menjadi lebih kering dan lebih panjang dibanding rata-ratanya. Dampak yang perlu diwaspadai adalah bencana hidrometeorologi kering, yaitu kekeringan dan karhutla,” kata Supari dalam Seminar Nasional Kesiapsiagaan Menghadapi El Nino 2026 di Bogor.

Menurut BMKG, wilayah yang berpotensi mengalami dampak paling besar meliputi Sumatera bagian selatan, Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Kalimantan bagian selatan, sebagian besar Sulawesi, Maluku, dan sebagian Papua. Masyarakat serta pemerintah daerah diminta melakukan langkah mitigasi sejak dini, termasuk menghemat penggunaan air dan memperkuat kesiapan menghadapi kekeringan.

Melalui langkah tersebut, UAR berharap seluruh jajarannya di berbagai daerah siap bergerak cepat membantu masyarakat apabila dampak kekeringan semakin meluas selama musim kemarau 2026. UAR juga akan terus memperkuat sinergi dengan BMKG dalam penyebarluasan informasi dan edukasi kebencanaan agar upaya mitigasi dapat dilakukan secara lebih dini dan efektif.
[Al Mujahid]

Berita Terkait

Teror Dan Ancam Polisi: Rentenir Guru P3K di Bima Terancam di Pecat dan mendekam di penjara.
Polda Sumsel Distribusikan 100 Jerigen Cairan Pemadam X-Fire ke 11 Polres
Masyarakat Desak Kapolres Sijunjung Tuntaskan Aktivitas PETI, Jangan Tunggu Bencana, “Jaga Alam Maka Alam Akan Jaga Kita”
Aktivitas PETI di Sijunjung Tak Terbendung, Adanya Dugaan Oknum Polisi Jadi Pemodal
Buntut Pasca-Sidak, LATSKAR Kunci Bukti Korupsi Serasuba Tantang Kajari Bima Buka Gelar Perkara & Penetapan Tersangka Terbuka
Masyarakat Koto Baru Menanti Keadilan, Pemkab Kuansing Gelar Rapat Penyelesaian Persoalan dengan PT RAPP
KETUA UMUM GARDA MUDA REVOLUSIONER SIAP TINDAK LANJUTI TEMUAN DUGAAN PELANGGARAN LINGKUNGAN, SOMASI PT PELITA INSAN TIMUR
RIBUAN MASYARAKAT DAN LEMBAGA ADAT KOTO BARU TANAM BIBIT SAWIT DI LAHAN ULAYAT YANG DIKUASAI PT RAPP
Berita ini 26 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 7 September 2026 - 11:46

Teror Dan Ancam Polisi: Rentenir Guru P3K di Bima Terancam di Pecat dan mendekam di penjara.

Senin, 7 September 2026 - 11:11

ALIANSI MASYARAKAT BERSATU GONCANGKAN DIKPORA DAN BKPSDM KOTA BIMA: TEGAKKAN HUKUM TERHADAP OKNUM GURU YANG JADI RENTENIR ILEGAL

Senin, 7 September 2026 - 07:28

KETUA BAZNAS NTB SERING TIDAK DI KANTOR, BANTUAN BEROBAT TERUS TERTUNDA — KELUARGA PASIEN KELUAR BIAYA RATUSAN RIBU TANPA HASIL

Kamis, 3 September 2026 - 14:29

BUKAN SATU KORBAN SAJA! Rentenir Tofan Ternyata Teror Banyak Keluarga — Ibu Esti Juga Dihina Kata Kasar & Diancam, Siap Laporkan Tofan Ke Polisi.

Senin, 31 Agustus 2026 - 05:37

BAPEKA-NTB: BERDASARKAN DATA BPJS KETENAGAKERJAAN BIMA — PT PRIBUMI CAHAYA AGUNG UTAMA HANYA BERI 2 DARI 4 PROGRAM JAMINAN SOSIAL, ANCAMAN PENUTUPAN OPERASIONAL

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 08:34

FIRGIAWAN, S.H. – WUJUD IMPIAN DAN PERJUANGAN, BERKAT DOA DAN PENGORBANAN ORANG TUA

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 07:22

KETUA RT WINDRA KECEWA: LURAH TIDAK TEGAS SANKSI PENYIMPANGAN KOORDINATOR EL, SEAKAN MEMBERIKAN RUANG PENGAMBILAN JABATAN

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 05:48

Proyek Rp344 Juta Tanpa Papan, Lalu Ditempel di Pohon — BAPEKA-NTB: Itu Melanggar Semua Aturan.Di Sorot Pinjam Perusahaan

Berita Terbaru